Ads 468x60px

Thursday, 3 July 2014

Semua Karena Uang (Part 2)


 *Revisi 6 Juli 2014*
To do point aja yaa.
Hari ini (3 Juli 2014) benar-benar super duper pusing. Sisa peninggalan almh ibu yang selama ini di jaga dan di pertahankan sekali akhirnya mau tidak mau harus di gadai juga. 
Total keuntungan ternyata bukan 5jutaan tetapi 6jutaan. Entah gimana ceritanya aku bisa sampai salah hitung begitu. Kondisi kerjaan ayah yang memang juga sedang tak karuan menambah semua tambah pelik. Akhirnya setelah di rundingkan berdua dengan ayah, surat rumah yang selama ini ada di Toko Radio (baca disini) akan ayah ambil dan ayah gadaikan ke Bank. Tadi pun ayah sudah menelpon ke Bank Mandiri untuk menanyakan perihal Pinjaman dengan Jaminan Surat Rumah. Hati kecilku sebenarnya tidak ingin kalau Surat Rumah tersebut di gadaikan ke Bank. Aku pribadi mau nya di gadai ke saudara saja agar lebih aman. Aku sebenarnya mau mencoba minjam ke sepupuku itu lagi tapi dengan jaminan surat rumah. Tapi ayah tidak mau dengan alasan tidak enak karena hutang yang dulu 5juta juga belum di lunasi. Aku benar-benar bingung sekarang. Masalahhnya bukan hanya di surat rumah dan uang ganti rugi dari keuntungan PO HP itu saja. Tapi uang modal PO HP tersebut yang seharusnya di refund Juli mengalami masalah. Pihak supplierku mengaku kalau semua masalah ini sedang di proses oleh kuasa hukumnya. Bahkan tadi pun, aku meminta di refund untuk 5 orang saja, dia tidak bersedia. Waktu aku tanyakan kembali kapan kira2 di refund, dia bilang belum tau karena memang sedang di urus oleh kuasa hukumnya. Jika di total maka untuk seluruhnya (modal+keuntungan) itu adalah sebesar Rp.37.720.000. Ga kebayang kalau akhirnya aku harus mengganti semuanya. Aku berharap sama Allah semoga refund bisa segera di laksanakan oleh supplierku, sehingga aku hanya cukup mengganti sebesar 6jutaan itu dari hasil keuntunganku. Soalnya setelah tadi (6 Juli 2014), aku menginfokan kepada seluruh customer Hp ku bahwa aku baru hanya bisa mengganti keuntungan karena modal belum di kembalikan oleh supplier, tak sedikit dari mereka yang justru tetap memaksa semua di kembalikan. Aku menyadari benar bahwa itu adalah hak mereka, tapi aku juga mohon pengertian dari mereka. Aku bukan orang kaya yang dengan mudah mengembalikan semua uang mereka. Aku juga sudah berusaha terus meminta ke supplierku. Aku juga sudah shalat malam terus, biar semua cepat selesai. Tapi sepertinya mereka tetap tidak mau mengerti dan terus mendesak. Aku sudah menggadaikan surat rumah untuk membayar semua keuntunganku ke mereka, apa mereka masih belum mau mengerti. Aku sudah menawarkan ke mereka, jika tidak sabar menunggu semua modal di kembalikan oleh pusat, aku akan berikan kontak supplierku biar mereka yang meminta sendiri uangnya.
Awalnya aku ragu cerita ke ayah tentang masalah ini, karena memang beliau juga sedang kesulitan keuangan (lagi). Tadi sekitar jam 2 siang, ayah mengajakku diskusi perihal menggadaikan rumah karena memang ayah juga sedang banyak tanggungan. Akhirnya aku bicarakan semuanya dengan ayah dengan perasaan tidak enak dengan ayah. Alhamdulillah ayah tidak marah. Beliau justru bilang, "Oke gapapa kalau begitu. Namanya juga usaha pasti ada jatuhnya. Toh semua itu buat kamu bantuin ayah. Ayah tahu kamu usaha terus buat bantuin ayah, buat ayah & kamu makan, buat kamu beli tiket kereta, buat semuanya. Ayah makasih karena kamu udah bantuin ayah terus. Apalagi di saat ayah lagi ga ada kerjaan begini. Ya kalau akhirnya pahit begini, ini namanya cobaan. Ga usah takut cerita sama ayah karena ga mau bikin ayah nambah fikiran. Justru kalau ga cerita, kamu yang lebih banyak fikiran. Kamu kasarannya di "Teror" terus sama pembeli-pembeli Hp itu, kamu seriusan. Lama-lama urusan kuliah kamu jadi terganggu. Gapapa kita gadai aja. Ganti dulu uang keuntungan kamu ke mereka. Modalnya jujur aja kalau memang belum di kasih sama supplier kamu". 
Ya Allah, mana orderan benar-benar sedang tidak ada. Saldo di rekening juga tinggal 40ribuan. Stress dan bingung banget. Aku sudah bilang ayah, pas minjam uang ke Bank sebaiknya sekalian buat ayah modal usaha. Tapi ayah bingung mau usaha apa. Masalahnya ayah bukan tipe orang yang suka kerja hanya duduk di tempat. Dulu ayah pernah kerja di Toyota dan Securicor tapi ayah ga suka disana soalnya kebanyakan duduk di tempat. Ayah lebih suka kerjaan yang di lapangan. Bahkan waktu ayah pulang jam 3 pagi ke rumah karena memasang radio di Truk-Truk yang mau di berangkatkan dengan Kapal, ayah have fun saja. Walaupun harus keluar masuk kolong Truk dan walaupun harus kotor-kotoran. Tapi ga masalah buat ayah, dia menikmatinya. Aku dari dulu menyarankan agar dia membuka usaha agen JNE/agen pembayaran tiket kereta dll seperti yang ku lakoni kini. Tapi ayah tidak mau, karena pasti kerjaannya hanya duduk di tempat. Lagipula kata ayah, kalau nanti tiba-tiba ayah ada panggilan kan repot juga, masa counter nya di tinggal. Kata ayah kalau ada aku juga sih ga masalah, kalau sendirian dia tidak mau, bored katanya. Aku juga hari ini sangat kecewa dengan ayah. Mengapa tidak ? Aku membaca surat pemberitahuan dari pihak PAM bahwa ayah belum membayar uang PAM sejak 3 bulan lalu dan jika sampai tanggal 19 Juli ini belum di lunasi beserta dendanya, maka PAM akan di cabut. Masya Allah, dimana sih fikiran ayah ? Aku sadar, aku paham bahwa kerjaan ayah itu jasa & jika ada panggilan baru akan ada uang datang. Tapi masa iya, untuk membayar PAM yang per bulan maksimal 50ribu, dia ga bisa bayar. Maaf, aku pun bilang ke ayah, uang listrik sudah aku bayarkan tiap bulan dari hasil orderanku yang aku sisihkan. Masa untuk membayar PAM dia tak bisa ? Padahal beli rokok pun bisa. Coba di hitung, misalkan per hari Rp.10.000, maka sebulan sudah Rp.300.000. Tapi masa untuk membayar PAM yang maksimal 50ribu saja, dia tak bisa. Kecewa banget. Tapi mau gimana, ayah juga memang sedang sering tidak ada kerjaan dan jika tidak ada kerjaan, sama saja tidak ada pemasukan kan ? Dulu waktu ibu masih ada, ibu sangat lihai mengatur keuangan. Sehingga semua pemasukan yang tidak besar pun terasa sangat cukup untuk kami. Tapi sekarang ? Ingin rasanya aku cepat Lulus kuliah dan tinggal di rumah, agar aku bisa mengatur keuangan di rumah. Sekitar 3 minggu lalu, ayah memberikanku uang hasil kerjaannnya sebesar 500ribu dan Alhamdulillah sampai sekarang uang itu masih bersisa 450ribu. Ya memang, aku juga sempat di berikan uang 200ribu oleh tanteku dan ada sisa sedikit dari uang yang juga pernah diberikan om & tanteku. Ayah heran, uang itu masih bisa bertahan kalau aku yang pegang. Aku memang boros, tapi boros untuk makan. Itupun kalau aku lagi ada uang lebih. Jika tidak ada banyak uang, aku menghitung dulu berapa kira2 kebutuhanku dan aku harus mengatur agar itu cukup. Ayah memang sangat royal, jadi cukup susah jika harus mengatur keuangan. Apalagi dia sangat boros untuk rokok, "uang yang dia bakar sia-sia". Dari 3 Juli pun aku sudah meminta bantuan dari "temanku" yang TNI untuk mendatangi alamat si pusat (bukan supplier) untuk meminta agar mereka segera mengembalikan uang modal itu, agar aku juga tenang dan tidak tertekan seperti ini. Tapi dia bilang, dia Insya Allah bisa kesana pas weekend, mudah-mudahan dia berhasil menemukan alamat pusat ya Allah. Tolong bantu dia juga agar masalah ini dapat selesai. Aku sudah hub juga mantanku yang sekarang sudah jadi Polisi untuk ikut membantu tapi belum ada jawaban. Soalnya menurut subreseller lain, waktu dia mau meminta bantuan Polisi, dia justru di mintai uang sebesar 2juta. Masya Allah, sudah tertimpa musibah masa masih di beratkan seperti itu.
Maaf untuk para pembaca blog ku kalau tulisanku ini salah atau terlalu vulgar. Aku menganggap blog ini sebagai diary ku. Aku hanya sekedar bercerita dan mengungkapkan keluh kesahku, karena aku sudah tidak tahu harus bercerita ke siapa. Kadang kalau di rumah, aku sempatkan ke Bu Siti (guru ngajiku) hanya sekedar untuk curhat dan beliau memaklumi kondisiku yang memang pasti bingung mau cerita ke siapa, kecuali Allah. Jika memang dapat dijadikan pelajaran, silahkan di ambil yang baik-baik saja. Aku minta do'anya dari semua pembaca agar masalah ini dapat cepat selesai dengan baik. Aku bingung harus gimana. Aku sudah mumet banget. Semoga uang modal juga cepat di refund oleh supplier agar tanggunganku sisa di keuntungan saja. Aku mohon sekali do'anya dari semua pembaca. Aku mohon ya Allah, bantu hamba menyelesaikan masalah ini. Bantu hamba agar pemasukan hamba dari orderan OS kembali meningkat agar bisa bantu ayah menyicil pembayaran ke Bank. Bantu hamba ya Allah. Aamiin aamiin aamiin aamiin aamiin ya rabbal alaamiin :'(

0 comments:

Post a Comment

Share On: