Ads 468x60px

Friday, 6 January 2017

Ibu, Peri Harus Gimana ???

Bu, hari ini tanggal 5 Januari 2016. Peri bingung banget harus gimana ?
Setiap Peri ada masalah hati dengan lawan jenis, Peri pasti selalu cerita sama Ibu. Minta saran sama Ibu. Tapi sekarang Peri sendirian Bu. Peri bingung.

Setelah terakhir kali berhubungan dengan Mas Deldi, Peri memang sempat 2x menjalin hubungan dengan lelaki lain, Bu. Tapi karena Peri tidak sepenuhnya mencintai mereka, rasa sakit ini tidak ada Bu. Namun kali ini, setelah hampir 5 tahun Ibu pergi dan setelah hampir 6 tahun berlalu dari Mas Deldi dan Sang Pencerah. Kini Peri kembali sangat jatuh cinta kepada seorang laki-laki, Bu. Laki-laki yang Peri selalu selipkan dalam doa-doa Peri. Lelaki yang selalu ada untuk Peri saat Peri ada masalah dengan Ayah. Lelaki yang selalu Peri harapkan bisa jadi lelaki terakhir dan bisa menjadi Imam yang baik untuk Peri. Lelaki yang senantiasa Peri utamakan dibandingkan diri Peri sendiri. Lelaki yang sungguh membuat Peri sangat sangat mencintainya. Lelaki yang pernah memberikan harapan akan pernikahan dan rumah tangga yang sakinah mawwadah dan warrahmah. Lelaki yang pernah memberikan mimpi akan sepasang bayi laki-laki kembar dan seorang bayi perempuan. Tapi Bu, kini Lelaki itu telah berubah ! Peri bahkan tidak tahu lagi, apakah dia masih mencintai Peri ? Apakah dia masih ingat akan harapan dan mimpi yang telah dia utarakan ke Peri ? Apakah dia masih merindukan Peri ? Apakah Peri masih ada di hatinya ? Peri ga pernah tahu itu lagi Bu. 

Peri tahu, Peri terlalu bodoh karena sudah memercayai semua ucapannya. Tapi Bu, Peri sangat mencintainya. Meskipun dia sering emosional kalau sedang lelah dengan pekerjaannya, tapi Peri berusaha memahaminya Bu. Ga ada lelaki lain yang Peri fikirkan selain dia. Ga ada lelaki lain yang Peri harapkan selain dia. Ga ada lelaki lain yang Peri rindukan selain dia. Peri sungguh mencintainya, Bu.

Jujur, sakit banget rasanya Bu saat berjauhan dengannya seperti sekarang. Tak ada kabar sama sekali, tak ada perjumpaan sama sekali. Padahal terakhir kali dia ke rumah kita, kami masih baik-baik saja Bu. Bahkan Peri sempat berulang kali menanyakan tentang keseriusannya dan dia selalu menjawab kalau dia serius dengan segala ucapannya selama ini. Dia mengatakan bahwa dia serius dan yakin ingin menikahi Peri kurang lebih 2 tahun lagi dan dia serius bahwa dia ingin punya sepasang anak laki-laki kembar dan seorang anak perempuan dari Peri, Bu. Tapi tiba-tiba setelah pulang dari rumah kita, dia berubah Bu. Dia hilang hampir 1 bulan. Ga ada kabar sama sekali. Peri fikir, dia sibuk karena harus umroh dari kantor dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum dia berangkat. Tapi, berkali-kali dia reject telpon Peri Bu. Tak ada satupun sms Peri yang di responnya. Peri bingung. Tak biasanya dia seperti itu. Padahal biasanya dia tidak tahan berlama-lama tanpa kabar dari Peri. Tapi kali ini berbeda. Dia bisa tahan untuk menjauhi Peri. Memang Bu, pulang dari rumah kita, dia sempat menulis status WA "Jenuh" dan Peri sudah menanyakan padanya, kenapa dia jenuh ? Apakah dia sedang jenuh dengan Peri ? Kalau iya, Peri minta maaf dan kalau memang mau tidak komunikasi dulu, tidak apa-apa. Diapun tidak membalasnya, Bu dan akhirnya dia benar-benar menghilang.

Hingga seminggu sebelum dia umroh, Peri ke rumahnya untuk mengambil rantang (Peri pernah membawakannya makanan) dan memberi makanan ke orangtuanya. Bapaknya pun meminta Peri untuk datang hari Jumat (tgl 23 Desember 2016) karena tanggal 25, dia harus umroh. Bapaknya sangat baik kepada Peri, Bu. Bahkan beberapa waktu lalu, saat Peri menjenguk Bapaknya saat sakit, Bapaknya menanyakan hubungan kami. Jika memang mau serius, secepatnya saja jika ingin menikah, ucap Bapaknya. Lalu ternyata tanggal 23 dia harus nginep di kantor dan tanggal 24, barulah Peri ke rumahnya. Tapi sepertinya dia masih sedang sangat jenuh dengan Peri, Bu. Dia sangat angkuh dan terlihat segan untuk menemui Peri. Padahal biasanya dia tidak seperti itu, Bu. Peri memberikan dia hadiah berupa tasbih digital dan foto kami yang bertuliskan puisi. Dia menerima hadiahnya dengan sangat malas. Lalu Peri tanya, apa ada yang mau dibicarakan dengan Peri ? Dia jawab tidak, sambil merokok dan tidak melihat Peri. Akhirnya Peri tanya, kenapa menghilang sudah hampir sebulan ? Dengan mudahnya dia jawab, "aku males sama kamu. aku udah ga sayang sama kamu (sambil menoleh sebentar ke Peri, lalu merokok kembali). kita udahan aja ya. kamu tuh sensitif banget. kelewat baper tau. aku males. aku nulis jenuh, kamu peka. bikin males. bukannya nanya aku kenapa, malah baper. bisa aja kan aku jenuh karena kerjaan". Peri jawab, "aku kan sudah tanya ke kamu, Mas. tapi ga kamu bales kan?". Dia diam. Lalu Peri tanya kembali, "beneran udah ga sayang sama aku?". Dia jawab, "iya. aku udah ga sayang sama kamu (sambil menoleh lagi ke Peri). udahan aja ya. udah males aku. kamu juga berubah. udah ga percaya sama aku. apa-apa negative thinking sama aku. aku angkat telpon kamu pas di jalan kamu langsung bilang, 'ga jadi Mas. nanti aja'. apa coba maksudnya ?". Peri jawab lagi, "ga akan ada asap kalau ga ada api. ga akan aku berubah kalau ga ada alasan. aku berubah karena kamu. kamu ga gentle dan kenapa aku bilang ga jadi. Itu karena aku tau kalau kamu lagi di jalan dan nada bicara kamu ketus, makanya daripada kamu marah-marah nantinya. Lebih baik aku bilang ga jadi, biar aku hubungi kamu lagi kalau kamu udah di rumah". Dia jawab, "aku ga gentle ? hah, aku ga gentle kenapa?". Peri jawab, "kamu ga gentle lah. sampai detik ini, kamu belum beri aku kepastian. aku ga minta apa-apa. cuma minta kepastian. tapi kamu masih sama 'L'. padahal hubungan kita juga udah lama dan kamu bilang kalau kamu udah ga ada rasa sama 'L' sejak 1-2 bulan sebelum kenal aku. tapi kamu ga tega mutusin dia karena ga enak sama kakak ipar kamu. soalnya yang comblangin itu kakak ipar kamu. aku berani jalananin di awal sama kamu karena aku percaya sama omongan kamu. percaya kalau kamu udah ga ada rasa sama dia sebelum kenal aku. tapi kenapa sampai sekarang kamu masih sama dia?". Lalu dengan rasa ga bersalah, dia bilang "hah, harusnya kamu sadar kalau kamu cuma cewek kedua". Demi Allah Bu, rasanya sakit saat dia bilang gitu. Padahal Peri tahu, selama hubungan sama Peri, dia memang jaga jarak dan jarang komunikasi dengan 'L'. Dia selalu jujur sama Peri, Bu dalam hal apapun. Password hp nya pun, Peri tahu. Dia selalu terbuka sama Peri, kecuali masalah di pekerjaan. Karena kata dia, sebelum Peri jadi istrinya, masalah dia biar jadi masalah dia dan masalah Peri barulah menjadi masalahnya. Peri selama ini yakin kalau dia benar mencintai Peri, tapi yang Peri herankan kenapa dia sampai belum juga memutuskan hubungan dengan 'L' dan lalu dengan enaknya berkata 'harusnya kamu sadar kalau kamu cuma cewek kedua'. Bu, selama ini dia selalu bilang "Yang, mau aku deket sama cewek manapun. Mau aku pacaran sama cewek manapun. Aku pasti bakal milih satu orang, aku pasti bakal nikahin satu orang. Kamu tau kan orang itu siapa ? Kamu mau kan jadi orang yang aku pilih?". Makanya Peri ga nyangka kalau akhirnya dia bicara seperti itu. Peri tau saat itu sepertinya dia sedang banyak masalah atau segan bertemu Peri. Tapi sikap emosionalnya saat itu benar-benar diluar biasanya Bu. Kalau dulu dia sering bilang, "Yang, kalau aku marah di sms atau WA gitu. ga usah diambil hati ya. itu karena aku lagi mumet sama kerjaan. lagian kita berantem atau curigaan karena kita belum serumah, Yang. kalau kita serumah, pasti kita ga bakal gitu Yang. lagipula liat muka kamu yang jelek, aku juga udah luluh lagi kok, Yang (sambil colek hidung Peri)". Tapi apa Bu ? Kemarin dia benar-benar seperti lupa dengan ucapannya dan seperti bukan dirinya, Bu. Memang kemarin dia tidak sepenuhnya bicara empat mata ataupun menatap Peri. Jadi Peri juga tidak tahu apa dia lost contol (lagi) atau memang serius. Biasanya kalau dia lost contol dan minta udahan via SMS atau WA, dia bakal luluh lagi kalau udah natap Peri, Bu. Bahkan dia bilang, "sorry ya Yang kalau aku bilang gitu. aku lagi mumet". Dan Peri pernah bilang, "kalau mau serius udahan, langsung temui Peri di rumah. jangan via sms atau apalah" dan dia bilang, "iya sayang, kalau aku mau udahan, aku pasti kesini temuin kamu". Nyatanya ? BOHONG, Bu. Dia ga ke rumah dan malah minta udahan saat Peri ke rumahnya. Peri bilang, "bukannya kamu udah bilang kalau mau udahan, kamu bakal ke rumah?". Dengan santai dia jawab, "ya aku males. males liat muka kamu. apalagi kalau harus ngomong sama kamu. lagian aku sibuk". Oke akhirnya Peri ga sanggup dan netesin air mata, Bu dan Peri akhirnya pulang. Peri cuma cium tangannya sambil berkata, "semoga kamu bahagia" dan dia cuma duduk saat Peri mau pulang, tidak mengantar Peri seperti biasanya. 

Sakit rasanya, Bu. Orang yang selama ini Peri sangat sayang, Peri sangat cinta, Peri sangat percaya, Peri sangat harapkan akhirnya berubah dengan cepat. Peri bingung, Bu. Jujur meskipun Peri sakit hati dengan ucapannya itu, tapi Peri masih yakin kalau dia tidak serius mengatakan itu. Karena beberapa waktu lalu dia pernah bilang saat Peri kembali meminta kepastian, "Yang, kamu perlu kepastian apalagi sih ? Selama ini, yang sering aku temuin kan kamu, yang sering aku ajak jalan kan kamu, yang sering aku utamain kan kamu, yang temen-temen aku tau juga kamu. kamu tuh yang pasti, apa-apa kamu, Yang. justru dia yang aku gantungin, ga aku putusin sampai sekarang". Peri bilang, "nah, apa kamu ga kasihan kalau terlalu lama gantungin dia ? kalau emang udah ga sayang dr awal, kenapa sekarang masih belum juga? padahal hubungan kita udah hampir setengah tahun". Peri tanya lagi, "apa mau kita ga usah hubungan dulu sampai masalah kamu dengan dia selesai ?". Tapi dia malah jawab, "engga. aku mau kita hubungan terus. masalah dia, tunggu dulu. pertama aku ga enak sama kakak iparku. kedua aku udah lama ga ketemu sama dia, ga sempet Yang. karena aku pasti kesini terus kan ? terus juga tiap aku mau udahin, adalah dia sakit, terus ibunya sakit, dianya ga di rumah. jadi bingung aku, yang". Makanya Peri ga nyangka Bu kalau dia bilang Peri harus sadar kalau cuma jadi cewek kedua. Ucapan dia sangat berbeda dengan ucapan-ucapan dia sebelumnya. 

Bu, Ibu pernah bilang ke Peri kalau lebih baik Peri ga usah sayang 100% sama cowok karena Ibu tahu kalau Peri sudah sayang sama satu orang, ya satu dan itu yang buat Peri jadi sakit hati. Tapi jujur Bu, Peri juga ga nyangka kenapa akhirnya Peri kembali sayang 100% dengan dia. Padahal awalnya Peri masih ragu, Bu. Karena Peri tau kalau dia masih dengan orang lain, meskipun sudah 1-2 bulan lost feeling dengan perempuan itu. Tapi dia selalu melakukan banyak hal yang akhirnya membuat Peri luluh dan percaya dengannya Bu. Dan saat itulah, Peri semakin yakin kalau dia adalah lelaki yang baik dan bisa menjadi Imam yang baik juga untuk Peri nantinya. Bu, apa dia masih mencintai Peri Bu ? Hingga saat inipun, dia belum menghubungi Peri Bu. Peri rindu dengannya Bu, sangat rindu dengannya Bu. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama selama setengah tahun ini Bu. Peri ingin melupakan dia, Bu. Agar rasa sakit ini sembuh. Tapi jujur, sulit sekali Bu melupakannya. Bu, Peri harus bagaimana sekarang Bu ? Peri bingung. Peri bingung harus minta solusi ke siapa, Bu. Bu, jika memang dia benar jodoh Peri, tolong sampaikan ke Allah ya Bu kalau Peri ingin kembali dengannya. Peri siap menerima dia dalam kondisi senang maupun susah, Bu. Karena Peri pernah bilang sama dia, kalau Peri mau menjadi seperti Ibu. Wanita hebat yang ada di balik kesuksesan Ayah. Bu, tolong sampaikan pada Allah ya Bu kalau Peri serius ingin makmum yang sholehah untuknya.
Share On: