Ranting yang jatuh di dahan
Mengingatkanku akan sebuah penantian
Terkenang semua perjalanan
Antara kita . . . . .
Desir ombak yang
beriuh merdu
Membangunkanku
untuk terus melaju
Melupakan semua
angan yang dulu
Antara aku dan
dirimu . . .
Kasihku, aku pergi bukan untuk menyakiti
Bukan juga untuk mengkhianati
Tetapi demi meraih sebuah ilusi
Ilusi tentang gemuruh di hati
Ilusi antara aku
dan kamu
Membuatku sadar
untuk berlari menjauh
Melupakan semua
harapan kita
Harapan yang
telah lama kita damba
Kau dan aku tak akan pernah menyatu
Meski hati tetap bersatu
Kau dan aku akan selalu bersama
Namun bukan dalam ikatan cinta
Kasihku, kau dan
aku adalah sebuah gambaran
Bahwa ada cinta
yang lebih kekal
Yang tak akan
tergantikan oleh siapapun
Dan aku akan
terus mendampingimu
Cinta ini memang tiba-tiba
Hingga kita tak kuasa menahannya
Hingga akhirnya kita harus sadar bahwa ada jurang pemisah
antara kita
Bukan karena agama tapi lebih dari itu
Kasihku, jangan
pernah bersedih dengan situasi ini
Ada ataupun tak
ada ikatan antara kita, kita tetap satu
Ada ataupun tak
ada status antara kita, cintamu hanya untukku
Kini, biarlah
kita jaga rasa ini, hanya untuk kita berdua
Semarang, 2 April 2013
Semarang, 2 April 2013