Ads 468x60px

Thursday, 28 November 2013

Maaf, Tubuhku Memang "Ringkih"

Hai semua. Pada kesempatan kali aku akan menceritakan tentang semua penyakitku. 
Sebelumnya aku minta maaf kepada semua temanku disini. Lebih tepatnya kepada kalian yang memang selalu mengatakan kepadaku, "Loe ko sakit terus sih?" atau "Kamu mah sakit melulu. Bosen aku liatnya".
Jujur ya, ketika kalian berbicara seperti itu kepadaku, rasanya hatiku sakit banget. Tapi mau gimana lagi, "Tubuhku Memang Ringkih".
Katanya, kalau bayi tidak di berikan ASI atau kurang asupan ASI maka sistem imunnya akan menurun. Ya mungkin memang benar dan itu yang kini terjadi padaku. Kata ibu, ASI ibu susah. Soalnya ibu telat 6 tahun untuk melahirkanku. Jadi bahkan sewaktu kecil, saat aku sedang berdiri di depan rumah. Hanya berdiri saja. Tiba-tiba aku terjatuh. Padahal ibaratnya ga ada angin dan ga ada hujan. Dan itu terjadi lebih dari 1x. Ibu juga heran kenapa aku bisa kehilangan keseimbangan begitu. Ga di apa-apain ko jatuh ?
 Oh iya, waktu umur sekitar 2,5 tahun (ibu baru tahu pas aku umur 3 tahun-an), tiap aku ngambek atau marah atau ga di turutin maunya sama ibu, aku selalu bentur-benturin kepala ke tembok, pinggiran tempat cuci piring, pintu buffet, lantai, ujung meja dsb. Dan ibu baru tau hal itu dari tetangga yang sering memperhatikanku. Jadi tiap aku marah, aku lari dan melakukan itu. Di kira ibu aku nangis di kamar (seperti biasanya) makanya ibu diam aja. Ternyata aku malah begitu. Akhirnya pas terakhir aku begitu waktu aku lagi benturin kepala di pinggiran tempat cuci piring (masih di bawah cucian piringnya, soalnya ibu ga suka yang berdiri, cape katanya) alm ibu nahan kepalaku pakai tangannya dan itulah yang terakhir. Besok-besoknya aku ga begitu lagi karena memang ibu juga galak sih :D Tapi kata ibu kepalaku gapapa. Biasa aja, ga bengkak atau gimana. Dan pas aku sudah gede, pas SD atau SMP gitu, ibu bilang, “Anak kecil ko tau gitu-gituan ? Perasaan jaman dulu ga ada film yang ngajarin gitu deh. Ga kaya film jaman sekarang. Apa-apa ngelawan orang tua, main kekerasan. Dulu di ajarin siapa sih kamu?” Tapi berhubung gw ga ingat apa-apa, gw cuma bilang, “Lah, mana Aku tau bu. Aku aja lupa. Masa sih dulu Aku gitu? Ah, ibu ngarang nih”. Oke Pre Memory ya ^_^
Kini, akan ku ulas beragam penyakitku. Kalian tahu ? Aku juga ingin sehat. Aku juga lelah sakit seperti ini. Tolong jangan kucilkan aku hanya karena aku sering sakit-sakitan. Tolong jangan menjadi cuek dan tidak mau membantuku kalau aku sedang sakit. Aku minta maaf karena "dulu" sering merepotkan kalian. Oleh sebabnya, sekarang aku tidak mau meminta bantuan kepada kalian lagi. Karena aku tidak mau merepotkan kalian. 
Oke, ini adalah list penyakit yang aku derita. Sekali lagi, maafkan aku karena tubuhku yang terlalu ringkih.
- Aku adalah penderita "Celloid" sejak usia 3 atau 4 tahun. Celloid adalah bekas luka (biasanya luka bakar/panas) yang tidak bisa hilang & berujung menjadi seperti keriput.
- Aku adalah penderita Sinusitis sejak kelas 4 SD (pilek yang ga berhenti. Biasanya kambuh kalau dingin, banyak debu, kena air, hidungnya di pencet dsb. Tapi tenang, buat yang sering nanya "itu nular ga ?" Ini ga nular ko. Kalau nular mungkin daridulu ayah & almh ibu sudah ketularan kali ya :D)
- Dari aku kecil atau sebelum TK, aku sering sekali sakit kepala dan demam. Kalau sudah pusing dan demam, aku sampai ga masuk sekolah. Bahkan di ajak jalan-jalan sama ayah atau ibu saja, aku selalu pusing. Makanya ayah dan ibu lebih sering menyuruhku dirumah saja. Cape sedikit, aku langsung pusing. Di ajak shopping saja, aku pusing. Alhasil tiap mau pergi sama temen-temenku dirumah, ayah selalu bilang, "Kamu kuat ga ? Badanmu kan ringkih. Ayah cuma kasihan sama kamu aja". Aku demam juga bisa karena ga cocok dengan semprotan nyamuk (Maaf sebut merk : Baygon). Dari kecil kalau pakai itu langsung demam. Akhirnya ayah nyaranin ke ibu untuk ganti Hit dan Alhamdulillah ga apa-apa. Kalau aku minum air rebusan atau air isi ulang juga bisa demam dan batuk pastinya.
- Aku adalah penderita amandel dan pasti berujung pada radang tenggorokan. Makanya jadi demam terus :D
- Aku adalah penderita Maag. Tak tahu sejak kapan.
- Aku adalah penderita Hypertensi atau Darah Tinggi sejak SMP Kelas 2 (mungkin karena ayah & almh ibu adalah penderita hypertensi). Kalau sudah kambuh pernah sampai 160/100. Itu bangun aja ga bisa. Kepala mau pecah rasanya. Sumpah sakitnya ga bisa di jelasin deh. Badan kaku semua. Tapi gapapa masih berasa pusing jadi mudah ditangani. Kalau almh ibu sudah ga berasa. Jadi ga ketahuan dan ternyata............
- Aku gampang kagetan. Kalau sudah kaget, aku bisa sesak nafas dan langsung pusing. Makanya sampai detik ini kalau ke DUFAN, aku ga pernah naik yang aneh-aneh. Terakhir ke DUFAN pas sebelum TK, cuma masuk Istana Boneka sama almh ibu dan naik kuda-kudaan. Udah itu aja. Ayah & almh selalu ngelarang ke DUFAN karena itu, aku “ringkih”.
- Aku ada masalah dengan ususku sejak lulus SMA. Tiap aku makan pedas, asam ataupun telat makan, aku selalu pendarahan. Mules seperti ingin BAB tapi (maaf) tidak ada fesesnya. Hanya darah yang mengalir seperti pipis.
- Aku ga boleh makan nasi terlalu banyak. Kalau banyak, aku akan pusing. Kata dokter klinik, karena ususku bermasalah. Jadi ketika makan nasi banyak/minum banyak, usus akan bekerja lebih berat. Otomatis akan meningkatkan asam lambung dan pusing.
- Sejak kuliah, Hb ku jadi turun dan lagi-lagi berujung pusing. Padahal dulu Hb ku berlebihan (± 21) sampai aku harus rutin donor darah. Tapi sekarang, aku sudah tidak bisa donor darah karena Hb ku rendah. Terakhir check tahun 2011, ± 11. Minimal Hb untuk donor adalah 13,5.
- Kepalaku ga bisa di ajak kerja berat. Kalau sudah bikin tugas yang banyak dan ribet, kepalaku langsung pusing dan ga sembuh-sembuh dalam 3 atau 4 hari. Makanya dulu, tiap mulai pusing, ibu selalu membuatkanku teh manis hangat.

Oke, sepertinya itu saja list penyakitku. Intinya adalah dari kecil aku memang sering pusing. Dulu pas SMA kelas 2, aku pernah berobat ke Ust. Maulana Sanusi yang di ANTV itu. Biaya berobatnya cukup mahal, 1 bulan untuk obatnya saja menghabiskan 3,6juta. Waktu berobat kesana, dia bilang kalau aku ada penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di otak. Makanya sering pusing. Dia memintaku agar berhati-hati kalau jalan atau sedang berkendara. Ditakutkan kalau aku jatuh dan kepalaku terbentur, aku akan stroke ataupun meninggal. Dia juga sudah bilang kalau aku jangan terlalu banyak makan nasi, nanti bisa pusing. Tapi penjelasan secara medisnya baru ku ketahui saat baru-baru ini aku berobat ke klinik dekat kost. 
Aku sudah tidak berobat di dia lagi. Kasihan ayah ngabisin banyak uang hanya untukku. Lagipula obatnya bau dan pahit banget. Jamu gitu.
Oke sekian ceritaku. Sekali lagi aku minta maaf jika selalu merepotkan kalian semua. Tapi inilah aku, "Tubuhku memang ringkih"

Sunday, 24 November 2013

My Wish List

Assalammualaikum. Hello guys, seperti cerita sebelumnya yang berjudul "Inilah Kehidupan". Kali ini aku ingin melanjutkan cerita tersebut. Tapi dalam tulisan ini aku ingin menulis semua daftar keinginanku. Mudah-mudahan segera Allah mudahkan. Dulu di Kutipan Profil FB, aku menulis ingin bekerja di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dan insya Allah Januari nanti aku akan PKL di BATAN. Alhamdulillah sekali rasanya. Mudah-mudahan itu awal aku dapat bekerja disana. Walaupun resiko yang ku terima cukup besar. Kabarnya kalau perempuan kerja disana, maka tingkat kemandulannya akan tinggi. Karena radiasi disana tinggi dan cukup berbahaya bagi kandungan perempuan. Tapi Wallahu'alam saja deh ya :)
Oke, inilah daftar keinginanku. Banyak barang yang ingin aku beli sekali. Seperi cerita terdahulu, kalau saja aku tidak membiayai hidupku sendiri selama di Semarang ini. Mungkin aku sudah bisa membeli semua barang yang aku inginkan. Tapi tak apa. Dengan bisa membantu ayah dan diriku sendiri saja, aku sudah bangga. 
Yeaaaaaaaaaah, this's my wish list ^_^
- Ganti LCD Laptop yang masih rusak ini. 
Sudah dari September nih LCD rusak :(
- Ganti Kacamata 

Waktu itu hilang di kampus pas habis UTS. Sekarang pakai kacamata lama yang minusnya beda. Eh malah jadi gatal-gatal matanya & ngeluarin uang 100ribu buat berobat -_-
- Beli Tas baru (read : Exsport / Neosack)
Soalnya tas buat ngampus cuma 1.
- Beli Emas
- Beli Novel (read : Magical Seira & series, I For You dll)
- Beli HP baru (read : Nokia Lumia 920 / Samsung Galaxy S4 Mini / IPHONE). 
Soalnya HP sekarang masih Nokia 1650 :D
- Beli IPAD
- Beli Perawatan Wajah & Tubuh. Soalnya sudah lama cuma beli bedak & facial wash aja.
- Beli Wedges Custom yang di Bandung (Read : Aprillia Montana)

Kayanya segitu dulu deh. Lupa mau nulis apa lagi. Hehehehe ^_^


Wednesday, 6 November 2013

Inilah Hidup, Semoga Bermanfaat ^_^

Hello Guys. Apa kabarnya ? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT ya ^_^
Kali ini aku mau berbagi cerita yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kalian. Ya mudah-mudahan feed back nya bisa membuat kalian lebih menghargai yang namanya "UANG" dan bisa belajar lebih dewasa dari pengalamanku ini.

Aku adalah seorang anak tunggal dari keluarga yang biasa saja. Tidak kaya dan tidak pula kekurangan. Aku hidup sederhana, ya biasa saja. Aku bahkan sekarang hanya memiliki 1 unit Motor. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan keluarga almarhumah ibuku dan keluarga ayahku. Kenapa begitu ? Ya, keluarga besar almh ibu di dominasi oleh keluarga yang bisa di bilang sangat kaya. Bagaimana tidak, mobil mereka lebih dari 3. Bahkan mereka sering kali berjalan-jalan ke luar negeri. Ibuku pun pernah cerita kalau kakak-kakaknya dulu sewaktu muda sudah sering keliling dunia. Tapi lain halnya dengan keluarga ayahku, mereka bisa di kategorikan tidak mampu. Banyak rumah dari adik dan kakak ayahku yang belum di keramik, ya masih semenan saja. Bahkan rumah orang tua ayahku yang sekarang di tinggali oleh kakak ayahku sudah bagaikan rumah mau roboh. Tidak lagi ada plafon, langit-langit rumah terlihat dan kayunya sudah sangat rapuh. Tapi kalau rumah itu di jual, harganya bisa 4-5 kali lipat dari harga rumahku. Hal itu karena lokasi rumah keluarga ayahku yang strategis. Rumahku bisa dibilang cukup besar. Sampai-sampai tiap aku meminta SKTM tidak pernah di berikan oleh ketua RT nya dengan alasan rumahku yang besar & kondisi keluarga ibuku yang kalau sudah kumpul keluarga, mobil bisa penuh 1 gang rumahku, berderet sampai kadang harus keluar gang. Ya tapi itukan keluarga mereka, bukan keluarga intiku (ayah, aku dan almh ibu).
Oke, aku pernah mengalami kehidupan yang bisa dibilang tinggi. Dulu aku selalu belanja 2 minggu sekali sampai 500-700ribu di sebuah pasar swalayan dekat rumah. Itu ukuran yang cukup tinggi ya karena hanya untuk kami bertiga. Ya apapun yang aku minta selalu di usahakan untuk di penuhi oleh ayahku. Ayah dan ibuku itu keras. Walaupun aku anak tunggal, tapi setiap permintaanku tidak pernah langsung di turuti. Tapi mereka selalu mengusahakannya. Kalau ada, ya di penuhi. Kalau tidak, ya aku harus bersabar sampai bisa dipenuhi. Dari kecil aku memang tidak pernah meminta yang macam-macam sama ayah. Waktu SMP saat teman-temanku sudah pegang Hp, aku belum. Tapi waktu aku juara 3 Olimpiade Fisika di sekolah, akhirnya ayah membelikanku Hp walau second (hp ponakannya ayah yang dijual karena mau ganti hp). Awalnya aku gaptek, ga ngerti sama sekali. Tapi pas coba-coba sendiri akhirnya bisa. Di saat banyak teman-teman yang mengendarai motor, aku masih menggunakan sepeda untuk bersekolah. Soalnya ayah daridulu juga tidak mau beli motor dengan alasan lebih nyaman naik angkot, bisa tidur katanya. Hingga akhirnya ibuku membeli sebuah motor matic hasil tabungannya. Tiap ada uang, ibu selalu nabung di kakak perempuannya. Tapi yang bantu beliin motor itu kakak laki-lakinya ibu (sudah alm juga).
Nah, sewaktu SMA pun aku masih di ajarkan mandiri. Aku di ajak ibu untuk ikut arisan ibu-ibu dirumah. Seharusnya 300ribu/bulan. Tapi karena aku masih SMA dan uang jajanku hanya 10ribu/hari, akhirnya aku ikut setengah saja (150ribu/bulan) dan ibu satu setengah. Yaaaaaaap, namaku sepertinya rezekinya seret (kata ibu) soalnya kalau pakai namaku dapatnya selalu pas mau akhir. Tiap hari aku tabung uang 5ribu ke ibu. Atau lebih seringnya aku ga bawa uang jajan, aku bawa bekal saja biar uangnya bisa ditabung buat arisan. Akhirnya aku pun dapat arisan 1,5juta. Langsung uangnya aku beliin cincin emas 22 karat seharga 500ribu (2gram). Sisanya aku beliin ayah sepatu buat badminton dan aku kasih ibu. Ya dari kecil tiap ada uang, aku selalu beliin ayah atau ibu hadiah. Tiap mereka ulang tahun pun begitu. Kalau ada saudara yang kasih uang, uangnya aku kasih ke ibu terus. Waktu kelas 2 SMA aku ingin sekali ganti hp, akhirnya aku ga di kasih jajan selama 2 bulan oleh ayah, aku hanya membawa bekal saja sebagai gantinya. Jadi, uang yang ibaratnya uang jajan, aku belikan untuk hp 7210 supernova. Nah waktu itu ayah lagi butuh hp, akhirnya aku suruh ayah pakai hp ku dan aku beli Hp Imo yang cuma 350ribu (kalau tidak salah ingat). Ayah itu kalau berantem sama ibu selalu saja banting hp & akhirnya rusak. Ayah selalu menolak untuk memakai hp ku. Tapi daripada beli lagi yang mahal, lebih baik aku yang mengalah. Hingga saat ini pun begitu. Waktu aku mau masuk PTN dan perlu dana cukup besar, akhirnya ibu menjual emas kesayangannya (dulu dia beli cuma sekitar 1,5juta dan saat dijual hampir 8x lipatnya) dan menjual motorku (hadiah ultahku yang ke 17). Dan saat ini kehidupanku sedang berada di bawah. Aku stress ?? Iya bisa jadi. Sejak ibu ga ada, entah kenapa kehidupan financial kami seperti ini. Mungkin aku terlalu frontal disini, tapi aku hanya ingin berbagi cerita saja. Sejak 1 Juli 2012 aku memiliki usaha online shop. Hasil dari usaha ini cukup banyak. Dulu waktu ayah masih rutin mengirimkan uang untuk kebutuhanku di Semarang, aku pernah mendapat uang kurang lebih 4 juta/bulan. Tapi sekarang aku sudah tidak dapat menghitung berapa uang hasil jualanku itu. Karena sudah sejak ibu meninggal, aku membiayai hidupku sendiri. Keuangan ayahku benar-benar menurun. Ya ayah memang masih mengirimkan uang beberapa kali. Tetapi tidak rutin. Daridulu ayah selalu mengirimkan uang kalau ada, kalau tidak dikirim berarti tidak ada uang. Dan sekarang hampir bisa dibilang tidak pernah dikirim. 
Aku termasuk orang yang royal. Apalagi kalau sedang ada uang. Aku sering traktir temanku yang sekiranya kurang mampu. Aku juga sering meminjamkan uang ke teman-temanku yang uang bulanannya belum dikirim. Apalagi untuk urusan makanan, bisa dibilang aku sangat royal. Kalau males makan keluar, aku sering banget delivery KFC, HokBen atau tempat makan lain di Tembalang (area kost). Aku juga boros baju jadi kalau laundry, ga sampai seminggu bisa sampai 8-9kg. Kalau misalnya selesai kuliah pertama jam 10 dan kuliah lagi jam 1 siang, aku selalu pulang dan akhirnya keluar ongkosnya double. Aku kalau pulang ke rumah atau balik Semarang sering banget naik kereta Eksekutif. Bisa di prediksi kan berapa pengeluaranku tiap bulannya ? Dan semua itu kini aku yang biayai sendiri. Kalau penghasilan online shop ku sepi, aku bahkan sampai ga makan sampai semingguan atau sampai uang itu ada kembali. Aku pernah beberapa kali akhirnya minta uang lagi sama ayah. Dengan kata "maaf" akhirnya aku minta uang ke ayah lagi.
Padahal aku tau kalau ayah sedang tidak ada uang. Akhirnya dikirimkanlah 150ribu-200ribu. Untuk bulan ini saja aku hanya dikirimkan 500ribu oleh ayah. Itu juga karena aku yang minta. Aku dari awal usaha online shop tujuannya 1, yaitu nabung untuk Haji ibuku. Aku bahkan sudah tanya-tanya ke bank "M" tentang tabungan haji. Tapi karena syaratnya uangnya harus di freeze (tidak bisa di ambil) selama 2 tahun, akhirnya aku membuka tabungan reguler untuk mahasiswa. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, ibuku lebih dahulu di panggil sebelum ia menunaikan Haji. Akhirnya aku pengen banget ganti Hp Nokia Lumia 920 karena Hp teman-temanku bagus-bagus dan hp canggih merupakan salah satu faktor pendukung di dunia kuliah. Awalnya sih pengen Samsung Galaxy Ace 2 atau S3 Mini. Tapi Allah masih berkehendak lain. Aku harus menahan keinginanku karena uang hasil usahaku harus aku gunakan untuk kebutuhan hidupku disini. Bahkan, kemarin pas dirumah (tanggal 3 November 2013) ayah untuk kali pertamanya mengucapkan "Terima Kasih" kepadaku. Karena menurutnya tanpa usahaku mungkin sekarang aku sudah sangat kesulitan di Semarang. Tiap ayah menawarkan untuk mengirimkan aku uang "sekiranya", aku selalu mengatakan, "Tidak usah yah. Aku masih ada uang ko. Uangnya buat ayah makan saja". Aku tahu akalau ayah juga pasti cuma makan mie aja tiap hari. Jadinya aku tolak tawarannya, walaupun aku juga sedang membutuhkan uang. Jujur, tiap aku pulang ke rumah, ayah dan aku makan pakai uangku dan ayah pun beli rokok pakai uangku. Aku sih mikirnya kalau aku bisa bantu ayah, kenapa engga ? Toh uang yang dari aku kecil hingga sekarang ayah keluarkan, belum sebanding dengan semua uang yang sudah aku hasilkan dan aku berikan ke ayah. Coba hitung, misalkan per bulan dengan kehidupanku yang kira-kira 1,5-2,5juta di kali kira-kira 15 bulan (terhitung sejak ibu meninggal), sudah berapa banyak uang yang aku hasilkan ? Ya aku tetap bersyukur dengan semua penghasilanku yang setidaknya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhanku disini. Dulu sekitar Februari 2013, aku pernah menghabiskan uang hampir 1juta untuk berobat ke RS karena penyakitku. Tapi hasilnya nihil. Masih kambuh sampai sekarang. Ayah pun ga tau kalau aku ke RS. Semua murni uangku. Deg-degan pas mau bayar, takut uangku ga cukup. Dan benar, hanya 2x ke RS, uangku sudah terkuras banyak. Tapi tak apa, asalkan tidak lagi merepotkan ayah. Ga cuma biaya ke RS. Aku sudah sering ke klinik dekat kostan. Sudah tak terhitung berapa kali kesana. Karena memang tubuhku "ringkih".
Pekerjaan ayahku adalah wiraswasta Tekhnisi Radio Komunikasi. Mungkin kalian pernah melihat Argo Taxi (seperti radio yang memunculkan tarif di radio), Radio Komunkasi di Taksi atau bahkan Tower Pemancar Radio Taksi ? Nah itulah yang ayahku kerjakan. Sekarang usahanya sedang sepi sekali karena beberapa taksi sekarang menggunakan sistem Chip, bukan radio taksi lagi. Oh iya sudah sejak Januari 2012 setiap ayah ada kerjaan untuk memasang Argo dan Taksi di luar kota, ayah jadi menjaminkan surat xx ku di toko tempat ayah mengambil radio dan argo tersebut. Memang pemilik tokonya sudah kenal ayah sejak ayah lulus STM. Tapi menjaminkan surat tsb menurutku bahaya juga. Awalnya waktu masih ada ibu, ayah telat izinnya dengan ibu. Padahal surat itu a.n ibu karena memang ibu yang beli. Biasanya memang hanya 2-3bulan ayah bisa melunasi uang itu. Karena pembayaran dari pihak Taksi terkait cukup cepat. Tapi saat ini sudah hampir 8bulan, surat tsb masih di toko. Karena pembayaran dari pihak Taksi yang aku ketahui ternyata di Kalimantan atau NTB (aku agak lupa) sangat lama. Akhirnya satu per satu peninggalan ibu pun ikut tergadai. Cincin ibu yang ada 3 serta liontin Ka'bah asli emas Dubai ikut tergadai. Bahkan waktu Oktober lalu aku harus menbayar uang kost sebesar 2,1juta (per 3 bulan), akhirnya patungan bertiga dengan tanteku. Tanteku 1 juta, aku 600ribu dan ayah 500ribu. Hingga saat ini pun aku masih belum membayar ke tanteku. Subhanallah, itu yang aku ucapkan ketika ayah menujukkan 2 perhiasan yang ia temukan di lemari ibu. Ayah ga bisa bedain emas asli & imitasi, jadi dia selalu tanya kepadaku dulu. Dan Subhanallah itu asli. Padahal selama ini aku sendiri ga tau kalau masih ada emas itu. Padahal cuma aku yang tau dimana emas-emas ibu. Memang, keuangan dirumah biasanya aku dan ibu yang handle. Kalau ayah dapat uang banyak pun, aku yang menyimpannya.
Kemarin ayah meminta izin untuk menggadaikan kedua emas tsb. Tapi aku larang. Aku berfikir selesaikan satu-satu masalah keuangan. Kalau emas tsb digadaikan juga, bagaimana melunasi semuanya ? Sedangkan itu adalah peninggalan ibuku. Akhirnya aku simpan emas itu dan ayah janji ga akan usik emas itu tanpa seizinku. Tadinya ayah memintaku untuk mebawa emas tsb ke Semarang, tapi aku tdak tega dengan ayah. Akhirnya hanya aku simpan di suatu tempat. Kemarinpun ayah bertanya dimana tempatnya dan akhirnya aku beritahu dengan catatan, jangan usik emas tsb tanpa seizinku dan ayah menyetujui. Maaf, bukan bermaksud penjadi penguasa sedangkan aku hanya seorang anaknya. Tapi ini lebih karena aku ingin menjaga semua penginggalan ibuku dan menjaga keuangan kita. Waktu aku mau balik Semarang pun, akhirnya aku memberikan ayah sedikit uang untuk pegangan dia. Karena aku tau, ayah sering ga makan kalau ga ada uang. Aku pun begitu. Kalau ga ada uang, aku harus berjalan kaki dari kampus sampai kost. Sedangkan jarak fakultasku ke kostan ku cukup jauh dan jalannya naik turun. Cape memang, apalagi Semarang panas. Ya alhasil bajuku basah semua dan aku jadi boros baju. Aku juga pernah ga makan berhari-hari, hanya banyak minum air putih untuk menahan lapar. Tapi aku berusaha untuk tidak meminta bantuan orang lain. Karena aku fikir, kita sama-sama perantau. Ga enak kalau merepotkan. Ya tapi inilah hidup. Ga selalu di atas.
Kalau dihitung sepertinya aku sudah bisa membeli Ipad dan Hp impianku. Mungkin juga bisa untuk cicil motor. Tapi apa daya. Mungkin belum saatnya. Hampir tiap malam aku searching Hp Lumia 920 second di Kaskus. Ya hanya sekedar lihat-lihat saja. Berharap suatu saat keuangan ayahku membaik dan aku bisa membeli hp itu. Ayah pernah hampir nangis pas ayah melihatku sedang lihat-lihat hp di laptop. Ayah bilang, kalau ayah kasih uangku rutin, mungkin aku sudah bisa beli yang aku mau. Bahkan sekarang sebenarnya LCD laptopku rusak. Untuk menulis cerita inipun aku agak kesulitan. Karena layar laptoku abu-abu gitu. Ga jelas tulisannya. Ayah belum ada uang untuk membenarkannya dan uangku pun fluktuasi. Kadang ada dan kadang engga. Jadi aku tidak bisa menabung untuk ganti LCD laptop. Kalau tidak salah harga LCD sekitar 900ribu. Aku waktu itu sudah ada uang sampai 500ribu. Tapi aku tahan untuk ganti LCD. Aku lebih mengedepankan biaya hidupku disini. Aku juga sering ingin ganti tas. Sebenarnya aku ada uang untuk ganti tas. Tapi lagi-lagi aku harus pakai skala prioritas. Bahkan ketika aku menulis inipun (6 November 2013), aku hanya punya uang 100ribu. ATM kosong sama sekali. Karena waktu dirumah sudah aku pakai uangku untuk aku dan ayah makan. Aku ga tau sampai kapan aku ada uang lagi. Oleh karenanya harus hemat hemat. Makan dengan nasi sedikit saja biar bayarnya murah :) Ini juga aku tahan tidak makan biar uangku tetap cukup. Walaupun kadang maag ku akhirnya kambuh. Tapi aku sediakan obat maag biar ga mahal ke dokter klinik.
Mudah-mudahan kedepannya Allah memberikanku rezeki yang melimpah dan pastinya berkah. Karena kalau tidak berkah, pasti selalu merasa kekurangan. Dan dengan hasil usahaku sekarang, aku rasa ini berkah. Sedikit tapi aku tetap merasa tercukupi. Untuk semua teman-teman yang baca, jangan pernah kalian menyalahgunakan uang yang sudah orangtua kalian berikan. Hargai uang itu dan hargai setiap yang Allah berikan. Inilah hidup. Roda berputar. Bahkan dengan semua masalah ini, aku jadi harus lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak. Dari semua pelajaran yang Allah berikan. Entah itu kepergian ibu sampai kebutuhan financial yang seperti ini, secara tidak langsung mengajarkanku utnuk menjadi lebih dewasa walaupun aku anak tunggal. Tidak boleh manja dalam menjalani hidup ini. Sepahit apapun itu. Mudah-mudahan pahitnya hidup ini menjadikan derajat kita meningkat di hadapan Allah. Pastinya walau kita sedang berada di bawah, jangan pernah melupakan Allah dan melupakan orang sekitar kita yang leih membutuhkan. Walaupun mungkin kita sedang kekurangan juga, jangan pernah pelit memberikan uang kita kepada orang yang lebih tidak mampu dibanding kita. Sekedar berbagi, aku pernah hanya memiliki uang 6ribu. Sisa 6ribu dan untuk makan. Tapi waktu ada sumbangan untuk Baksos, akhirnya aku sumbangkan semua uangku dan Alhamdulillah besoknya ayah mengirimkan 1,2juta. Berapa kali lipat coba dari uang yang aku sumbangkan ? Tapi ya tetap 1,2juta harus dihemat-hemat sampai ayah kirim lagi. Dan ternyata kirimannya sangat lambat. Namun Alhamdulillah, uang jualanku setidaknya cukup untukku disini walau sering juga aku ga ada pemasukan sama sekali dan harus putar otak, bisnis apa lagi biar aku ada uang ?? Oke sekian ceritaku. Maaf jika terlalu panjang. 
Terima Kasih ^_^

Tuesday, 29 October 2013

Happy Wedding & Good Bye, Deluti 11411

Hello Guys. Sudah lama ya aku ga nulis di blog ini. Lebih tepatnya sudah lama aku ga curhat di blog ini. Hehehehe :D Malam ini tepatnya tanggal 29 Oktober 2013 atau H-8 seseorang yang akan aku ceritain disini melangsungkan pernikahannya.
Oke, mungkin pernah inget sama cerita aku tentang "Prajuritku Deluti 11411" atau bagi yang belum baca, bisa disini  atau kalau mau baca surat dia, bisa klik ini
Yupz, sebut saja namanya Deldi. Dia adalah orang pertama dan terakhir yang pernah aku kenalkan ke almarhumah ibuku sebagai pacarku. Iya, sebelumnya aku belum pernah mengenalkan lawan jenisku sebagai pacar di depan orang tuaku apalagi keluarga besarku. Tapi lain hal nya dengan Mas Deldi. Dia orang pertama yang aku kenalkan ke ayah dan ibu serta beberapa keluarga besarku. Entah kenapa aku sangat yakin untuk mengenalkan dia ke orang tua dan keluargaku kala itu. Mungkin karena memang usia kita terpaut cukup jauh yaitu 6 tahun dan mungkin karena pekerjaannya yang menurutku sudah mapan sebagai TNI AD.
Dari kecil, setiap aku mau main keluar harus izin dahulu sama ibu dan ayah. Nah pas dia ngajak aku keluar, ibu bilang langsung kerumah saja. Sekalin ibu kenalan sama dia. Oh iya aku kenal dia dari temanku waktu SMP. Temanku adalah anak seorang Kolonel AD (dulu pas SMP masih kolonel, mungkin sekarang sudah naik pangkatnya :D) dan Mas Deldi itu bisa di bilang Ajudannya dia. Waktu itu aku memang sedang jomblo dan minta di carikan pacar. Akhirnya temanku mengenalkanku dengan Mas Deldi. Perkenalanku dengan Mas Deldi cukup singkat. Kurang dari 1 bulan, aku dan dia akhirnya berpacaran. Tepat tanggal 11 April 2011, tanggal yang bagus kan ? Hehehe :p
Selama berpacaran sama Mas Deldi, dia itu orangnya galak (mungkin tegas kali ya), agak kolot (soalnya masih suku banget) dan romantis. Mas Deldi itu pacarku yang paling lama dan paling tua umurnya. Waktu aku pacaran sama dia, umurku 18 tahun dan dia 24 tahun. Aku pacaran sama dia kurang lebih 6,5 bulan. Itu juga kita putus karena aku emosi. Dia itu kalau ga di turutin omongannya dan mau nya, pasti marah. Kalau aku bilang, "Yaudah kamu shalat dulu sana atau kamu makan dulu sana". Pasti dia marah. Soalnya menurut dia, kata "sana" itu sama hal nya dengan mengusir. Makanya aku bilang dia kolot :p
Ya tiap dia marah pasti minta putus, walaupun nanti baik lagi sendiri. Ya bisa dibilang kata "putus" cuma gertakan dia aja dan aku selalu pertahanin dia serta minta maaf mati-matian biar ga putus. Soalnya aku emang kalau sudah sayang, ga akan aku lepasin. Dan dia itu kalo malemnya bilang putus dan cuek banget pas aku mau pertahanin, tapi besoknya dia malah upload foto aku dan tag ke aku dengan nama panggilan kesayangan dia ke aku, "Dudul Jelek". Hal itu menandakan kalau dia ga serius bilang putus, cuma gertak aku aja. Hehehe :D
Nah waktu aku di Semarang dan lagi sibuk-sibuknya "OSPEK" dan bikin banyak tugas kuliah, dia mancing emosi aku lagi dengan hal biasa, yaitu gampang bilang putus. Jadi waktu itu, aku ga hubungin dia karena aku memang dari pagi sampai malam banyak kegiatan dari kampus. SMS dia hanya aku balas seadanya. Tapi aku bilang kalau aku sedang ada kegiatan. Tiap aku bergadang bikin laporan atau jurnal atau tugas lainnya sambil online Fb, dia marah. Dia anggap aku cewe nakal yang sering online malam-malam sambil bergadang (tuh kan kolot lagi). Aku sudah jelasin kalau aku sambil bikin tugas. Tapi dia tetap marah & nyuruh aku tidur. Iya emang sih niat dia bagus, cuma ga mau aku kenapa-kenapa kalau bergadang. Tapi kan ga harus ngomong gitu ya. Tiap aku ga dengerin mau nya dia, dia bilang aku keras kepala dan lain-lain lah. Akhirnya pas aku lagi bikin laporan dan dia marah-marah ga jelas terus karena aku sibuk. Yaudah pas dia bilang putus, aku malah meng"iya"kan.
Aku sama sekali ga coba pertahanin dia seperti biasanya.  Habis aku pusing banget sama tugasku yang numpuk. Yaudah aku males banget untuk coba pertahanin lagi. Besoknya dia telponin aku terus buat minta maaf dan pastiin kalau ucapan "yaudah kalau mau putus" yang kemarin aku lontarkan itu ga serius. Tapi aku tetep kekeh mau putus. Ga tau kenapa. Walaupun dia ngajak balikan terus, tapi aku ga mau. Padahal selama ini aku sayang sama dia. Mungkin aku udah terlalu cape sama dia. Akhirnya kita fix putus tanggal 25 Oktober 2011. Tepat 6,5 bulan. Tapi setelahnya aku malahan kangen dia lagi dan kita masih kaya pacaran, atau bisa jadi seperti HTS (Hubungan Tanpa Status). Tapi aku tahan aja dan ga berusaha balikan. Soalnya dia juga ga bisa LDR sih katanya. Makanya waktu aku mau ke Semarang untuk pertama kuliah, dia ga datang ke stasiun. Bahkan malam sebelum aku berangkat, dia datang ke rumahku pakai baju dinasnya yang warna loreng itu sambil bawa Lampu Tidur bentuk kapal dan Roll Kabel. Dia kelihatan nahan nangis pas malam itu. Tapi dia ga mau nunjukkin ke aku. Cuma ibuku yang merhatiin matanya yang udah mulai berkca-kaca natap aku. Ya memang sebenarnya ibu sangat setuju kalau aku dengannya. Tapi hanya 1 yang membuat ibu jadi berfikir 2x, yaitu karena dia orang Minang. Soalnya aku dapat kabar dari tetangga-tetangga dirumah, senior pas SMA dll yang orang Minang kalau Minang dia itu bahaya. Sesama Minang aja ga boleh sama Minang daerah dia. Apalagi yang bukan Minang. Aku ga bisa jelaskan disini, tapi memang waktu masih pacaran 1-2 bulan, tiap aku sediakan minum, dia tidak pernah mau minum. Tapi pas udah lebih dari 2 bulan, dia malahan yang minta minum. Hehehhe :p Eh iya tapi dia pacar pertama yang makan masakan aku loh. Bahkan sampai ketagihan :p
Oke aku ga bisa banyak cerita tentang dia disini. Intinya aku sedih banget karena tanggal 6 November 2013 nanti dia akan menikah. Iya dengan gadis yang sesuku dengannya. Salah satu alasan dia tidak mau melanjutkan hubungan serius denganku juga karena aku orang Jawa dan dia orang Minang. Dia pernah bilang, "kalau kamu orang Padang juga, aku pasti cepet lamar kamu. tapi sayang kamu orang Jawa. di keluargaku anti sama orang Jawa. kalau bisa ya sesama Minang". Aku kaget pas dapat kabar dia mau nikah. Soalnya pas habis Idul Fitri kita masih telponan biasa. Ya emang pasca putus, kita masih komunikasi walaupun ga intens. Malah tiap aku mau ke Bekasi, dia selalu ngajak ketemuan. Walaupun hanya 1-3 kali kita ketemu. Soalnya dia ga mau kerumahku dengan alasan malu sama tetanggaku karena kita sudah putus, sedangkan ayah mau nya dia kerumahku. Ya memang semua tetangga tahu kalau dia pacarku dan semua selalu bilang kalau kita mirip. Tapi sekarang dia malah mau nikah sama perempuan lain :'( Padahal dulu pas pulang jalan sama aku dan pas aku meluk dia di motor dalam kondisi hampir tidur (aku sering tidur di motor soalnya :p) dia bilang, "Aku sayang banget sama kamu. Baru pertama kali aku jalan sama perempuan dan harus izin sama orang tuanya. Harus mulangin kamu kerumah tepat waktu. Itu tuh tanggung jawab yang besar, sayang. Dulu aku kalau mau ajak perempuan jalan, tinggal ketemuan diluar jadi. Nah sama kamu, harus izin, harus tepat waktu. Aku beneran sayang banget sama kamu" (sambil pegang tangan aku erat banget pas aku hampir tidur di motor itu). Pokoknya tiap jalan sama dia dan aku tidur, dia pasti bawa motornya cuma 1 tangan. Tangan satunya pegangin tangan aku biar ga jatuh. Padahal motor dia kopling (Scorpio Z, sekarang CBR). Jadi kadang dia bawa motornya pelan-pelan kalau memang dia ga bisa pegangin tanganku terus-terusan. Kalau di jalan juga dia emang sering megangin tangan aku, misalnya lampu merah nih, dia megangin tangan aku terus sambil ngusap-ngusap tangan dan kaki aku. Hufht masih sayang sama dia ? Bisa jadi. Wong dia yang pertama aku kenalin ke ortu dan keluarga. Dia segalanya sih (dulu).
Oh iya, waktu aku telponan sama dia, dia memang bilang kalau dia target nikah tahun ini. Dengan siapapun pasangannya nanti. Dan aku ga nyangka ternyata calon istrinya baru kenal beberapa bulan dengan dia. Kalau ga salah baru kenal 3 bulan. Singkat juga ya. Padahal kabarnya pasangannya itu baru putus sama mantannya setelah 5,5 tahun pacaran. Terus di saat galau, di deketin deh sama Mas Deldi hingga luluh :p Pasangannya orang Pasaman juga. Tapi Pasaman Timur, sedangkan Mas Deldi dari Pasaman Barat. Calon istrinya adalah seorang perawat. Waw perasaan setiap orang angkatan selalu sama perawat dan sejenisnya deh :'(
Jujur, sampai detik ini aku masih simpan semua kenangan dari dia. Entah itu foto, tiket nonton, tiket masuk Ancol dan semua pemberian dia. Tapi bros laba-laba dan gelang yang terukir "Deluti 11411" hilang pas di Monas :'(

Ini dia kumpulan tiket nonton dan tiket masuk Ancol yang aku scan.  Eh iya tiap ke Ancol, yang bayar cuma aku. Dia & motornya gratis. Soalnya dia nunjukkin KTA (Kartu Tanda Anggota). Coba perhatiin tiketnya, cuma aku kan yang bayar. Hahahaha :D Oh iya tanggal 15 Oktober bahkan aku masih jalan loh sama dia. Eh 25 Oktobernya malah :'(

    

Ini cover depan kartu ucapan yang dia kasih pas Ulang tahunku tanggal 11 Agustus 2011. Dia tau aku suka warna biru, makanya kartunya warna biru ^_^


Ini dia isi kartu ucapannya, cukup so sweet menurut ibuku :D


Ini boneka beruang Jumbo pertama yang aku punya dari dia ^_^



Nah, sebelum nulis suratnya dia nulis ini ^_^



Isi suratnya secara full :D



 Isi suratnya yang di zoom setengah. Kata ibuku, ga nyangka ternyata Deldi romatis ya. Kelihatannya galak padahal ^_^



















Isi suratnya yang di zoom setengah ^_^



















Ini dia lampu tidur bentuk kapal yang dia kasih sambil nahan nangis ^_^


Ini jam tangan sekaligus gelang pertama yang dia kasih pas baru jadian



Ini cincin yang ada ukiran nama "Deluti 11411" dari dia pas kita ke Ancol dan gelang yang pas aku beli di Monas sekaligus beli buat temen-temen di Semarang. Tapi sekarang gelangnya udah patah, kayu soalnya :D
Daridulu Mas Deldi bilang ga suka pake cincin, tapi ga tau kenapa pas di Ancol dia langsung nyuruh aku milih model cincinnya dan dia juga yg request ke penjualnya untuk di ukur tulisan "Deluti 11411" ^_^



Ini bingkai yang dia kasih. Bagian fotonya bisa di putar-putar ^_^

















Nah, kalau di putar baliknya foto dia yang ini :)















Ini foto dia pakai Kemeja yang aku & ibu beliin waktu Ultah dia yang ke 24, tanggal 6 Juli 2011. Aku dan ibu malemnya ke toko baju & ibu yang milihin kemeja ini. Bahkan di bungkusnya pakai kotak kado yang dulu budeku kasih ke ibu pas ibu ulang tahun. Ibu ga pernah mau pakai kotak itu. Selalu dia simpan, ga tau kenapa pas ultah Mas Deldi, ibu malah masukin kemejanya ke kotak itu. Kata ibu, udah buat deldi aja kotaknya. Bahkan ibu juga yang potongin kartu ucapannya dari kertas kado dengan bentuk hati gitu :(



Ini foto dia dengan piyama mandiku. Waktu itu habis berenang di Snow Bay, TMII (pertama & terakhir juga sama dia kesana). Sempat ga di bolehin sama ayah pergi renang sama dia. Tapi akhirnya di izinin. Toh aku juga pake baju renang muslim ko :D


Ini pas di PRJ tahun 2011




















Aku belum pernah ke PRJ sama sekali. Akhirnya aku maksa dia ke PRJ sore-sore. Jadi itu pertama dan terakhir aku ke PRJ sama dia. Hahaha dan foto kita berdua cuma itu yang aku punya. Soalnya selebihnya di Hp dia. Yang di cetak cuma itu aja. Hp aku kan ga ada kameranya. Kata ibuku, dia ga fotogenic. Gantengan aslinya daripada fotonya :D
Banyak banget yang pengen aku ceritain tentang dia disini. Soalnya memang banyak hal yang kita jalani dan alami selama jadian. Ya cuma dia yang berkesan. Dia ga bisa ketemu aku kecuali dia dapet IB (Izin Bebas) tapi dia selalu nyempetin ketemu walau bentar :D
Oke mas, selamat menempuh hidup baru ya. Sedih sih aku sms, "Mas kamu mau nikah ? Kapan ?" tapi ga kamu jawab. Tapi masih seneng juga soalnya di album Fb kamu masih ada fotoku dan nama twittermu masih pakai nama belakang aku ^_^ 
Banyak temenku yang nyuruh aku buang semua kenangan tentang kamu. Tapi aku masih belum bisa. Bobo tanpa boneka dari kamu aja berasa aneh banget. Terima kasih untuk semuanya ya mas ^_^


Aku minta maaf karena selama hubungan setengah tahun lebih sama kamu, aku masih sering bahas SANG PENCERAH hati. Maafin, sampai kamu berkali-kali ngajak aku buat ketemu sama dia. Kamu bilang, aku hubungan sama kamu tapi hati aku masih ke dia. Maaf ya Mas, dia cinta pertamaku dan serba yang pertama untukku. Jadi jujur, sakit ini masih ada dan meskipun kita udah sama-sama. Mohon maaf di hatiku masih ada dia dan aku gatau sampai kapan, aku bisa membuka hati SEPENUHnya ke laki-laki lain.


"DELUTI 11411"


Wednesday, 4 September 2013

Ilusi Hati

Ranting yang jatuh di dahan 
Mengingatkanku akan sebuah penantian
Terkenang semua perjalanan
Antara kita . . . . .

        Desir ombak yang beriuh merdu
        Membangunkanku untuk terus melaju
        Melupakan semua angan yang dulu
        Antara aku dan dirimu . . .

Kasihku, aku pergi bukan untuk menyakiti
Bukan juga untuk mengkhianati
Tetapi demi meraih sebuah ilusi
Ilusi tentang gemuruh di hati

        Ilusi antara aku dan kamu
        Membuatku sadar untuk berlari menjauh
        Melupakan semua harapan kita
        Harapan yang telah lama kita damba

Kau dan aku tak akan pernah menyatu
Meski hati tetap bersatu
Kau dan aku akan selalu bersama
Namun bukan dalam ikatan cinta

        Kasihku, kau dan aku adalah sebuah gambaran
        Bahwa ada cinta yang lebih kekal
        Yang tak akan tergantikan oleh siapapun
        Dan aku akan terus mendampingimu 

Cinta ini memang tiba-tiba
Hingga kita tak kuasa menahannya
Hingga akhirnya kita harus sadar bahwa ada jurang pemisah antara kita
Bukan karena agama tapi lebih dari itu

        Kasihku, jangan pernah bersedih dengan situasi ini
        Ada ataupun tak ada ikatan antara kita, kita tetap satu
        Ada ataupun tak ada status antara kita, cintamu hanya untukku
        Kini, biarlah kita jaga rasa ini, hanya untuk kita berdua

Semarang, 2 April 2013

Thursday, 25 July 2013

Hujan

Hujan

Hujan
Desiran airmu bagaikan salju untukku
Yang mampu mendinginkan suasana hatiku yang sendu
Tetesan bias airmu bak mutiara yang bersinar di hidupku
Yang mampu menerangi langkah hidupku yang kelabu
Riuh suaramu bagaikan pilar untukku
Yang mampu menopang diriku ketika hamper rapuh

Hujan
Aku ingin kau selalu hadir di sisiku
Menemaniku dalam kesedihan yang tak berujung ini
Menghadirkan secercah harapan bermakna di langkahku
Membangunkanku dari mimpi burukku akan dia

Hujan
Aku ingin bermain bersamamu
Meluapkan semua perasaanku
Dalam tangis yang bersinergi dengan airmu
Sehingga jiwaku senantiasa lebih tenang
Ketika terlelap dalam rinaimu

Arti Sebuah Kehidupan

Arti Sebuah Kehidupan

Embun di pagi hari bertebaran
Sejuta mimpi dan harapan baru datang menjelang
Tetesan air hujan deras mengalir
Memberi pertanda, dera dan air mata akan segera hadir
                Sejuknya hawa pagi segera merasuki nadi
                Bias pelangi sudah menampakan auranya
Memberi kesan kedamaian yang akan menutup semua problema
                Problema yang sebelumnya di pastikan terjadi
Angin bertiup tanpa henti
Memberikan sentuhan yang hangat di hati
Menyebarkan benih-benih cinta dan kasih sayang
Bagi semua kehidupan manusia yang kelam
                Bunga-bunga tumbuh bermekaran di Taman
                Memberikan aroma yang sangat menggiurkan
                Bagaikan kenikmatan tanpa arti
                Yang selalu hadir pada makhluk tak berarti
Saat waktunya tiba, Sang Surya akan menampakan jati dirinya
Membuktikan pada dunia, bahwa ia masih mampu berdiri tegar
Dan menghilangakan anggapan bahwa ia telah lenyap dari dunia ini
Untuk menciptakan suatu kehidupan baru yang selalu penuh Tanda Tanya

Saturday, 6 July 2013

CAH KANGKUNG EBI SAUS TIRAM

Hello guys. Kali ini gw mau nge share tentang resep makanan nih. Tapi gw infoin dulu ya, kalau foto yang gw gunakan adalah hasil dari eyang google. Soalnya hp gw ga ada kameranya, jadi ga bisa foto langsung deh masakan gw ^_^
Resep kali ini, bukan hasil copy paste gw dari eyang google loh. Ini murni resep dan cara yang biasa gw dan almh ibu gw lakuin kalau masak untuk gw, ibu dan ayah. Kalau mau masak untuk jumlah orang banyak, silahkan di lebihkan aja bumbunya :)
Oke, resep kali ini adalah CAH KANGKUNG EBI SAUS TIRAM ^_^
So, selamat membaca dan pastinya selamat memasak ^_^


**CAH KANGKUNG EBI SAUS TIRAM**




Bahan :
1. Kangkung : 4 ikat (atau sesuai selera) -------> di siangkan & di cuci
2. Bawang Putih : 2-3 siung (atau sesuai selera) ------> di kupas lalu iris halus
3. Bawang Merah : 5-6 siung (atau sesuai selera) -------> di kupas lalu iris halus
4. Lada Bubuk Sachet : 1-2 bungkus (atau sesuai selera)
5. Cabe Merah : 3 biji (atau sesuai selera) -------> di cuci & potong miring
6. Cabe Ijo : 5 biji (atau sesuai selera) -------> di cuci & potong bulat
7. Saus Tiram Sachet : 1 bungkus (atau sesuai selera)
8. Terasi (kalau bisa jangan yang sachet, tapi yang bulat-bulat) ------> di haluskan
9. Ebi Kering : 3 bungkus
10. Bumbu Penyedap (kalau mau menggunakan garam dan vetsin ga apa-apa, soalnya di rumah gw ga pake garam & micin, cuma bumbu penyedap yang berinisial "M". Hehehe)
11. Minyak Goreng
12. Air

- Cara Memasak :
1. Panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan (jangan banyak-banyak, karena hanya digunakan untuk menumis)
2. Tumis bawang putih, bawang merah, cabe merah, cabe ijo, terasi dan ebi.
3. Terus di tumis sampai tercium aromanya
4. Masukkan kangkung lalu di tumis bersama bumbu
5. Tambahkan air secukupnya & aduk hingga rata
6. Tutup wajan dengan penutup yang pas. Pastikan wajah benar-benar tertutup agar kangkung dapat matang
7. Buka penutup wajan. Pastikan kangkung telah lunak dan air telah berkurang.
8. Tambahkan bumbu penyedap, lada bubuk dan saus tiram. Aduk hingga rata
9. Cah Kangkus Ebi Saus Tiram siap di nikmati

NB :
1. Ebi bisa di ganti dengan cumi atau udang. Jika ingin di tambahkan telur puyuh, rebus dahulu telur puyuh dan masukkan setelah cara nomor 8 dan aduk kembali.
2. Jika terlalu asin, bisa tambahkan sedikit gula ke dalam masakan dan aduk hingga rata.

Oke guys, selamat memasak ^_^
Share On: