Ads 468x60px

Saturday, 8 June 2013

Essay-Program Kimiaku

Hai guys. Malam ini tanggal 7 Juni 2013, aku mau memberikan sedikit info buat temen-temen semua. Kali ini tidak berisi curhatanku atau apapun yang terjadi dalam hidupku. Aku hanya ingin share tentang essay yang beberapa waktu lalu aku tulis sebagai persyaratan kelengkapan berkas "Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE)". Oke, ini adalah hasil karya essayku. Mohon maaf jika kurang menarik atau masih terdapat banyak kekurangan. Soalnya ini adalah essay pertama yang aku tulis ^_^
Selamat membaca. Malam ini aku sedang tidak fit, makanya cuma bisa share ini aja. Kebetulan memang sudah aku save di laptop. Jadi tinggal copy paste aja ^_^

Program Kimiaku

Pendidikan adalah hal yang paling awal dan juga  bagaikan akar penopang dalam kehidupan manusia. Pendidikan juga dapat dijadikan tolak ukur seberapa jauh kemampuan seseorang, baik dalam bersikap maupun berbicara. Pendidikan juga akan bermuara pada masa depan seseorang nantinya, walaupun semuanya tetap berpijar pada rezekinya masing-masing. Salah satu pendidikan yang akan saya ulas adalah kimia. Kimia adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam. Kimia adalah  pilar dari kehidupan manusia. Tak ada satupun di dunia ini yang lepas dari kimia. Tanpa kimia, kita bagaikan mati, tak dapat merasakan apa artinya hidup. Setiap desir nafas yang kita hembuskan adalah kimia. Setiap rangkaian udara yang kita hirup untuk terus bernafas adalah kimia. Setiap makanan yang kita konsumsi adalah kimia. Setetes air yang kita tengguk adalah kimia. Bumi tempat kita berpijak pun di penuhi kimia. Kimia, kimia, kimia. Terlalu banyak kimia di dalam hidup ini. Sehingga sulit untuk di jelaskan lebih rinci tentangnya. Dengan berlandaskan rasa ingin tahu yang tinggi, mengapa kimia itu ada dan mengapa kimia itu di butuhkan, akhirnya saya memutuskan untuk terus mempelajarinya. Mempelajari setiap struktur dan reaksi yang terjadi di dalamnya. Awalnya ragu untuk memilih kimia. Tetapi setelah berusaha meyakinkan diri, akhirnya saya putuskan untuk memilih Jurusan Kimia dalam study saya. Saya memilih jurusan kimia karena saya yakin, tak ada di dalam hidup ini yang lepas dari kimia. Selain itu, di Indonesia terdapat SDA yang melimpah khususnya bahan alam yang mengandung kimia. Sehingga peluang yang besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengembangkan SDA yang ada menjadikan saya semakin yakin untuk memilih kimia.
Pada era globalisasi seperti ini, pemerintah tentunya sangat membutuhkan tenaga-tenaga dalam negeri yang mampu mengembangkan sumber daya alam yang terdapat di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun sungguh di sayangkan karena kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) akibat rendahnya pendidikan manusia dalam berbagai cabang ilmu khususnya ilmu sains, Indonesia menjadi kurang optimal dalam mengembangkan SDA yang melimpah di Negara ini. Selain itu, banyaknya SDM dalam negeri yang lebih memilih mengembangkan ilmunya di luar negeri menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan SDA di Indonesia. Untuk itu dengan mengajukan beasiswa ini saya berharap, saya dapat mengembangkan dan menerapkan segala ilmu yang saya miliki untuk Indonesia ke depannya. Dengan pendidikan yang lebih baik dan lebih tinggi, saya yakin kemampuan saya dapat menjadikan Inonesia lebih mandiri dan lebih baik di masa yang akan datang, khususnya dalam mengembangkan berbagai SDA yang berupa bahan-bahan kimia yang melimpah ruah di negeri ini. Sciencetist juga berperan penting dalam memajukan SDA tersebut. Oleh karenanya, apabila saya mendapat beasiswa dari program ini, saya berharap beasiswa ini akan terus memacu motivasi saya untuk terus mencari ilmu setinggi-tingginya demi memajukan SDA yang terdapat di Indonesia. Saya pernah mendengar dari guru les saya, karbon adalah salah satu bahan alam yang melimpah ruah di Indonesia, yang banyak terdapat di daerah Timur Indonesia. Namun karena kurangnya SDM yang memahami ilmu kimia, karbon tersebut akhirnya di jual ke Negara lain dengan harga per kilo sekitar lima ratus rupiah. Kemudian Negara lain itu yang mengembangkan karbon tersebut hingga menjadikannya sebuah pensil. Pensil yang kemudian di jual kembali di Indonesia dengan harga tinggi, yaitu sekitar dua ribu rupiah per batang. Namun apabila SDM di Indonesia lebih bisa mengembangkan ilmu kimia, saya yakin Indonesia akan menjadi lebih mandiri dan dapat menyamai derajat dengan bangsa-bangsa hebat dalam dunia sains diluar sana.
Ketika saya lulus kuliah nanti, saya ingin bekerja di perusahaan kimia seperti BASF, Unilever, Pertamina atau BATAN. Karena saya berada di jurusan kimia, tentunya di perusahaan tersebut peran saya adalah sebagai analisnya, sehingga saya sangat ingin menjadi Quality Control dalam perusahaan tersebut. Tanpa Quality Control, barang-barang yang di produksi tidak akan maksimal kualitasnya dan terbuang sia ketika di pasarkan. Sehingga saya yakin, para Sarjana Kimia lah yang sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dari produk yang akan di hasilkan. Setelah kemampuan saya mulai bertambah, saya akan melanjutkan studi S2 saya tentunya dalam bidang kimia juga. Sehingga saya akan bekerja di perusahaan namun juga tetap melanjutkan study saya. Semuanya mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Kemudian setelah ilmu saya semakin berkembang, insya Allah apabila Allah mengizinkan, saya ingin membuka perusahaan kimia sendiri. Perusahaan tersebut di harapkan dapat membantu para pengangguran di Indonesia dan dapat juga menarik para Sarjana Sains untuk berani bekerja di Indonesia walaupun dengan gaji yang relative kecil dibandingkan untuk mengabdikan diri di perusahaan asing. Karena perubahan itu lahir dari dalam diri kita sendiri dan apabila kita yakin untuk merubah sesuatu menjadi lebih baik, insya Allah akan segala di beri kemudahan dalam menjalankannya.

Thursday, 6 June 2013

Haruskah Kolonoskopi ??

Dear Blog. Sekarang tanggal 6 Juni 2013. Kali ini mau share tentang penyakit nih.
Oke, first.... What do you think about this photo ???







Oke guys, itu foto pas bulan Januari 2013. Gw kaya gitu kira-kira semingguan. Terus pas bulan Februari juga begitu tapi darahnya lebih bening, ga sepekat itu. Gw sekitar 3 minggu lebih seperti itu. Buang gas aja keluar darah. Sampai akhirnya gw nangis-nangis terus di anter ke klinik terdekat sama temen SMA gw.
Jadi, gw sering banget BAB darah guys. Tapi gada feses. Semuanya darah. Ya seperti foto di atas. Jadi kaya ngalir gitu aja seperti pipis cuma keluarnya dari dubur. Model darahnya yang keluar juga beda-beda. Kadang berwarna merah tua dan kental gitu. Kadang berwarna merah bening gitu. Kadang encer tapi merah tua. Nah beberapa hari yang lalau, darahnya berbentuk gumpalan darah kaya lendir darah gitu (kalau di perempuan kaya haid). 
Pas lendirnya netes pelan-pelan dari dubur, mau gw tarik tapi ga bisa, jd kaya jelly. Maaf ya guys kotor omongannya. Awalnya gw kalo gitu ke klinik umum dekat kost. Terus darisana di kasih surat rekomendasi ke dokter spesialis bedah. Deg-deg an dong gw. Bedah gitu loh. Tapi pas cerita sama Bu'le gw, dia malah nyuruh gw ke Dokter spesialis Penyakit Dalam dulu.

Well, akhirnya gw di temenin temen SMA gw si Dwi, berduaan naik bis menuju RS. Elisabeth, Semarang. Disana gw kena biaya sekitar 350-400ribu. Mahal di obat soalnya. Pas masuk nemuin dokter penyakit dalam, ya di perikslah gw, di tanya-tanya juga. Daaan akhirnya dokter penyakit dalam bilang nyerah dan nyarinin ke spesialis Bedah Digestif. Gw di kasih surat rekomendasi lagi. Oke pas ke bagian informasi di kasih jdwal-jadwal dokter bedah digestif. Akhirnya beberapa hari kemudian dan setelah obat dari dokter penyakit dalam habis, gw dan Dwi ke RS lagi. Dan naik bis lagi. Super deh kalo sama Dwi. Ga rewel anaknya. Kita panas-panasan nunggu bis sampe lama dan ke RS sampe malam juga dia ga rewel. Hehehehe. Jadi ceritanya pas ke penyakit dalam gw di kasih obat buat berhentiin darahnya. Katanya ibaratnya gw tuh lagi pendarahan, jadi di harap obatnya bakalan berhentiin darahnya sementara. Katanya bisa mati kalo keluar darah terus-terusan gitu. Tapi sayangnya gw ga kasih foto bukti di atas ke dokternya -_-

Then, pas gw ke Dokter Spesialis Bedah sekitar jam setengah 6 sore. Dokternya akhirnya memilih untuk check dengan cara colok dubur. Masya Allah gw takut beneran. Secara gw masih perawan gitu -_- Tapi kata ayah gapapa. Namanya juga di periksa, yang penting ada temennya. 
Oke gw udah colok dubur dan kata dokter bedahnya kmungkinan ambeien. Tapi dokternya bilang kalau ambeien tetap ada feses. Akhirnya gw di kasih obat tapi sampai detik ini masih aja kambuh. Udah hampir sejuta gw ngeluarin uang, 800ribu lebih tapi tetep aja begitu. Dan sekarang malahan darahnya lendir begitu. 
Gw bakalan BAB begitu kalau udah cape, telat makan, makan pedas atau asam. Hipotesa pertama adalah gw ambeien atau wasir. Tapi kata pa'de gw yang dokter, ambeien itu sakit & kalaupun ada darah, ya tetep ada feses.  Jadi darah akan keluar setelah atau bersama feses keluar. Dia bilang lagi kalo kemungkinan itu gw radang usus. Jadi lebih baik check teropong usus. Tapi gw juga ga tau deh, belum ke RS lagi.

Beberapa waktu lalu sempat tanya ke temen yang perawat, katanya tes Kolonoskopi aja. Tapi gw takut sumpah sama cara itu. Nih yang gw dapet dari eyang google :

Apa itu Kolonoskopi ?
Secara teori kolonoskopi adalah pemeriksaan kolon (usus besar) mulai dari anus, rectum, sigmoid sampai sekum dan ilium terminale. Bahasa awamnya pemeriksaan usus besar dari ujung ke ujung seluruh bagian usus besar. Tujuan pemeriksaan bagian dalam usus besar ini adalah bertujuan untuk menegakkan diagnosa pemeriksaan sebelumnya. Meneliti suatu penyakit pada mukosa kolon, rectum, polip di usus besar, atau follow up operasi atau evaluasi kanker pada usus besar, menilai keganasan atau evaluasi polipektomi.
Pemeriksaan kolonoskopi sendiri sedikit tidak nyaman, dibutuhkan dua hari persiapan yang tentu saja sedikit menyiksa. Jika pasien dalam kondisi di rawat di RS, perawat atau suster yang akan membantu proses persiapannya. Tapi untuk pasien rawat jalan persiapan bisa dilakukan di rumah.
~  Satu hari sebelum jadwal pemeriksaan kita hanya makan bubur dan kecap tanpa lauk atau serat
~  Jam 6 sore minum garam inggris yang pertama *kita sudah mulai puasa makan
~  Jam 6 pagi keesokan harinya minum larutan garam inggris yang kedua
~  Jam 10 pagi minum larutan garam inggris yang ketiga
~  Jam 1 siang pemakaian dulcolax sup *dimasukan lewat anus

Prosedur diatas adalah prosedur standar untuk persiapan kolonoskopi, dan ternyata di dua RS swasta dimana saya pernah melakukan kolonoskopi prosedurnya sama. Terbayang ya rasanya dua hari persiapan, puasa tapi perut kita dikuras. Jangan salah, garam inggris ini berbentuk seperti garam halus lalu dilarutkan dengan air, rasanya pahit dan fungsinya sebagai pencahar/cuci perut. Gunanya tentu saja untuk membersihkan usus besar kita, hingga pemeriksaan kolonoskopi atau masuknya alat kedalam usus besar terlaksana dengan akurat, kamera bisa melihat kondisi usus besar bagian dalam dengan jelas tanpa terganggu kotoran di dalam usus.
1357528704140863713
135752902181228823

13575290831454004431
1357529230137212528


Beberapa gambar diatas sudah cukup menggambarkan proses pemeriksaan kolonoskopi ya, sayangnya pemeriksaan ini pasien tidak dalam proses pembiusan meski akan diberikan suntikan obat penenang supaya pasien tetap rileks dan tidak tegang. Saya pernah bertanya pada dokter yang merawat saya selama ini, kenapa tidak di bius dok ? rasanya sakit dan tidak nyaman, belum lagi rasa malu atau risih. Dan dokter menjawab, jika dibius otomatis organ dalam seperti usus besar kaku dan tidak akan bisa dimasuki alat/selang berkamera itu. Lama pemeriksaan ini tidak bisa dipastikan akan memakan waktu berapa lama, karena bisa cuma 10 menit atau bahkan sampai dua jam.

Dibeberapa negara proses kolonoskopi sudah masuk pemeriksaan wajib karena kolonoskopi adalah satu-satunya pemeriksaan paling akurat untuk mengdiagnosa kanker usus, mengingat kanker usus adalah kanker ganas yang sulit dikenali gejalanya dan termasuk kanker yang mematikan. Sayangnya karena proses yang tidak nyaman ini yang masih membuat masyarakat enggan melakukannya.



So, menurut temen-temen what should I do ??
Soalnya dari cerita eyang google aja, proses selama menjalani kolonoskopi itu serem banget. Alatnya di masukinnya gitu banget. Kan ngeri. Jadi harus gimana dong ? Katanya cuma itu caranya. Takutnya lama-lama bisa jadi "Kanker Usus" kalau ga di check. Tapi sumpah belum siap guys, sereeeeem :'(

Monday, 3 June 2013

Aku Ingin Ibu Kembali

Malam ini tanggal 3 Juni 2013. Aku kembali tak sanggup memejamkan mataku. Ibu, ibu dan ibu. Entah sampai kapan aku seperti ini. Di telan oleh rasa sakit kehilangan yang luar biasa. Aku bukannya berlebihan. Bukan. Tapi aku memang tidak sanggup menerima dan mengikhlaskan kepergian ibu. Aku sungguh tidak sanggup ya Allah. Hampir tiap hari dan tiap malam, air mata ini terus menetes mengingat ibu. Demi Allah aku sudah tidak sanggup ya Allah. Di tambah lagi masalah ayah membuatku semakin gila. Andai ibu masih ada, pasti semua tidak akan seperti ini. Tak banyak yang bisa aku tulis dan ungkapkan dalam tulisan ini. Terlalu dalam hati ini sakit ya Allah. Terlalu banyak beban fikiran dalam hidupku. Apalagi sejak Engkau memanggil ibu. Tuhan, sampai detik inipun aku masih protes denganmu. KENAPA ENGKAU TEGA MENGAMBIL IBUKU ?? KENAPA YA ALLAH ??? APA ENGKAU TAK PERNAH SEDIKITPUN MEMIKIRKAN PERASAAN HAMBAMU INI ?? Hatiku sunggu terluka ya Allah. Kunci hidupku, kunci semangatku, semua sudah hilang. LENYAP, HILANG, TERKUBUR BERSAMA JASAD IBU ! Aku sunggu tak sanggup lagi hidup tanpa dia ya Allah. Aku sungguh tidak sanggup. Selama ini aku diam, terlihat tenang di hadapan orang banyak. Tapi dalam hati ini aku menangis ya Allah. Hatiku sudah hancur. Bahkan diriku sendiri tak mampu merapihkannya. 
Mungkin Engkau berfikir aku adalah hambamu yang paling kafir. Tidak pernah shalat, tidak pernah membaca kitab-Mu. Ya, aku sadar. Aku memang kafir. Lebih tepatnya menjadi kafir sejak Engkau memanggil ibu. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi seperti ini. Bahkan bu'le ku juga mengatakan aku banyak perubahan, banyak mengalami kemunduran sejak ibu pergi. Aku yang biasanya menjadi Imam bagi anak-anaknya, aku yang biasa mengajak anak-anaknya shalat, kini hanya menjadi aku yang tak pernah sekalipun bersujud di hadapan-Mu. Aku tak tahu, apakah ini bentuk protesku terhadapmu atau apalah. Aku tak pernah tau itu. Yang aku tau hanyalah, aku seperti orang yang tak tahu arah. Aku tak ada semangat sedikitpun untuk hidup di dunia ini termasuk untuk melakukan semua kewajibanku terhadap-Mu. Aku minta maaf ya Allah. Tapi demi Allah, sampai detik ini aku masih merasa aku bermimpi. Aku masih merasa ibu hanya pergi sebentar. Ya Allah, Engkau tahu bukan. Beberapa hari sebelum Engkau mengambil ibu, aku masih menjanjikan naik Haji untuk dia ketika aku sudah kerja nanti. Aku ingin bersamanya dan bersama ayah menuju rumah-Mu. Aku ingin melihat Ka'bah bersama ibu dan ayah. Engkau tau itu ya Allah ?? Tapi kenapa Engkau mengambil dia secara cepat dan tak terduga. Hanya satu malam dia di RS dan Engkau mengambilnya ketika aku tak berada di sampingnya. 
Ya Allah, aku cuma mau Engkau kembalikan ibu. Aku ga sanggup lagi ya Allah. Entah harus berapa tahun aku seperti ini. Entah harus berapa kilo liter air yang mengalir dari mataku ya Allah. Aku sunggup tidak sanggup tanpanya ya Allah. Sudah hampir setahun dia pergi meninggalkanku dan ayah, terhitung tanggal 17 Agustus 2012 atau H-2 Idul Fitri. Tapi tetap saja aku masih merasa bermimpi. Tuhan, apapun yang kau lakukan nantinya terhadapku. Aku hanya ingin ibu. Aku hanya Engkau tau bahwa aku benar-benar menginginkan ibu kembali. Aku mohon dengan sangat ya Allah. Walaupun ini hanya imajinasiku saja. Sudahlah aku sudah tak sanggup menulis malam ini. Tapi setidaknya, hanya melalui tulisan aku mampu mengutarakan isi hatiku. Aku ingin sekali berteriak sekeras mungkin. Tapi aku sadar, disini bukan tempat untuk aku berteriak. Ya Allah, jaga ibu di pangkuan-Mu. Aku mohon :'(





Share On: