Ads 468x60px

Thursday, 26 June 2014

Semua Karena Uang


Dear Blog.
Gatau lagi harus mulai menulis darimana. Gatau lagi mau mulai bercerita darimana. Ini salahku. Ini memang kecerobohanku. Aku yang bodoh. Aku yang terlalu percaya. Hanya karena ingin mendapatkan uang banyak, aku sampai lalai dan bodoh seperti ini.
Tepatnya bulan Januari 2014 aku melihat banyak sekali promo Hp murah dengan sistem pre order. Hp yang di jual pun bukan sembarang merek tapi merek terkenal seperti Samsung, Apple, Sony dan Smartfren. Aku yang saat itu memang sudah lama menginginkan beli Hp baru pun akhirnya tergiur karena memang harga yang di tawarkan sangat murah dan semua itu garansi resmi & original pastinya. Aku percaya karena sejak akhir 2013, promo-promo tersebut sudah berkeliaran di beranda FB ku. Aku pun terus mengamati tiap gelombang yang di adakan dan sejauh pengamatanku, semua gelombang berjalan lancar dan baik-baik saja, banyak testimoni juga. Dengan tergopoh-gopoh, aku mengumpulkan uang untuk membeli hp tersebut.
Aku memesan Samsung Galaxy Grand dengan harga 1,8juta. Awalnya di tawarkan 1,45juta tapi tidak bisa jadi reseller, akhirnya aku memilih harga 1,8juta karena bisa jadi resellernya. Aku berharap jika menjadi resellernya, Insya Allah uang keuntungannya dapat membantu biaya kehidupanku di Semarang ini, karena memang sudah beberapa bulan terkakhir, pemasukan dari jualanku sangat sedikit atau bisa di bilang hampir tidak ada. Selain itu, salah satu mahasiswa dari fakultas berbeda di kampusku yang sudah lebih dulu menjadi reseller, omsetnya sudah mencapai 8 digit, sungguh fantastis batinku. Setelah mencicil hp nya dengan pembayaran DP & pelunasan H-10 estimasi, akhirnya hp Alhamdulillah sampai sekitar akhir Maret. Tapi ketika aku tengah berusaha menawarkan Hp itu juga, aku membaca thread di salah satu forum tentang Pre Order Hp tersebut. Banyak yang mengatakan kalau sistem yang digunakan oleh si penjual adalah Skema Ponzi. Skema Ponzi sendiri menurut yang aku baca di google jadi seperti gali lubang-tutup lubang. Jadi kerugian di gelombang 1,di tutupi dengan gelombang 2 dan begitu seterusnya. Sebenarnya dalam hati ada ketakutan tapi reseller ku bilang kalau usaha ini sudah berjalan lama, bahkan sebelum booming di FB. Si supplier pun punya biro umrah dan haji yang namanya sudah cukup terkenal. Akhirnya aku berusaha meyakinkan hatiku bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Keuntungan yang aku peroleh dalam 3x gelombang totalnya Rp.6.300.000 dengan jumlah pembeli sebanyak 19 orang. Bodohnya aku adalah aku menggunakan uang keuntungan itu sebelum barang itu sampai ke tangan semua customerku. Kalau saja aku belum gunakan, pasti aku tidak akan kebingungan dan stress memikirkan uang itu seperti ini. Uang keuntungan tersebut sudah aku gunakan untuk makan, biaya pulang pergi ke rumah, bayar listrik di rumah, beliin ayahku celana dsb. Orderan mereka memiliki waktu estimasi yang berbeda-beda, yakni bulan April-Juni. Namun kini sudah mau akhir Juni, orderan mereka belum kunjung ready. Resellerku bilang kalau semua masih dalam proses. Memang, hp aku pun tanggal produksinya adalah 1 bulan sebelum barang itu tiba di tanganku. Awalnya aku memaklumi kalau terlambat karena orderan sangat banyak sekali, puluhan ribu unit. Sebab banyak juga reseller dan subreseller lain yang update status kalau pengiriman Hp mereka sudah selesai. Tapi semakin kesini, ketakutanku akan perihal Ponzi kembali tumbuh. Aku bingung, aku stress dan otakku serasa bebel, sudah penuh dan sulit berfikir. Orang-orang yang memesan Hp itu kepadaku sudah mulai resah dan terus melontarkan perkataan yang tidak menyenangkan terhadapku. Kini bukan hanya uang mereka yang harus aku pertanggungjawabkan, tetapi nama baikku juga sudah nyaris hancur. Banyak yang menuduh aku penipu dan lain sebagainya. Resellerku bilang, orderan sampai Juni, Insya Allah selesai pada bulan Juli ini dan aku sudah bilang ke semua customerku, "Jika sampai akhir Juli barang belum ready, maka uang mereka akan aku kembalikan. Namun untuk keuntungan yang aku peroleh akan aku cicil". Sebab, si reseller hanya mau mengembalikan uang modalku saja, sedangkan para customer pasti ingin uang mereka full.
Tadi siang (26 Juni 2014) sekitar pukul 13.00 WIB, aku menelpon salah seorang Pak Haji di daerah rumahku. Daridulu almh ibuku sering berobat ke beliau. Beliau juga bisa menerawang dan membaca fikiran. Saat aku ceritakan inti masalahnya, tanpa menunggu lama dia langsung mengatakan kalau di penglihatan dia, semua ucapan resellerku itu bohong. Sampai kapanpun hp itu tidak akan datang. Jadi dia memintaku untuk mulai dari sekarang menyiapkan uang untuk proses refund nanti. Tapi dia juga akan berusaha mendoakan agar aku di permudah dalam mendapatkan uang-uang itu dan beliau bilang, "Jika Allah mengizinkan, Insya Allah dibukakan dan dipermudah agar Hp itu beneran datang. Wallahu alam dengan sistem darisana. Tapi penglihatan saya mengatakan bahwa Hp itu tidak akan datang". Hancur banget pas dengar ucapan beliau. Aku bingung harus gimana. Orderan di OS aku benar-benar sedang sepi. Ya aku juga sudah malas online karena fikiranku kayanya penuh banget. Konsentrasi menurun, ingatan menurun, bahkan aku sampai pikun. Kata tetanggaku yang kebetulan temen deket almh ibu, aku begitu karena memang aku orangnya seriusan dan mudah kefikiran. Aku begitu karena fikiranku terlalu bercabang, jadi tidak fokus dan pelupa. Pak Haji pun mengatakan demikian dan dia bilang Insya Allah akan mendoakan aku agar aku bisa lebih tenang dan mudah berfikir jernih kembali. Aku ga tau gimana caranya dapatin uang itu dalam 1-2 bulan ini. Soalnya bulan lalu aku juga minjam uang ke Bu'le ku (adik almh ibuku) sebesar 2 juta untuk membayar kosanku yang sudah jatuh tempo. Keluarga besar ibuku memang orang kaya semua tapi aku dan ayah ga enak jika harus meminjam ke mereka. Ayahku sendiri pernah meminjam 5 juta ke sepupuku dan sampai sekarang belum di ganti. Sepupuku sih nyatai aja, dia bilang mau di bayar kapanpun terserah. Ya maklum, ayahku hanya seorang wirausaha yang penghasilannya tidak menentu. Apalagi sejak ibu ga ada, keuangan keluarga sangat parah. Kalau menurut tetanggaku itu, ayah itu tidak bisa mengatur uang, dia terlalu royal. Makanya sering kekurangan. Kalau dulu masih ada ibu kan ibu yang mengatur. Jadi Insya Allah selalu ada uang. Waktu telah berlalu dan apa yang sudah aku lakukan tidak dapat di balikkan kembali. 
Aku bingung mau curhat ke siapa selain ke Allah. Aku takut bilang ke ayah kalau dia tahu gimana hasil penerawangan Pak Haji. Aku ga mau dia terbebani, aku ga mau ngerepotin dia. Makanya aku baru hanya cerita ke De Iska (adik sepupuku) dan via blog ini. Untuk masalah uang rasanya sangat krusial sekali ya. Cerita ke orang lain pun mungkin mereka akan angkat tangan, tanpa memberi solusi atau menenangkan. Rasanya kalau sudah urusan uang, mereka seakan menghindar dan menutup mata. Makanya aku benar-benar bingung mau gimana. Tugas kuliah dan praktikum juga numpuk. Tambah mumet fikiranku. Sejak ibu ga ada, semua masalah keluarga jadi masalahku juga. Aku seakan ibu rumah tangga yang perlu mengurus dan memikirkan keuangan keluarga. Memang ini adalah pelajaran yang bermanfaat untuk ke depannya. Tapi dengan perangaiku yang seriusan dan mudah kefikiran, ini semua bisa menjadi bumerang.
Sekarang aku hanya berdoa, semoga masalah ini cepat selesai, semoga aku bisa mendapatkan uang-uang itu, semoga daya ingatku kembali normal, semoga semoga semoga yang terbaik cepat terjadi. Sekarang aku akan berusaha untuk lebih gencar berjualan lagi dengan mengandalkan Fb jualan yang baru. Mudah-mudahan semua ini cepat selesai ya Allah. Soalnya keuangan lagi banyak banget juga sejak aku kecelakaan. Entah semua ini adalah peringatan dari Allah karena aku sering lalai dengan perintahnya sejak ibu ga ada atau memang Allah ingin menguji kesabaranku kembali agar derajatku meningkat di hadapannya, Wallahu alam. Hampir tiap hari aku bengong dan nangis terus setiap shalat. Aku bingung harus gimana. Uang segitu sangat besar untukku. Apalagi ayah juga sepertinya tidak bisa membantu.
Ya Allah, aku mohon mudahkanlah semua ini. Selesaikanlah masalah ini. Kembalikanlah daya ingatku dan konsentrasiku. Aku sudah lelah dan rasanya ingin tidur lama. Aku lelah di kejar-kejar oleh customer Hp ku itu. Aku sudah lelah ya Allah. Aku mohon dengan sangat dan dengan kerendahan hatiku, selesaikanlah dan mudahkanlah semua ini. Aku mohon ya Allah. Aku mohon :( :'( :'(
Share On: