Ads 468x60px

Thursday, 28 November 2013

Maaf, Tubuhku Memang "Ringkih"

Hai semua. Pada kesempatan kali aku akan menceritakan tentang semua penyakitku. 
Sebelumnya aku minta maaf kepada semua temanku disini. Lebih tepatnya kepada kalian yang memang selalu mengatakan kepadaku, "Loe ko sakit terus sih?" atau "Kamu mah sakit melulu. Bosen aku liatnya".
Jujur ya, ketika kalian berbicara seperti itu kepadaku, rasanya hatiku sakit banget. Tapi mau gimana lagi, "Tubuhku Memang Ringkih".
Katanya, kalau bayi tidak di berikan ASI atau kurang asupan ASI maka sistem imunnya akan menurun. Ya mungkin memang benar dan itu yang kini terjadi padaku. Kata ibu, ASI ibu susah. Soalnya ibu telat 6 tahun untuk melahirkanku. Jadi bahkan sewaktu kecil, saat aku sedang berdiri di depan rumah. Hanya berdiri saja. Tiba-tiba aku terjatuh. Padahal ibaratnya ga ada angin dan ga ada hujan. Dan itu terjadi lebih dari 1x. Ibu juga heran kenapa aku bisa kehilangan keseimbangan begitu. Ga di apa-apain ko jatuh ?
 Oh iya, waktu umur sekitar 2,5 tahun (ibu baru tahu pas aku umur 3 tahun-an), tiap aku ngambek atau marah atau ga di turutin maunya sama ibu, aku selalu bentur-benturin kepala ke tembok, pinggiran tempat cuci piring, pintu buffet, lantai, ujung meja dsb. Dan ibu baru tau hal itu dari tetangga yang sering memperhatikanku. Jadi tiap aku marah, aku lari dan melakukan itu. Di kira ibu aku nangis di kamar (seperti biasanya) makanya ibu diam aja. Ternyata aku malah begitu. Akhirnya pas terakhir aku begitu waktu aku lagi benturin kepala di pinggiran tempat cuci piring (masih di bawah cucian piringnya, soalnya ibu ga suka yang berdiri, cape katanya) alm ibu nahan kepalaku pakai tangannya dan itulah yang terakhir. Besok-besoknya aku ga begitu lagi karena memang ibu juga galak sih :D Tapi kata ibu kepalaku gapapa. Biasa aja, ga bengkak atau gimana. Dan pas aku sudah gede, pas SD atau SMP gitu, ibu bilang, “Anak kecil ko tau gitu-gituan ? Perasaan jaman dulu ga ada film yang ngajarin gitu deh. Ga kaya film jaman sekarang. Apa-apa ngelawan orang tua, main kekerasan. Dulu di ajarin siapa sih kamu?” Tapi berhubung gw ga ingat apa-apa, gw cuma bilang, “Lah, mana Aku tau bu. Aku aja lupa. Masa sih dulu Aku gitu? Ah, ibu ngarang nih”. Oke Pre Memory ya ^_^
Kini, akan ku ulas beragam penyakitku. Kalian tahu ? Aku juga ingin sehat. Aku juga lelah sakit seperti ini. Tolong jangan kucilkan aku hanya karena aku sering sakit-sakitan. Tolong jangan menjadi cuek dan tidak mau membantuku kalau aku sedang sakit. Aku minta maaf karena "dulu" sering merepotkan kalian. Oleh sebabnya, sekarang aku tidak mau meminta bantuan kepada kalian lagi. Karena aku tidak mau merepotkan kalian. 
Oke, ini adalah list penyakit yang aku derita. Sekali lagi, maafkan aku karena tubuhku yang terlalu ringkih.
- Aku adalah penderita "Celloid" sejak usia 3 atau 4 tahun. Celloid adalah bekas luka (biasanya luka bakar/panas) yang tidak bisa hilang & berujung menjadi seperti keriput.
- Aku adalah penderita Sinusitis sejak kelas 4 SD (pilek yang ga berhenti. Biasanya kambuh kalau dingin, banyak debu, kena air, hidungnya di pencet dsb. Tapi tenang, buat yang sering nanya "itu nular ga ?" Ini ga nular ko. Kalau nular mungkin daridulu ayah & almh ibu sudah ketularan kali ya :D)
- Dari aku kecil atau sebelum TK, aku sering sekali sakit kepala dan demam. Kalau sudah pusing dan demam, aku sampai ga masuk sekolah. Bahkan di ajak jalan-jalan sama ayah atau ibu saja, aku selalu pusing. Makanya ayah dan ibu lebih sering menyuruhku dirumah saja. Cape sedikit, aku langsung pusing. Di ajak shopping saja, aku pusing. Alhasil tiap mau pergi sama temen-temenku dirumah, ayah selalu bilang, "Kamu kuat ga ? Badanmu kan ringkih. Ayah cuma kasihan sama kamu aja". Aku demam juga bisa karena ga cocok dengan semprotan nyamuk (Maaf sebut merk : Baygon). Dari kecil kalau pakai itu langsung demam. Akhirnya ayah nyaranin ke ibu untuk ganti Hit dan Alhamdulillah ga apa-apa. Kalau aku minum air rebusan atau air isi ulang juga bisa demam dan batuk pastinya.
- Aku adalah penderita amandel dan pasti berujung pada radang tenggorokan. Makanya jadi demam terus :D
- Aku adalah penderita Maag. Tak tahu sejak kapan.
- Aku adalah penderita Hypertensi atau Darah Tinggi sejak SMP Kelas 2 (mungkin karena ayah & almh ibu adalah penderita hypertensi). Kalau sudah kambuh pernah sampai 160/100. Itu bangun aja ga bisa. Kepala mau pecah rasanya. Sumpah sakitnya ga bisa di jelasin deh. Badan kaku semua. Tapi gapapa masih berasa pusing jadi mudah ditangani. Kalau almh ibu sudah ga berasa. Jadi ga ketahuan dan ternyata............
- Aku gampang kagetan. Kalau sudah kaget, aku bisa sesak nafas dan langsung pusing. Makanya sampai detik ini kalau ke DUFAN, aku ga pernah naik yang aneh-aneh. Terakhir ke DUFAN pas sebelum TK, cuma masuk Istana Boneka sama almh ibu dan naik kuda-kudaan. Udah itu aja. Ayah & almh selalu ngelarang ke DUFAN karena itu, aku “ringkih”.
- Aku ada masalah dengan ususku sejak lulus SMA. Tiap aku makan pedas, asam ataupun telat makan, aku selalu pendarahan. Mules seperti ingin BAB tapi (maaf) tidak ada fesesnya. Hanya darah yang mengalir seperti pipis.
- Aku ga boleh makan nasi terlalu banyak. Kalau banyak, aku akan pusing. Kata dokter klinik, karena ususku bermasalah. Jadi ketika makan nasi banyak/minum banyak, usus akan bekerja lebih berat. Otomatis akan meningkatkan asam lambung dan pusing.
- Sejak kuliah, Hb ku jadi turun dan lagi-lagi berujung pusing. Padahal dulu Hb ku berlebihan (± 21) sampai aku harus rutin donor darah. Tapi sekarang, aku sudah tidak bisa donor darah karena Hb ku rendah. Terakhir check tahun 2011, ± 11. Minimal Hb untuk donor adalah 13,5.
- Kepalaku ga bisa di ajak kerja berat. Kalau sudah bikin tugas yang banyak dan ribet, kepalaku langsung pusing dan ga sembuh-sembuh dalam 3 atau 4 hari. Makanya dulu, tiap mulai pusing, ibu selalu membuatkanku teh manis hangat.

Oke, sepertinya itu saja list penyakitku. Intinya adalah dari kecil aku memang sering pusing. Dulu pas SMA kelas 2, aku pernah berobat ke Ust. Maulana Sanusi yang di ANTV itu. Biaya berobatnya cukup mahal, 1 bulan untuk obatnya saja menghabiskan 3,6juta. Waktu berobat kesana, dia bilang kalau aku ada penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di otak. Makanya sering pusing. Dia memintaku agar berhati-hati kalau jalan atau sedang berkendara. Ditakutkan kalau aku jatuh dan kepalaku terbentur, aku akan stroke ataupun meninggal. Dia juga sudah bilang kalau aku jangan terlalu banyak makan nasi, nanti bisa pusing. Tapi penjelasan secara medisnya baru ku ketahui saat baru-baru ini aku berobat ke klinik dekat kost. 
Aku sudah tidak berobat di dia lagi. Kasihan ayah ngabisin banyak uang hanya untukku. Lagipula obatnya bau dan pahit banget. Jamu gitu.
Oke sekian ceritaku. Sekali lagi aku minta maaf jika selalu merepotkan kalian semua. Tapi inilah aku, "Tubuhku memang ringkih"

0 comments:

Post a Comment

Share On: