Hai guys.
Malam ini tanggal 7 Juni 2013, aku mau memberikan sedikit info buat temen-temen
semua. Kali ini tidak berisi curhatanku atau apapun yang terjadi dalam hidupku.
Aku hanya ingin share tentang essay yang beberapa waktu lalu aku tulis sebagai
persyaratan kelengkapan berkas "Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE)".
Oke, ini adalah hasil karya essayku. Mohon maaf jika kurang menarik atau masih
terdapat banyak kekurangan. Soalnya ini adalah essay pertama yang aku tulis ^_^
Selamat membaca. Malam ini aku sedang tidak fit, makanya cuma bisa share ini aja. Kebetulan memang sudah aku save di laptop. Jadi tinggal copy paste aja ^_^
Program
Kimiaku
Pendidikan
adalah hal yang paling awal dan juga
bagaikan akar penopang dalam kehidupan manusia. Pendidikan juga dapat
dijadikan tolak ukur seberapa jauh kemampuan seseorang, baik dalam bersikap
maupun berbicara. Pendidikan juga akan bermuara pada masa depan seseorang
nantinya, walaupun semuanya tetap berpijar pada rezekinya masing-masing. Salah
satu pendidikan yang akan saya ulas adalah kimia. Kimia adalah salah satu cabang
dari ilmu pengetahuan alam. Kimia adalah
pilar dari kehidupan manusia. Tak ada satupun di dunia ini yang lepas
dari kimia. Tanpa kimia, kita bagaikan mati, tak dapat merasakan apa artinya
hidup. Setiap desir nafas yang kita hembuskan adalah kimia. Setiap rangkaian udara
yang kita hirup untuk terus bernafas adalah kimia. Setiap makanan yang kita
konsumsi adalah kimia. Setetes air yang kita tengguk adalah kimia. Bumi tempat
kita berpijak pun di penuhi kimia. Kimia, kimia, kimia. Terlalu banyak kimia di
dalam hidup ini. Sehingga sulit untuk di jelaskan lebih rinci tentangnya.
Dengan berlandaskan rasa ingin tahu yang tinggi, mengapa kimia itu ada dan
mengapa kimia itu di butuhkan, akhirnya saya memutuskan untuk terus
mempelajarinya. Mempelajari setiap struktur dan reaksi yang terjadi di
dalamnya. Awalnya ragu untuk memilih kimia. Tetapi setelah berusaha meyakinkan
diri, akhirnya saya putuskan untuk memilih Jurusan Kimia dalam study saya. Saya
memilih jurusan kimia karena saya yakin, tak ada di dalam hidup ini yang lepas
dari kimia. Selain itu, di Indonesia terdapat SDA yang melimpah khususnya bahan
alam yang mengandung kimia. Sehingga peluang yang besar dalam mengembangkan
ilmu pengetahuan dan mengembangkan SDA yang ada menjadikan saya semakin yakin
untuk memilih kimia.
Pada
era globalisasi seperti ini, pemerintah tentunya sangat membutuhkan
tenaga-tenaga dalam negeri yang mampu mengembangkan sumber daya alam yang
terdapat di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan salah satu Negara yang
memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun sungguh di sayangkan karena
kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) akibat rendahnya pendidikan manusia dalam
berbagai cabang ilmu khususnya ilmu sains, Indonesia menjadi kurang optimal
dalam mengembangkan SDA yang melimpah di Negara ini. Selain itu, banyaknya SDM
dalam negeri yang lebih memilih mengembangkan ilmunya di luar negeri menjadi
salah satu hambatan dalam pengembangan SDA di Indonesia. Untuk itu dengan
mengajukan beasiswa ini saya berharap, saya dapat mengembangkan dan menerapkan
segala ilmu yang saya miliki untuk Indonesia ke depannya. Dengan pendidikan
yang lebih baik dan lebih tinggi, saya yakin kemampuan saya dapat menjadikan
Inonesia lebih mandiri dan lebih baik di masa yang akan datang, khususnya dalam
mengembangkan berbagai SDA yang berupa bahan-bahan kimia yang melimpah ruah di
negeri ini. Sciencetist juga berperan penting dalam memajukan SDA tersebut. Oleh
karenanya, apabila saya mendapat beasiswa dari program ini, saya berharap
beasiswa ini akan terus memacu motivasi saya untuk terus mencari ilmu
setinggi-tingginya demi memajukan SDA yang terdapat di Indonesia. Saya pernah
mendengar dari guru les saya, karbon adalah salah satu bahan alam yang melimpah
ruah di Indonesia, yang banyak terdapat di daerah Timur Indonesia. Namun karena
kurangnya SDM yang memahami ilmu kimia, karbon tersebut akhirnya di jual ke
Negara lain dengan harga per kilo sekitar lima ratus rupiah. Kemudian Negara
lain itu yang mengembangkan karbon tersebut hingga menjadikannya sebuah pensil.
Pensil yang kemudian di jual kembali di Indonesia dengan harga tinggi, yaitu
sekitar dua ribu rupiah per batang. Namun apabila SDM di Indonesia lebih bisa
mengembangkan ilmu kimia, saya yakin Indonesia akan menjadi lebih mandiri dan
dapat menyamai derajat dengan bangsa-bangsa hebat dalam dunia sains diluar
sana.
Ketika
saya lulus kuliah nanti, saya ingin bekerja di perusahaan kimia seperti BASF,
Unilever, Pertamina atau BATAN. Karena saya berada di jurusan kimia, tentunya
di perusahaan tersebut peran saya adalah sebagai analisnya, sehingga saya
sangat ingin menjadi Quality Control dalam perusahaan tersebut. Tanpa Quality
Control, barang-barang yang di produksi tidak akan maksimal kualitasnya dan
terbuang sia ketika di pasarkan. Sehingga saya yakin, para Sarjana Kimia lah
yang sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dari produk yang akan di
hasilkan. Setelah kemampuan saya mulai bertambah, saya akan melanjutkan studi
S2 saya tentunya dalam bidang kimia juga. Sehingga saya akan bekerja di
perusahaan namun juga tetap melanjutkan study saya. Semuanya mudah-mudahan
dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Kemudian setelah ilmu saya
semakin berkembang, insya Allah apabila Allah mengizinkan, saya ingin membuka
perusahaan kimia sendiri. Perusahaan tersebut di harapkan dapat membantu para
pengangguran di Indonesia dan dapat juga menarik para Sarjana Sains untuk
berani bekerja di Indonesia walaupun dengan gaji yang relative kecil
dibandingkan untuk mengabdikan diri di perusahaan asing. Karena perubahan itu
lahir dari dalam diri kita sendiri dan apabila kita yakin untuk merubah sesuatu
menjadi lebih baik, insya Allah akan segala di beri kemudahan dalam
menjalankannya.
0 comments:
Post a Comment