Ads 468x60px

Wednesday, 13 February 2013

Keikhlasan Sang Tukang Pos Cantik ^_^

Dear : Ka @ikavuje

Assalammualaikum ka. Mudah-mudah kaka muslim ya agar dapat menjawab salamku. Kalaupun non Islam, ya tak apalah hanya sekedar tersenyum ketika membaca surat ini. Apa kabar kaka hari ini ? Pasti masih sibuk bukan dengan segudang aktifitas kaka ? Semangat terus ya ka dan jangan lupa selipkan secercah ikhlas dalam melaksanakan setiap aktifitas kaka. Karena pasti lebih nyaman ketika melakukannya, tanpa terbebani. Mungkin keikhlasan itu kini sudah aku lihat dari kaka. Terima kasih banyak ya ka sudah ikhlas menjadi tukang pos yang sangat baik untuk akun PQRST. Terima kasih sudah ikhlas menfavourite dan meretweet setiap mentionan kami. Terima kasih sudah ikhlas mengomentari secangkir tulisan kami yang kami tuangkan dalam blog kami.
Bagi diriku sendiri, acara #30HariMenulisSuratCinta adalah pengalaman baru untukku. Bahkan aku baru mengetahui ada event ini pada hari ke-8. Selain ucapan terima kasih yang aku layangkan seperti di atas, aku juga ingin berterima kasih karena keikhlasan ka Ika dalam mengritik & mengomentari setiap tulisanku. Awal-awal aku menulis, aku selalu saja menulis surat dengan panjang. Sehingga membuat ka Ika & mungkin orang lain juga merasa bosan membacanya. Kaka selalu dengan ikhlas menyindir aku perihal tulisanku yang kepanjangan seperti artikel. Tapi penyampaian kaka yang halus itulah hingga membuat potongan kata sindiran kaka itu terasa tidak menyakitkan seperti sindiran orang lain pada umumnya. Terima kasih kaka ga pernah bosan memintaku menulis dengan lebih pendek. Jujur awalnya emang susah soalnya daridulu aku hanya bisa banyak bicara ketika menulis. Aku yakin misalnya aku ikut gathering lalu bertemu kaka, aku pasti lebih banyak diam ka. Bibirku terlalu sulit mengeluarkan untaian kata ketika berhadapan dengan orang lain. Apalagi yang baru pertama kali ku temui.
Ka Ika, terima kasih sudah dengan ikhlas merubah sedikit judul tulisanku pada surat pertamaku. Padahal menurut temanku yang juga mengikuti acara ini, tukang posnya tidak se-respect ka Ika loh. Bahkan menurutnya, jarang sekali ada mentionan yang di favourite atau di retweet. Hingga akhirnya aku stalk akun tukang pos lain, ternyata memang hanya kaka yang ikhlas melakukan semua tugas tukang pos yang sebenarnya sudah di utarakan dalam blog. Aku berterima kasih ya ka karena sudah memercayakan 10 dari 18 suratku untuk di posting. Walaupun yang 1-nya memang semua akun PQRST tidak kaka posting karena kaka lupa bukan ? Ka Ika, sesungguhnya aku belum mengetahui banyak hal dari kaka. Yang aku dengar, kaka adalah seorang penyanyi. Sampai aku mencari di google tentang grup The Vuje loh. Semua semata karena aku penasaran dengan sosok tukang posku yang kabarnya memiliki suara emas. Andai bisa bertemu, ingin deh menyanyi bersama kaka. Aku juga sampai berdecak kagum loh ka ketika melihat wajah kaka di google. Kaka sungguh cantik. Aku selalu senang melihat orang cantik dan salah satunya itu kaka ^_^
Ka Ika, terus semangat dan ikhlas ya dalam menjalankan semua aktifitas kaka. Aku memaklumi kelupaan kaka me-RT suratku atau akun PQRST lainnya. Aku juga memaklumi kelupaan kaka untuk memosting surat-surat dari akun kami. Karena itu tadi, kaka juga manusia biasa yang berprofesi bukan hanya sebagai tukang pos bukan ? Tetapi sebagai penyanyi dan makhluk hidup yang bersosial. Jadi tak apalah jika memiliki khilaf dan lupa. Kalau kaka tak pernah khilaf dan lupa, berarti kaka bukan manusia lah. Berarti kaka malaikat. Hehehe..
Mohon maaf atas segalanya ka. Maaf sering membuat kaka kesal karena tulisanku kepanjangan. Semoga tahun depan bisa bertemu kaka lagi di acara yang sama. Tolong ingatkan aku ya ka jika acara ini dimulai kembali. Soalnya aku memang tidak update acara-acara seperti ini. Sekali lagi terima kasih atas keikhlasannya dan mohon maaf atas segala kekuranganku. Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal perihal menulis.

Salam Ikhlas Untukmu Ka Elikah ^_^

Tuesday, 12 February 2013

Dua Surat Untuk Empat Orang

Surat Pertama
Dear : Tuan @PosCinta
Assalammualaikum Tuan. Apa kabar harimu kini ? Masihkah bersandar di pohon akibat lelah mengendarai fixie ajaibmu ? Hehehe tenang Tuan Pos Cinta. Sebentar lagi Tuan Pos Cinta bisa beristirahat dengan tenang ko. Tapi jangan di tumpukan amplop lagi ya. Kasihan nanti Tuan Pos Cinta pegel-pegel *peace*, karena acaramu ini akan segera berakhir bukan ? Oh iya Tuan Pos Cinta, mohon maaf aku belum terbiasa memanggilmu dengan sebutan "Boose". Jadi ya maaf kalau aku memanggilmu Tuan Pos Cinta. Hehehehe.. Tuan Pos Cinta, terima kasih banyak ya sudah mengadakan acara ini. Walaupun aku baru menulis di hari ke delapan saat TL twitterku berisi cuapan orang tentang acara #30HariMenulisSuratCinta. Aku bingung saat melihat hastag itu. Namun setelah dijelaskan rekanku, aku menjadi bersemangat untuk menulis. Lebih bahagaianya ketika tulisan pertamaku di buat di blog Tuan Pos Cinta. Rasanya supeeeeeeer sekali. Hehehehe. Oh iya terima kasih juga loh Tuan Pos Cinta, berkat acaramu ini blog ku menjadi ramai pengunjung loh. Padahal dulu sepi banget karena belum ada setahun juga sih aku membuatnya. Tulisan-tulisanku juga jarang di lirik ataupun di baca orang :( Aku memang sudah sedari kecil menyukai menulis. Jadi aku sangat bersemangat ketika acara ini hadir. Ya walaupun sesekali tidak di muat di blog, tapi aku merasa bahagia saja. Walaupun awalnya sedih juga. Ya karena dengan begitu aku dapat menuangkan semua unek-unekku di cangkir blogku. Oh iya, aku mau minta maaf lagi Tuan Pos Cinta. Soalnya udah 5 atau 6 kali aku tidak menulis. Ya habisnya aku sering kecapean kalau sudah kuliah Tuan. Jadinya sering ga ada inspirasi. Oh iya andai aku tidak sedang ada SP yang pertama & terakhir di Jurusanku. Aku pasti pengen banget ke Bandung. Selain pengen lihat penampakan langsung dari Tuan Pos Cinta, aku juga pengen lihat seperti apa sih sosok inspiratif yang berhasil bereksperimen bikin acara  sehebat ini. Salut buat jalan fikiran Tuan Pos Cinta yang begitu memesona. 
Salam hangat untukmu ya Tuan Pos Cinta ^_^

Surat Kedua
Dear : Ka @Put3rena_grasti @shandyputraa @sneaking_jeans
Assalammualaikum ka. Aku harap kaka bertiga muslim. Biar aku tidak salah mengucapkan salam. Hehehe. Oh iya ka, aku ingin sekali bertemu dengan kaka semua. Soalnya ada beberapa alasan nih.
Untuk Ka Putri karena aku sangat berterima kasih, kaka sudah bersedia menjadi temanku. Bersedia memberikan saran-saran ketika aku bingung ingin menulis apa hari ini dan kaka juga bersedia mengoreksi tulisanku kalau sudah mulai kepanjangan. Soalnya aku juga ga enak sama ka @ikavuje karena sering nulis kepanjangan. Makanya aku pernah beberapa kali meminta saran atas tulisanku sebelum di publish.
Untuk Ka Shandy soalnya aku penasaran sama penampakan cowo yang satu ini. Sepertinya kaka ngeksis terus ya. Sampai kalau aku ngestalk TL ka @ikavuje, pasti adaaaaaaaaaaaaa aja cerita tentang kaka. Sampai kaka di bilang cowo yang mengaku keren sama ka ika. Se-narsis itukah kaka ? Atau emang sekeren itukah kaka ? Aku ga pernah tau. Makanya aku pengen ketemu kaka. Aku pernah beberapa kali baca surat kaka. Yang paling aku ingat itu tentang motor kaka. Wah saat itu aku salut karena pencitraan kata-kata kaka keren banget. Aku pernah juga loh mention kaka, sekedar bilang “Suka nulis juga ya?”. Eh tapi ga di bales. Dasar ngeselin. Makanya pengen ketemu langsung buat hajar kaka (canda ka). Karena betein sih jadi orang sok sok an gitu ! Padahal ga ada maksud jahat loh ka :p
Untuk Ka Kennisa soalnya kaka pernah curcol tentang nama cowo yang sama denganku. Cowo yang hingga kini masih kita harapkan bukan ? Tapi tak perlu aku mention juga sepertinya kaka tau. Heheheh. Aku tuh penasaran sama kaka soalnya hampir tiap hari tulisan kaka di muat. Sehebat itukah kaka dalam merangkai kata ? Makanya aku ingin bertemu kaka untuk menanyakan dapat inspirasi dan gaya tulisan darimana sampai hampir tiap hari di muat. Aku juga pengen ngajak ngobrol kaka tentang si “cowo” itu. Hehehe :D
Tapi, sayangnya aku tidak bisa bertemu dengan kaka sekalian. Soalnya aku masih ada SP yang pertama dan terakhir di Jurusanku. Semoga di lain waktu, kita dapat bertemu. Mungkin di luar acara ini. Ya, kita bisa kontak-kontakan terus ketemuan berempat. Pasti seru !! *ngarep*
Salam Cinta untuk kaka semua ^_^

Monday, 11 February 2013

Ketiga Surat di Tanggal Sebelas

Surat Pertama di tanggal 11.

Sayang, baik-baik di Semarang ya !
11 Agustus 2011.
Sayangku, 
Tahukah kamu ada saat dimana aku takut akan petir ! Ataukah sadarnya kamu jika aku menggigil ketika angin mengembus ? Lalu gelapnya malam akan membuatku takut. Semua itu karena aku tak tahu perasaanmu padaku. 
Sekarang aku habiskan hariku dengan hangatnya cintamu. Malamku bukan lagi malam yang menakutkan. Tetapi malam yang penuh kenikmatan di balik pelukanmu. Senyummu menghilangkan semua rasa takutku dan hatiku aman di balik jiwamu.
Iba rasanya bagi yang tidak tahu rasanya merindu. Begitu sedihnya jika tidak tahu rasanya berbagi cinta. Aku tahu cinta sejati adalah anugerah yang jarang bisa didapatkan . Aku berada di antara orang yang beruntung karena kamu memberikanku anugerah yang tak ternilai. Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku selain kamu. 
Aku cinta kamu anugerahku.
        "Deluti 11411"

                                         Deldi 
                                          Cinta A P A











Surat Kedua di tanggal 11.

11 Agustus 2011
Happy Birthday 18th years old
Selamat ulang tahun sayang ! Semoga hari-harimu bahagia.
Pagi hari ketika aku bangun. Aku melihat matamu, aku melihat senyummu, aku melihat bibirmu. Walau hanya dalam foto. He he he.
Sayang, di hari jadimu yang ke-18 ku harap tambah dewasa, tambah rajin ibadah. 
Baik-baik di Semarang. Jangan lupa saran dan nasehat-nasehat aku dan ortumu.
Peluklah boneka itu jika kamu kangen aku.
Aku sayang kamu A P A.

                                                        Deldi
                                                       Deluti 11411











Surat Ketiga di tanggal 11.

11 Maret 2012
Aku mau kamu jadi tulang rusuk aku. Aku mau kamu temenin aku di sisa hidupku. Aku mau kamu yang marahin aku kalau aku salah. Aku mau kamu yang peduli sama aku saat aku jatuh. Aku mau kamu terima aku "ini adanya". Aku mau kita sama-sama ngejalanin sisa hidup bersama. Aku mau kita sama-sama ngejar cinta Allah SWT dan mencari ridho-Nya.
Aku mau kita sama-sama tertawa dan menangis bahagia. Aku mau kamu jadi pendamping aku. Aku mau kamu jadi pacar abadi aku. Dan suatu saat aku mau kamu jadi ibu dari anak-anak aku, marahin anak-anakku kalau nakal. Pokoknya sayang kamu selalu. Dan sekarang aku mau bilang, aku sayang A P A Kamu mau ga jadi pacar aku ?

                   Oke Iman Prakoso


Ketiga surat tersebut benar-benar kenangan terindah sampai kini. Dan ketiga surat itu akan selalu aku simpan hingga suatu saat nanti aku akan menceritakan ketiga surat tersebut kepada keluargaku. Terima kasih yang terdalam untuk pemberi ketiga surat tersebut. Terima kasih sudah pernah dengan tulus memilih aku.

Untuk Oke :
Oke, maafin Peri ya karena saat masih sama Oke, Peri belum bisa move on dari Mas Deldi. Padahal Oke baik banget sama Peri. Oke adalah laki-laki PALING SABAR yang pernah Peri kenal. Maafin Peri, karena waktu itu belum bisa sepenuhnya membuka hati sama Oke. Peri cuma belum bisa move on dan masih takut untuk serius membuka hati lagi. Peri takut kalau Oke bakal nyakitin Peri lagi (sama seperti laki-laki sebelumnya). Tapi ternyata Oke sangatlah baik. Sekali lagi Peri minta maaf dan kapan-kapan Peri bakal posting lebih tentang Oke. Oke yang baiknya minta ampun, sabarnya Subhanallah, Oke the BEST deh. Selama kuliah, Oke selalu ada buat Peri meskipun kita udah ga sama-sama. Oke laki-laki yang baik, Peri selalu berdoa semoga Oke bisa mendapatkan wanita yang baik juga.

Sunday, 10 February 2013

Pesan Pemilik Hidup & Mati

Aku luruh, aku rapuh, aku memunajatkan petunjuk-Mu ya Allah. Saat ku buka lembaran firman-Mu dalam harta agamaku. Inikah jawabanmu, ya Allah ????

Kepada seluruh umatku. Aku heran mengapa kalian masih saja berifkir negatif denganku perihal takdir ? Di dalam Al-Quran bukankah sudah aku jelaskan ? Ada 3 perihal takdir yang tidak dapat dirubah. Apakah kamu lupa akan ketiganya ? Baik, akan ku jelaskan agar kamu lebih bisa memahami takdir itu. Pertama kematian, kedua rezeki dan ketiga jodoh. 
Pertama sudah pasti kamu ketahui bukan, bahwa jika kematian sudah menjemput, lantas apapun yang kamu lakukan akan terasa sia-sia. Dimanapun kamu bersembunyi, pasti kematian akan tetap menjelang. Yang hanya bisa kamu lakukan adalah terus berdoa dan terus beribadah kepadaku. Agar ketika kematian itu datang, kamu sudah memiliki banyak bekal untuk menuju rumahku. Kali ini kamu bukan hanya pergi ke rumah kerabatmu. Dengan membawa roti dan minum, kamu sudah bisa selamat dari kelaparan. Tapi kamu pergi menuju rumahku, tentu bekal seperti itu tak akan pernah bisa menolongmu. Perbanyaklah beribadah kepadaku. Perbanyaklah berbagi dengan sesamu. Perbanyaklah mengajarkan yang baik kepada anakmu kelak. Niscaya akan memudahkanmu ketika menuju ke rumahku. Karena semua yang kamu miliki di dunia nantinya akan terputus ketika sudah pergi ke rumahku. Hanya ada 3 amalan yang akan ikut serta denganmu. Pertama amal jariyah, kedua ilmu yang bermanfaat dan ketiga doa dari anak yang shaleh dan shalelah.
Kedua yaitu rezeki. Kalau kamu mengeluh kepadaku kenapa hidupmu sangat amat berbatas. Mari hendak syukuri semuanya. Aku lebih mengetahui mana yang baik untukmu. Walau aku yakin, sebagian besar umatku pasti selalu meyakini yang terbaik untukku. Bukankah sudah ku jelaskan juga di Hadits, "Apa saja yang kamu fikirkan baik untukmu, belum tentu baik menurutku. Dan apapun yang kamu fikirkan buruk bagimu, mungkin itu adalah yang amat baik untukmu". Syukuri saja apa yang sudah ku berikan untukmu. Jangan mudah mengeluh atas semua yang sudah ku berikan. Nikmati saja semuanya. Maka dengan begitu, kamu akan lebih merasa bahagia menjalaninya. Tentunya dengan di landasi keikhlasanmu. Karena aku hanya akan memberikan rezekiku untuk apapun yang kamu butuhkan. Bukan untuk yang kamu inginkan. Kalau aku merasa, kamu masih aman dalam ruang lingkup kebutuhanmu. Maka lebih indah ku berikan rezekiku kepada yang memerlukan.
Ketiga yaitu jodoh. Pasti kamu sangat bahagia ketika membicarakan ini. Tapi tak jarang pula kamu mengeluh atas jodoh yang telah aku siapkan padamu. Bukankah di Al-Quran telah ku jelaskan, "Lelaki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik. Begitu pula sebaliknya. Namun, wanita buruk hanya untuk lelaki buruk". Baik dan buruk dalam hal ini, ialah perilakunya. Bukan karena baik atau buruk wajahnya. Jika kamu ingin mendapatkan yang terbaik, maka rubahlah dirimu dahulu menjadi yang terbaik. Jika saat ini kamu merasa belum menemukan pasangan bagi dirimu. Bersabarlah. Lagi-lagi aku menjelaskan bahwa aku hanya akan memberi apa yang kamu butuhkan. Bukan yang kamu inginkan. Jadi bersabarlah. Karena jodoh terbaikmu masih aku simpan. Dia masih aku siapkan untuk menjadi yang terbaik bagimu. Hingga waktunya tiba, saat aku sudah memberikannya padamu. Dia amat layak untukmu. 

Perihal jodoh, carilah jodohmu seperti yang telah Nabi Muhammad jelaskan. Yaitu bernilai 1000.
1 yaitu : Seagama denganmu, yaitu Islam.
0 yaitu : Berasal dari keluarga baik-baik.
0 yaitu : Baik parasnya (Tampan atau Cantik).
0 yaitu : Baik hartanya (Kaya)

Aku tidak mengajarkan kepadamu untuk menjadi orang yang sombong karena menginginkan mencari jodoh seperti itu. Aku menegaskan kembali, bahwa "Carilah". Namun belum tentu jodoh seperti itu yang aku berikan. Jika kamu menginginkan seperti itu, rubahlah dahulu dirimu. Dan Nabi Muhammad menyarankan nilai tersebut agar kamu bahagia di dunia maupun akhiratku. Utamakanlah mencari yang angka 1 dahulu.

Perlu kamu ketahui, buat apa kamu mengeluh akan ketiga hal tersebut ? Bukankah kita sudah sepakat mengenai ketiga takdir tersebut sejak kamu di dalam kandungan ibumu ? Sebelum aku meniupkan ruh padamu. Kalau kita belum sepakat, mungkin sekarang kamu belum lahir dan tidak bernyawa. Karena di saat aku meniupkan ruh padamu, di saat itulah kita pernah sepakat akan ketiga takdir itu. Itu pula yang aku sepakati dengan kedua orangtuamu, keluargamu, temanmu dan semua mahklukku.

Tertanda, 

Sang Pemilik Hidup dan Mati

Saturday, 9 February 2013

Untuk Kalian, Kesayanganku

Aku mencintai kalian lebih dari yang kalian tahu. Aku mencintai kalian sejak kecil hingga kalian sudah beranjak dewasa seperti sekarang ini. Setiap kali aku mengatakan, aku sayang kalian. Kalian pasti menjawab, “Ih kaka lebay deh”. Padahal aku benar-benar menyanyangi & mencintai kalian. Aku mengenal kalian bukan hanya dalam hitungan bulan. Tapi aku mengenal kalian dalam hitungan tahun. Sejak kalian baru dilahirkan ke dunia sampai detik ini. Dulu ketika kalian masih kecil, aku selalu mengikat rambut kalian. Aku selalu memakaikan baju kalian. Aku selalu menyuapi kalian ketika makan. Aku selalu memasak untuk kalian. Tapi sekarang kalian sangat jauh dariku. Tak ada satupun sms yang kalian balas ketika aku menghubungi kalian. Tak ada satupun telepon yang kalian angkat ketika aku menghubungi kalian. Ketahuilah sayang, aku sangat ingin bersama kalian seperti dahulu.
Kalau kalian bilang, "kami sibuk  ka". Harusnya kalian berfikir, aku juga sibuk disini. Tapi aku hanya ingin sekedar mengetahui kabar & perkembangan kalian. Sekarang, aku ingin bertanya kepada kalian, kapan ulang tahunku ? Pasti kalian lupa kan ? Padahal daridulu aku selalu ingat ulang tahun kalian. Sedihnya, kalian selalu ingat ulangtahun teman-teman kalian dan kalian juga sering memberi mereka kado, sedangkan tidak untukku. Apakah kalian sadar ? Setiap kalian tertidur, aku selalu membelai wajah kalian & mengusap lembut rambut kalian serta tak jarang aku mencium kalian hingga kalian terbangun & berkata, "Ih kaka ngepain sih cium-cium?". Apakah kalian ingat ketika kalian bertanya, "Sebentar lagi kaka kuliah, kira-kira kita masih bisa kaya gini ga ya ka sampai nanti kaka udah nikah ?" Dengan yakin aku menjawab, "Tentu bisa sayang, aku sangat mencintai kalian". Tapi sepertinya itu hanya intermezzo saja. Buktinya sekarang kalian semakin menjauh dariku. Aku tau kalian sudah dewasa. Sudah tidak layak jika kalian berbagi cerita kepadaku. Tapi ketahuilah sayang, keluarga adalah orang yang paling mengerti kalian ! Ketika kalian di tinggalkan teman-teman kalian. Aku janji aku akan selalu ada untuk kalian. Ketika kalian sedang ada masalah, aku janji aku akan membantu semampuku. 
Aku hanya ingin kalian paham. Aku sangat mencintai kalian seperti mencintai adik kandungku sendiri walaupun aku d’takdirkan terlahir sebagai anak tunggal. Aku minta maaf kalau selama ini, aku memiliki banyak kesalahan kepada kalian. Hanya surat kecil ini sebagai media ungkapan hatiku kepada kalian, semoga kalian dapat mengerti. Walaupun mungkin pada akhirnya kalian tetap menganggap rasaku berlebihan kepada kalian. Tapi tak apa asalakan kalian bisa tahu kalau aku benar-benar mencintai kalian.


Thursday, 7 February 2013

Apa Kabar Gadis Kisah Klasikku ??

Hai Tia. Sahabat kecilku. Apa kabar kamu sekarang ? Sudah 15tahun ya kita tidak bertemu. Entah bagaimana rupamu kini, aku tak pernah tahu. Kamu menghilang begitu saja tanpa kabar. Kamu pergi meninggalkan aku sendirian pasca perceraian orang tuamu kurang lebih 15 tahun lalu. Kamu bahkan pergi tanpa menyisipkan pesan rindu padaku. Aku bahkan masih ingat ketika Ibumu memberikan beragam perabotan rumahmu secara sukarela kepada tetangga yang berminat. Karena kamu hendak pindah dari rumah untuk memilik tinggal bersama ayahmu, mungkin.
Saat itu aku melihat semua anak-anak seusia kita berlari kegirangan ketika mendapatkan mainan-mainan lucu bekasmu yang diberikan oleh Ibumu. Sedangkan aku dari balik jendela hanya merasa iri dan sedih kala itu. Aku tidak mengharapkan barang-barang bekasmu, aku hanya sedih kenapa saat kamu hendak pindah, kamu tidak datang ke rumahku seperti hari-hari biasanya. Bahkan sejak aku melihat anak-anak itu, kamu sungguh pergi meninggalkanku sampai sekarang. Saat aku ingin ke rumahmu untuk mencarimu, Ibuku melarang. Dia bilang untuk apa ke rumahmu ? Nanti di di fikir Ibumu, aku hanya ingin meminta barang-barangmu juga. Padahal aku sangat merindukanmu kala itu. Kamu menghilang beberapa hari sebelum orang tuamu bercerai dan memilih untuk meninggalkan daerah rumah kita. Tapi ya sudahlah, aku akhirnya merelakan kepergianmu yang secara sembunyi itu.
Selang beberapa tahun setelah kamu dan keluargamu meninggalkan daerah rumah kita, kamu kembali datang. Iya kata Ibuku, kamu datang ke tetangga depan rumahmu yang dulu, untuk silahturahmi. Tapi kenapa kamu tidak ke rumahku Tia ? Apa kamu tidak merindukanku ? Apa kamu tidak ingin bertemu denganku lagi ? Saat aku menanyakan kepada Ibu, apakah kamu masih disana atau tidak, ternyata kamu sudah pergi. Ibu menceritakan bahwa kamu sudah jauh berbeda dengan Tia yang dulu. Kamu menjadi anak yang tinggi seperti ayahmu.
Tia, dulu hanya kamu teman bermainku karena aku memang tidak suka keluar rumah. Jadi hanya kamulah yang sering datang ke rumahku dan mengajakku bermain. Memang kala itu kita tidak bergembira bermain seperti anak-anak seumuran kita lainnya. Kita hanya menonton TV, makan, dan berfoto bersama. Kamu sudah seperti saudaraku sendiri Tia. Karena aku dan kamu saat itu adalah anak tunggal. Jadi bisa jadi kala itu kita memang saling mengisi kesepian kita. Aku ingat beberapa bulan sebelum kamu meninggalkanku sampai saat ini, Ibuku pernah memotret kita berdua kala kamu bermain di rumahku. Kamu masih ingat foto ini Tia ? Ini foto kita saat berusia kurang lebih 4-5 tahun.


Dulu kamu adalah gadis bertubuh kecil dengan kulit sawo matang, sama sepertiku. Dulu tinggi kamu lebih rendah dariku. Tapi sekarang sepertinya aku sudah kalah tinggi denganmu :D

Tia, sejak kamu pergi meninggalkanku secara sembunyi. Tak ada lagi gadis kecil yang datang ke rumahku hanya untuk mengajakku mengobrol, menonton TV ataupun makan bersama. Sampai saat ini Tia. Sampai sekarang usia kita menginjak kepala 2. Aku kembali ke kehidupanku yang sepi Tia. Tanpa teman berbagi lagi. Bahkan yang membuatku sedih, kenapa tiap kamu ke daerah rumah kita, kamu tak pernah datang ke rumahku hanya untuk sekedar melepas rindu sekaligus membuka alasanmu pergi tanpa kata. 
Tia, sampai detik ini aku tak kamu dimana, kuliah atau bekerja dimana, tinggal dengan siapa ataupun masih dengan nama atau tanpa nama. Aku tak pernah tahu Tia. Bahkan saat Ibuku sudah tiada, kamu juga mungkin tak pernah tahu Tia. Kamu benar-benar sudah menghilang dari kehidupanku. Kini kamu hanyalah serpihan kisah klasikku. Aku ingin sekali bertemu denganmu Tia. Aku  harapa sang Angin dapat mengirimkan pesan rindu ini padamu Tia. Aku hanya ingin tahu kabarmu. Aku hanya ingin kamu ingat denganku lagi. Karena sejak pindah, kamu seperti sudah amnesia dan tak mengenalku lagi. Atau mungkin kamu memang sudah melupakanku ? Aku tak pernah tahu Tia kenapa kamu seperti itu. Tapi satu hal, aku bahagia pernah mengenalmu dan menjadi bagian masa kecilmu. Walaupun hingga kini kehidupan menjadi kelabu tanpa teman kecil yang selalu menghiasi kehidupan dan tiap ruang rumahku.

Salam Rindu Sahabat

Monday, 4 February 2013

Lelaki Berhati Selembut Salju

Teruntuk lelaki berperawakan sangar namun berhati selembut salju ^_^
Ayah, walaupun banyak temen Aku yang bilang perawakan ayah kaya polisi. Tapi daridulu ibu selalu bilang, bahwa hati ayah lebih lembut dan halus. Setiap sakit, ayah selalu nelponin nanya kondisi Aku. Setiap mau ke Bekasi, ayah selalu ingatin semua barang bawaan. Setiap ke Bekasi, ayah pasti udah nunggu di stasiun 2 jam sebelum kereta sampai. Ayah selalu bilang, "Tak apa nduk, daripada nanti ayah ketiduran terus kamu malahan jadi pulang sendiri jam 2 pagi. Lebih baik ayah nunggu lama di stasiun. Bahaya anak gadis sendirian jam segitu". Pas turun dari kereta, ayah langsung bawain tas, padahal itu berat banget. Pas ga sengaja jatuh dari keret, ayah langsung lari & hampir nangis. Ayah memang marah kala itu, tapi ayah nahan nangis di depanku. Pas sampai rumah, ayah selalu bikinin teh hangat. Waktu aku bilang lapar, ayah langsung keluar rumah jam 3 pagi, nyari mie rebus. Karena udah tutup, akhirnya ayah masakin mie rebus pakai telur. Ayah juga mau nyuapin, tapi aku memilih untuk makan sendiri. Ketika mau tidur, ayah langsung rapihin tempat tidur, nyemprot obat nyamuk & mengambilkan celana training & kaos untukku.
Tiap pagi, saat mata belum sepenuhnya terbuka. Ayah nyuruh bangun, dalam kondisi badanku setengah duduk, ayah langsung minumin susu hangat & nyuapin roti. Sewaktu menolak, dengan lembut ayah menjawab, "Sarapan dulu nduk walau dikit. Gapapa yu sambil boboan. Sini ayah suapin ya. Biar perutnya ga sakit. Kamu ga mau sakit kan?". Sewaktu nyawa sudah terkumpul, ayah langsung menawarkan makanan lagi. Akhirnya setelah fix mau makan apa, ayah pun keluar untuk membelikanku makanan. Ayah, walaupun ayah sering ninggalin Aku dirumah sendirian, karena ayah sibuk main, tetapi ayah selalu nanya mau d'beliin cemilan atau jus. Kemudian beberapa saat, jus & cemilan sudah tersedia. Sewaktu Aku udah tidur, ayah juga meminta izin untuk masuk. Kemudian ayah elus-elus kepala Aku seraya berkata, "Mau ayah pijitin telapak kakinya nduk?". Bahkan belum sempat aku menjawab, ayah sudah mengambil balsem kemudian memijit telapak kakiku.
Ayah, dari sewaktu ibu masih ada, ayah selalu ga ngizinin untuk nyuci baju keluarga. Padahal itu pakai mesin cuci loh yah. Padahal ga bikin cape banget. Tapi ayah nyuruh ke ibu supaya Aku ga usah nyuci lagi. Walaupun ada Aku di rumah, ayah selalu nyuci piring, nyetrika dan nyuci baju sendiri. Karena ayah tau, Aku paling ga bisa cape-cape. Tiap Aku di Semarang, aku sedih banget tiap ayah bilang, "Ayah lagi nyuci nduk. Terus ini mau nyapu ngepel atas bawah nduk. Nanti lagi ya telponnya". Ayah beresin kamar tidur & kamar mandi d'atas yang sebenarnya udah ga pernah aku tempati. Ayah juga selalu setia nganter kemanapun Aku pergi. Ayah ga pernah ngizinin Aku pergi kemanapun sendirian, ayah bagaikan body guard yang selalu nemenin & jagain Aku dimanapun & kapanpun. Sejak ibu ga ada, ayah lebih banyak diam saja. Karena ayah sudah ga ada tempat cerita lagi selain ibu. Aku sangat menyayangkan semuanya. Karena sekarang ayah jadi lebih banyak menyimpannya sendiri. Semua rasa yang menggebu di hati ayah. Ayah selalu menutupinya sejak ibu ga ada hanya demi kebaikan Aku. Padahal kalau seperti ini, Aku makin sedih karena ga bisa bantu ayah.
Ayah, maaf kalau sering nakal & ngelawan sama ayah. Kebaikan ayah benar-benar terlalu banyak hingga tidak mampu nulisnya di surat ini. Takut ayah bosan bacanya karena kelewat panjang. Daridulu ibu bilang, “Ayah selalu sayang sama kamu ti. Kamunya aja yang kurang ngerasain Aku. Makanya jangan ngelawan sama ayah. Ayah tuh galak tapi kalau kamu ngelawan sedikit, dia langsung nangis ti. Tapi dia ga pernah nunjukkin air matanya kan di depan kamu”. Ayah, Aku sekarang sudah memahami setiap kalimat yang ibu utarakan tentang ayah sewaktu ibu masih ada. Sekali lagi terima kasih dan maaf belum bisa membalas semuanya :(
Aku Sayang Ayah ^_^


Sunday, 3 February 2013

Prajuritku, Deluti 11411

Teruntuk Kamu Mantan Prajurit Hatiku.
Hai, Prajuritku yang gagah. Apa kabarmu hari ini ? Masih sibuk siaga kah ? Masih sibuk berdiri sambil memegang senjata kah ? Ku harap kamu tetap semangat mengemban segudang tugas negara untukmu ^_^
Kamu tau, malam ini entah kenapa aku merindukanmu. Ya sangat merindukanmu. Aku berusaha menelponmu, tapi tak ada jawaban. Mungkin kamu sedang berlabuh ke pantai kapuk ya :) Kemudian aku membuka kembali kenangan kita ! Aku kembali membaca surat cintamu tanggal 11 Agustus 2011 lalu, ketika ulang tahunku. Masih ingatkah kamu saat kamu mengantarkan boneka beruang besar yang telah kamu sematkan secarik surat cinta & kartu ucapan cantik bersampul biru ? Kamu istimewa prajuritku.Walaupun waktu kita bertemu amatlah jarang, kecuali saat kamu ada IB (Izin Bebas) tapi aku menikmati kesepianku tanpamu. Karena aku yakin, saat kita bertemu banyak hal terindah yang tak akan bisa di lupakan :) Ingatkah kamu prajuritku ? Waktu kita ke tempat wisata di Jakarta, hanya aku yang dikenakan biaya masuk. Kamu & motor sportymu bebas biaya :D Semua itu karena kamu menunjukkan kartu anggotamu & sampai sekarang aku masih sering tertawa sendiri mengingat itu :D
Ingatkah kamu prajuritku ? Waktu kita ke Ancol dan untuk pertama kalinya aku mengenakan dress dan wedges karena kamu ingin aku tampil feminim. Kamu ingat yang kamu lakukan ? Kamu jongkok sambil bertopang dagu kemudian mengagungkan kalimat "Sumpah, kamu cantik banget sayang. Aku sayang kamu". Seketika banyak mata yang tertuju pada kita kala itu ^_^ Ingatkah kamu prajuritku ? Waktu kita melintasi area yang sebenarnya tidak boleh dilintasi pengendara motor, kamu membunyikan klakson sambil melambaikan tangan diikuti anggukan kepala. Seketika polisi yang sudah maju untuk bersiap menilang, malah mundur, tak jadi menilang. Hahaa itu hal gila menurutku & kenangan menyenangkan.
Prajuritku, masihkah kamu simpan cincin dan gelang kita ? Cincin & gelang yang kamu ukir nama kita, “Deluti 11411”. Kamu yang tidak menyukai cincin lalu menghadiahkan cincin kita. Kata kamu, cincin itu lambing cinta kita. Cincin itu kenangan kita. Bahagia sekali saat kamu menyematkan cincin itu di jari kecilku ^_^ Prajuritku, usia kita memang terbentang 6 tahun tapi kamu lelaki hebat. Kamu tau aku masih menyimpan rasa sayang sama Fajar, tapi kamu tetap bertahan untukku dan selalu berusaha membahagiakanku hingga kamu berniat untuk mempertemukanku dengan Fajar. Momen itulah yang membuat fikiranku berderai, "Kamu tulus mencintaiku dan kamu rela kehilanganku asalkan aku bahagia".
Prajuritku, waktu aku mau ke Semarang, kamu datang kerumah membawa lampu kamar berbentuk kapal dan itu indah sekali :) Kamu datang mengenakan Pakaian Dinasmu dan saat itu kamu keren banget :) Tapi aku sedih, karena melihat sosok lemah dibalik pakaian dinasmu. Kamu berusaha keras menahan air mata di pipi kamu. Bahkan kamu sampai tidak datang mengantarku ke stasiun atau bahkan menghubungi. Kamu menjauhi seketika tanpa aku pahami sebelumnya maksudmu. Prajuritku, hampir sering kita berusaha bertemu pasca kita berpisah 25 Oktober 2011 lalu. Tapi selalu gagal. Kamu terlalu malu bertemu ayah untuk menemuiku karena menurutmu kita sudah pisah. Tapi ketahuilah prajuritku, aku ingin sekali bertemu denganmu. Aku ingin kamu memelukku lagi. Pelukan hangat yang selalu kamu berikan saat bersamaku. Aku tau kamu juga merindukanku. Karena kamu selalu menanyakan kapan aku pulang ? Kamu juga mengajakku jalan. Tetapi ketahuilah prajuritku, sejak kita berpisah & lama tak bertemu, aku menjadi sedikit gugup saat bertemu kamu.
Prajuritku, ingatkah kamu akan menu buatan terakhirku yang kau santap malam itu ? Kamu yang selama ini meremehkan kemampuan masakku, hanya bisa tersenyum & terus memujiku. Sejak saat itu kamu jadi sering minta dimasakan olehku :D Prajuritku, malam ini ku sampaikan berjuta rindu untukmu. Aku harap ke depannya, kamu masih selalu menulis surat cinta untukku. Surat cinta yang selalu kamu sematkan di jari-jari hubungan kita. Surat cinta yang kamu hembuskan dalam deburan nafasmu. Surat cinta sebagai pelengkap keseriusanmu.
Aku merindukanmu, Prajuritku ^_^
-Deluti 11411-

Saturday, 2 February 2013

Surat Permohonan

Nomor         : 01/SP/II/2013
Hal              : Surat Permohonan
Lampiran      : -

Kepada Yth : Mamanya Si Mantan
Di Tempat

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh
Hai Tante apa kabar ??? Semoga tante selalu sehat ya dan semoga tante engga jutek lagi kalau ketemu aku *ups :p
Tante, tante tau ga ? Sampai detik ini Peri masih sakit hati loh dengan perlakuan tante 2,5tahun lalu. Peri sadar ko tante kalau Peri emang kecil dan gendut. Peri emang engga tinggi dan engga langsing. Ya ya ya ya, Peri sadar ko tanpa harus tante garis bawahi.
Tante, tante tau ga ? Peri tuh sayang banget sama anak tante. Daridulu sampai sekarang cuma anak tante yang benar-benar ngisi hati Peri. Bukan sekedar ngisi waktu Peri aja ! Tapi kenapa sih dulu tante nyuruh kita pisah cuma karena fisik Peri ? Kenapa sih tante cuma nilai keburukan Peri ? Apa di mata tante, Peri selalu buruk ya ? Apakah di hadapan tante, Peri sehina itukah ? :'(
Tante, Peri minta maaf karena 2,5 tahun masuk rumah tante tanpa permisi dengan tante. Tetapi kan waktu itu kondisinya tante sedang tidur sambil ngelonin si Putri, anak kecil tante. Yaudah Peri di suruh langsung masuk aja sama anak tante. Peri minta maaf tante kalau waktu itu Peri lancang. Peri engga bermaksud seperti tidak punya etika kala itu tante. Buktinya waktu ketemu tante, Peri langsung cium tangan dan senyum toh sama tante ? Tapi kenapa tante masih jutekin Peri dan negative thinking sama Peri ?? Sampai-sampai tante lihatin Peri dari kaki sampai kepala. Huaaaah Peri sadar waktu itu Peri pakai jaket sih ya. Jadi terlihat gendut memang. Soalnya ibu emang sering bilang kalau Peri pakai jaket, badannya jadi makin bulat. Tapi ga begitu juga dong tante :'(
Tante, tante tau ga ? Sejak tante nyuruh Peri pisah sama anak tante dengan alasan fisik Peri, Peri stress berat tante. Bahkan setelah itu Peri selalu berusaha keras untuk bisa berubah. Iya berubah untuk bisa tinggi dan langsing. Supaya tante bisa restuin Peri sama anak tante. Jujur ya tante, Peri sampai pakai kapur sirih dibalut korset terus loh tante terus diet juga. Supaya apa ? Supaya tante restuin ! Itu aja ko tante ! Ga lebih.
Tante, Peri masih ingat loh sms tante yang minta Peri jauhin anak tante dan putusin hubungan sama anak tante. Peri masih ingat ko tante ! Semuanya ! Semua yang tante sms ke Peri tiap Peri hubungin anak tante juga Peri masih ingat.
Tante, Peri pengen sama anak tante lagi. Peri beneran sayang banget sama anak tante. Apa udah ga ada celah di hati tante buat nerima Peri dan restuin Peri sama anak tante ? Peri tau ko kalau sekarang anak tante sudah punya pacar lagi. Dan pacarnya itu tinggi kan tante ? Jauh kan sama Peri tante ? Tante pasti restuin mereka kan tante ? Sampai-sampai Peri sempat baca di status Fb pacar baru anak tante kalau dia udah di anggap keluarga sendiri sama tante. Sakit tante, sakit banget rasanya. 
Tante, apa karena suami dan keluarga suami tante itu TNI AU terus anak tante juga calon TNI AU lantas membuat tante berfikir bahwa TNI harus memiliki pasangan yang "perfect" secara fisik ? Apa kata "perfect" nya engga bisa secara iman, hati dan pendidikan saja tante ? Bukankah itu jauh lebih terhormat dibandingan fisik saja ?
Tante, Peri dan anak tante sering membuat mimpi dan harapan untuk hubungan ke depannya. Karena kami benar-benar sudah merasa menyatu. Apalagi Peri perempuan pertama yang ia nyatakan cinta. Dan sekarang anak tante punya pacar lagi setelah 2 tahun pisah sama Peri dan 2 bulan setelah bertemu Peri kembali semenjak 2 tahun berpisah. 
Tante, Peri sadar walaupun nanti Peri sudah tinggi dan langsing (aamiin ya Allah), apa anak tante masih mau sama Peri ? Setelah 2,5 tahun kami pisah lalu dia punya pacar lagi ? Peri pasrah tante. Tapi 1 hal, Peri beneran pengen buktiin ke tante kalau Peri layak untuk anak tante. Kalau Peri bukan sekedar perempuan yang hanya membawa negatif dan malu-maluin buat anak tante. Peri pengen suatu saat nanti, Peri bisa sama anak tante lagi dan tante bisa nerima Peri apa adanya.
Tante, Peri beneran memohon restu kepada tante. Peri benar-benar sayang dan cinta sama anak tante. Walaupun mungkin saat ini anak tante sudah tak memiliki perasaan yang sama dengan Peri. Tetapi Peri terus berdoa yang terbaik untuknya dan berdoa semoga suatu saat nanti tante akan tersenyum bangga melihat Peri ketika Peri bersanding dengan anak tante ^_^

Semarang, 2 Februari 2013

Seorang gadis perempuan yang selalu mencintai anakmu

                               A. P. A


Share On: