Dear Blog.
Gatau
lagi harus mulai menulis darimana. Gatau lagi mau mulai bercerita darimana. Ini
salahku. Ini memang kecerobohanku. Aku yang bodoh. Aku yang terlalu percaya.
Hanya karena ingin mendapatkan uang banyak, aku sampai lalai dan bodoh seperti
ini.
Tepatnya
bulan Januari 2014 aku melihat banyak sekali promo Hp murah dengan sistem pre
order. Hp yang di jual pun bukan sembarang merek tapi merek terkenal seperti
Samsung, Apple, Sony dan Smartfren. Aku yang saat itu memang sudah lama
menginginkan beli Hp baru pun akhirnya tergiur karena memang harga yang di
tawarkan sangat murah dan semua itu garansi resmi & original pastinya. Aku
percaya karena sejak akhir 2013, promo-promo tersebut sudah berkeliaran di beranda
FB ku. Aku pun terus mengamati tiap gelombang yang di adakan dan sejauh
pengamatanku, semua gelombang berjalan lancar dan baik-baik saja, banyak
testimoni juga. Dengan tergopoh-gopoh, aku mengumpulkan uang untuk membeli hp
tersebut.
Aku
memesan Samsung Galaxy Grand dengan harga 1,8juta. Awalnya di tawarkan 1,45juta
tapi tidak bisa jadi reseller, akhirnya aku memilih harga 1,8juta karena bisa
jadi resellernya. Aku berharap jika menjadi resellernya, Insya Allah uang
keuntungannya dapat membantu biaya kehidupanku di Semarang ini, karena memang
sudah beberapa bulan terkakhir, pemasukan dari jualanku sangat sedikit atau
bisa di bilang hampir tidak ada. Selain itu, salah satu mahasiswa dari fakultas
berbeda di kampusku yang sudah lebih dulu menjadi reseller, omsetnya sudah
mencapai 8 digit, sungguh fantastis batinku. Setelah mencicil hp nya dengan
pembayaran DP & pelunasan H-10 estimasi, akhirnya hp Alhamdulillah sampai
sekitar akhir Maret. Tapi ketika aku tengah berusaha menawarkan Hp itu juga,
aku membaca thread di salah satu forum tentang Pre Order Hp tersebut. Banyak
yang mengatakan kalau sistem yang digunakan oleh si penjual adalah Skema Ponzi.
Skema Ponzi sendiri menurut yang aku baca di google jadi seperti gali
lubang-tutup lubang. Jadi kerugian di gelombang 1,di tutupi dengan gelombang 2
dan begitu seterusnya. Sebenarnya dalam hati ada ketakutan tapi reseller ku
bilang kalau usaha ini sudah berjalan lama, bahkan sebelum booming di FB. Si
supplier pun punya biro umrah dan haji yang namanya sudah cukup terkenal.
Akhirnya aku berusaha meyakinkan hatiku bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Keuntungan
yang aku peroleh dalam 3x gelombang totalnya Rp.6.300.000 dengan jumlah pembeli
sebanyak 19 orang. Bodohnya aku adalah aku menggunakan uang keuntungan itu sebelum barang itu sampai ke tangan semua customerku. Kalau saja aku belum gunakan, pasti aku tidak akan kebingungan dan stress memikirkan uang itu seperti ini. Uang keuntungan tersebut sudah aku gunakan untuk makan,
biaya pulang pergi ke rumah, bayar listrik di rumah, beliin ayahku celana dsb.
Orderan mereka memiliki waktu estimasi yang berbeda-beda, yakni bulan
April-Juni. Namun kini sudah mau akhir Juni, orderan mereka belum kunjung
ready. Resellerku bilang kalau semua masih dalam proses. Memang, hp aku pun
tanggal produksinya adalah 1 bulan sebelum barang itu tiba di tanganku. Awalnya
aku memaklumi kalau terlambat karena orderan sangat banyak sekali, puluhan ribu
unit. Sebab banyak juga reseller dan subreseller lain yang update status kalau
pengiriman Hp mereka sudah selesai. Tapi semakin kesini, ketakutanku akan
perihal Ponzi kembali tumbuh. Aku bingung, aku stress dan otakku serasa bebel,
sudah penuh dan sulit berfikir. Orang-orang yang memesan Hp itu kepadaku sudah
mulai resah dan terus melontarkan perkataan yang tidak menyenangkan terhadapku.
Kini bukan hanya uang mereka yang harus aku pertanggungjawabkan, tetapi nama
baikku juga sudah nyaris hancur. Banyak yang menuduh aku penipu dan lain
sebagainya. Resellerku bilang, orderan sampai Juni, Insya Allah selesai pada
bulan Juli ini dan aku sudah bilang ke semua customerku, "Jika sampai
akhir Juli barang belum ready, maka uang mereka akan aku kembalikan. Namun
untuk keuntungan yang aku peroleh akan aku cicil". Sebab, si reseller
hanya mau mengembalikan uang modalku saja, sedangkan para customer pasti ingin
uang mereka full.
Tadi
siang (26 Juni 2014) sekitar pukul 13.00 WIB, aku menelpon salah seorang Pak
Haji di daerah rumahku. Daridulu almh ibuku sering berobat ke beliau. Beliau
juga bisa menerawang dan membaca fikiran. Saat aku ceritakan inti masalahnya,
tanpa menunggu lama dia langsung mengatakan kalau di penglihatan dia, semua ucapan
resellerku itu bohong. Sampai kapanpun hp itu tidak akan datang. Jadi dia
memintaku untuk mulai dari sekarang menyiapkan uang untuk proses refund nanti.
Tapi dia juga akan berusaha mendoakan agar aku di permudah dalam mendapatkan
uang-uang itu dan beliau bilang, "Jika Allah mengizinkan, Insya Allah
dibukakan dan dipermudah agar Hp itu beneran datang. Wallahu alam dengan sistem
darisana. Tapi penglihatan saya mengatakan bahwa Hp itu tidak akan
datang". Hancur banget pas dengar ucapan beliau. Aku bingung harus gimana.
Orderan di OS aku benar-benar sedang sepi. Ya aku juga sudah malas online
karena fikiranku kayanya penuh banget. Konsentrasi menurun, ingatan menurun,
bahkan aku sampai pikun. Kata tetanggaku yang kebetulan temen deket almh ibu,
aku begitu karena memang aku orangnya seriusan dan mudah kefikiran. Aku begitu
karena fikiranku terlalu bercabang, jadi tidak fokus dan pelupa. Pak Haji pun
mengatakan demikian dan dia bilang Insya Allah akan mendoakan aku agar aku bisa
lebih tenang dan mudah berfikir jernih kembali. Aku ga tau gimana caranya
dapatin uang itu dalam 1-2 bulan ini. Soalnya bulan lalu aku juga minjam uang
ke Bu'le ku (adik almh ibuku) sebesar 2 juta untuk membayar kosanku yang sudah
jatuh tempo. Keluarga besar ibuku memang orang kaya semua tapi aku dan ayah ga
enak jika harus meminjam ke mereka. Ayahku sendiri pernah meminjam 5 juta ke
sepupuku dan sampai sekarang belum di ganti. Sepupuku sih nyatai aja, dia
bilang mau di bayar kapanpun terserah. Ya maklum, ayahku hanya seorang wirausaha yang
penghasilannya tidak menentu. Apalagi sejak ibu ga ada, keuangan keluarga
sangat parah. Kalau menurut tetanggaku itu, ayah itu tidak bisa mengatur uang,
dia terlalu royal. Makanya sering kekurangan. Kalau dulu masih ada ibu kan ibu
yang mengatur. Jadi Insya Allah selalu ada uang. Waktu telah berlalu dan apa
yang sudah aku lakukan tidak dapat di balikkan kembali.
Aku
bingung mau curhat ke siapa selain ke Allah. Aku takut bilang ke ayah kalau dia
tahu gimana hasil penerawangan Pak Haji. Aku ga mau dia terbebani, aku ga mau
ngerepotin dia. Makanya aku baru hanya cerita ke De Iska (adik sepupuku) dan
via blog ini. Untuk masalah uang rasanya sangat krusial sekali ya. Cerita ke
orang lain pun mungkin mereka akan angkat tangan, tanpa memberi solusi atau
menenangkan. Rasanya kalau sudah urusan uang, mereka seakan menghindar dan
menutup mata. Makanya aku benar-benar bingung mau gimana. Tugas kuliah dan
praktikum juga numpuk. Tambah mumet fikiranku. Sejak ibu ga ada, semua masalah
keluarga jadi masalahku juga. Aku seakan ibu rumah tangga yang perlu mengurus
dan memikirkan keuangan keluarga. Memang ini adalah pelajaran yang bermanfaat
untuk ke depannya. Tapi dengan perangaiku yang seriusan dan mudah kefikiran,
ini semua bisa menjadi bumerang.
Sekarang
aku hanya berdoa, semoga masalah ini cepat selesai, semoga aku bisa mendapatkan
uang-uang itu, semoga daya ingatku kembali normal, semoga semoga semoga yang
terbaik cepat terjadi. Sekarang aku akan berusaha untuk lebih gencar berjualan
lagi dengan mengandalkan Fb jualan yang baru. Mudah-mudahan semua ini cepat selesai
ya Allah. Soalnya keuangan lagi banyak banget juga sejak aku kecelakaan. Entah
semua ini adalah peringatan dari Allah karena aku sering lalai dengan
perintahnya sejak ibu ga ada atau memang Allah ingin menguji kesabaranku
kembali agar derajatku meningkat di hadapannya, Wallahu alam. Hampir tiap hari
aku bengong dan nangis terus setiap shalat. Aku bingung harus gimana. Uang
segitu sangat besar untukku. Apalagi ayah juga sepertinya tidak bisa membantu.
Ya Allah,
aku mohon mudahkanlah semua ini. Selesaikanlah masalah ini. Kembalikanlah daya
ingatku dan konsentrasiku. Aku sudah lelah dan rasanya ingin tidur lama. Aku
lelah di kejar-kejar oleh customer Hp ku itu. Aku sudah lelah ya Allah. Aku
mohon dengan sangat dan dengan kerendahan hatiku, selesaikanlah dan mudahkanlah
semua ini. Aku mohon ya Allah. Aku mohon :( :'( :'(
0 comments:
Post a Comment