Hello
Guys. Sudah lama ya aku ga nulis di blog ini. Lebih tepatnya sudah lama aku ga
curhat di blog ini. Hehehehe :D Malam ini tepatnya tanggal 29 Oktober 2013 atau
H-8 seseorang yang akan aku ceritain disini melangsungkan pernikahannya.
Oke,
mungkin pernah inget sama cerita aku tentang "Prajuritku Deluti
11411" atau bagi yang belum baca, bisa disini atau
kalau mau baca surat dia, bisa klik ini
Yupz, sebut saja namanya Deldi. Dia adalah orang pertama dan terakhir yang pernah aku kenalkan ke almarhumah ibuku sebagai pacarku. Iya, sebelumnya aku belum pernah mengenalkan lawan jenisku sebagai pacar di depan orang tuaku apalagi keluarga besarku. Tapi lain hal nya dengan Mas Deldi. Dia orang pertama yang aku kenalkan ke ayah dan ibu serta beberapa keluarga besarku. Entah kenapa aku sangat yakin untuk mengenalkan dia ke orang tua dan keluargaku kala itu. Mungkin karena memang usia kita terpaut cukup jauh yaitu 6 tahun dan mungkin karena pekerjaannya yang menurutku sudah mapan sebagai TNI AD.
Yupz, sebut saja namanya Deldi. Dia adalah orang pertama dan terakhir yang pernah aku kenalkan ke almarhumah ibuku sebagai pacarku. Iya, sebelumnya aku belum pernah mengenalkan lawan jenisku sebagai pacar di depan orang tuaku apalagi keluarga besarku. Tapi lain hal nya dengan Mas Deldi. Dia orang pertama yang aku kenalkan ke ayah dan ibu serta beberapa keluarga besarku. Entah kenapa aku sangat yakin untuk mengenalkan dia ke orang tua dan keluargaku kala itu. Mungkin karena memang usia kita terpaut cukup jauh yaitu 6 tahun dan mungkin karena pekerjaannya yang menurutku sudah mapan sebagai TNI AD.
Dari
kecil, setiap aku mau main keluar harus izin dahulu sama ibu dan ayah. Nah pas
dia ngajak aku keluar, ibu bilang langsung kerumah saja. Sekalin ibu kenalan
sama dia. Oh iya aku kenal dia dari temanku waktu SMP. Temanku adalah anak
seorang Kolonel AD (dulu pas SMP masih kolonel, mungkin sekarang sudah naik
pangkatnya :D) dan Mas Deldi itu bisa di bilang Ajudannya dia. Waktu itu aku
memang sedang jomblo dan minta di carikan pacar. Akhirnya temanku mengenalkanku
dengan Mas Deldi. Perkenalanku dengan Mas Deldi cukup singkat. Kurang dari 1
bulan, aku dan dia akhirnya berpacaran. Tepat tanggal 11 April 2011, tanggal
yang bagus kan ? Hehehe :p
Selama
berpacaran sama Mas Deldi, dia itu orangnya galak (mungkin tegas kali ya), agak
kolot (soalnya masih suku banget) dan romantis. Mas Deldi itu pacarku yang
paling lama dan paling tua umurnya. Waktu aku pacaran sama dia, umurku 18 tahun
dan dia 24 tahun. Aku pacaran sama dia kurang lebih 6,5 bulan. Itu juga kita
putus karena aku emosi. Dia itu kalau ga di turutin omongannya dan mau nya,
pasti marah. Kalau aku bilang, "Yaudah kamu shalat dulu sana atau kamu
makan dulu sana". Pasti dia marah. Soalnya menurut dia, kata
"sana" itu sama hal nya dengan mengusir. Makanya aku bilang dia kolot
:p
Ya tiap
dia marah pasti minta putus, walaupun nanti baik lagi sendiri. Ya bisa dibilang
kata "putus" cuma gertakan dia aja dan aku selalu pertahanin dia
serta minta maaf mati-matian biar ga putus. Soalnya aku emang kalau sudah
sayang, ga akan aku lepasin. Dan dia itu kalo malemnya bilang putus dan cuek
banget pas aku mau pertahanin, tapi besoknya dia malah upload foto aku dan tag
ke aku dengan nama panggilan kesayangan dia ke aku, "Dudul Jelek".
Hal itu menandakan kalau dia ga serius bilang putus, cuma gertak aku
aja. Hehehe :D
Nah waktu
aku di Semarang dan lagi sibuk-sibuknya "OSPEK" dan bikin banyak
tugas kuliah, dia mancing emosi aku lagi dengan hal biasa, yaitu gampang bilang
putus. Jadi waktu itu, aku ga hubungin dia karena aku memang dari pagi sampai
malam banyak kegiatan dari kampus. SMS dia hanya aku balas seadanya. Tapi aku
bilang kalau aku sedang ada kegiatan. Tiap aku bergadang bikin laporan atau
jurnal atau tugas lainnya sambil online Fb, dia marah. Dia anggap aku cewe
nakal yang sering online malam-malam sambil bergadang (tuh kan kolot lagi). Aku
sudah jelasin kalau aku sambil bikin tugas. Tapi dia tetap marah & nyuruh
aku tidur. Iya emang sih niat dia bagus, cuma ga mau aku kenapa-kenapa kalau
bergadang. Tapi kan ga harus ngomong gitu ya. Tiap aku ga dengerin mau nya dia,
dia bilang aku keras kepala dan lain-lain lah. Akhirnya pas aku lagi bikin
laporan dan dia marah-marah ga jelas terus karena aku sibuk. Yaudah pas dia
bilang putus, aku malah meng"iya"kan.
Aku sama
sekali ga coba pertahanin dia seperti biasanya. Habis aku pusing banget
sama tugasku yang numpuk. Yaudah aku males banget untuk coba pertahanin lagi.
Besoknya dia telponin aku terus buat minta maaf dan pastiin kalau ucapan
"yaudah kalau mau putus" yang kemarin aku lontarkan itu ga serius.
Tapi aku tetep kekeh mau putus. Ga tau kenapa. Walaupun dia ngajak balikan
terus, tapi aku ga mau. Padahal selama ini aku sayang sama dia. Mungkin aku
udah terlalu cape sama dia. Akhirnya kita fix putus tanggal 25 Oktober 2011.
Tepat 6,5 bulan. Tapi setelahnya aku malahan kangen dia lagi dan kita masih kaya pacaran, atau bisa jadi seperti HTS (Hubungan Tanpa Status). Tapi aku tahan
aja dan ga berusaha balikan. Soalnya dia juga ga bisa LDR sih katanya. Makanya waktu aku mau ke
Semarang untuk pertama kuliah, dia ga datang ke stasiun. Bahkan malam sebelum
aku berangkat, dia datang ke rumahku pakai baju dinasnya yang warna loreng itu
sambil bawa Lampu Tidur bentuk kapal dan Roll Kabel. Dia kelihatan nahan nangis
pas malam itu. Tapi dia ga mau nunjukkin ke aku. Cuma ibuku yang merhatiin
matanya yang udah mulai berkca-kaca natap aku. Ya memang sebenarnya ibu sangat
setuju kalau aku dengannya. Tapi hanya 1 yang membuat ibu jadi berfikir 2x,
yaitu karena dia orang Minang. Soalnya aku dapat kabar dari tetangga-tetangga
dirumah, senior pas SMA dll yang orang Minang kalau Minang dia itu bahaya.
Sesama Minang aja ga boleh sama Minang daerah dia. Apalagi yang bukan Minang.
Aku ga bisa jelaskan disini, tapi memang waktu masih pacaran 1-2 bulan, tiap
aku sediakan minum, dia tidak pernah mau minum. Tapi pas udah lebih dari 2
bulan, dia malahan yang minta minum. Hehehhe :p Eh iya tapi dia pacar pertama yang
makan masakan aku loh. Bahkan sampai ketagihan :p
Oke aku
ga bisa banyak cerita tentang dia disini. Intinya aku sedih banget karena
tanggal 6 November 2013 nanti dia akan menikah. Iya dengan gadis yang sesuku
dengannya. Salah satu alasan dia tidak mau melanjutkan hubungan serius denganku
juga karena aku orang Jawa dan dia orang Minang. Dia pernah bilang, "kalau
kamu orang Padang juga, aku pasti cepet lamar kamu. tapi sayang kamu orang
Jawa. di keluargaku anti sama orang Jawa. kalau bisa ya sesama Minang".
Aku kaget pas dapat kabar dia mau nikah. Soalnya pas habis Idul Fitri kita
masih telponan biasa. Ya emang pasca putus, kita masih komunikasi walaupun ga
intens. Malah tiap aku mau ke Bekasi, dia selalu ngajak ketemuan. Walaupun
hanya 1-3 kali kita ketemu. Soalnya dia ga mau kerumahku dengan alasan malu
sama tetanggaku karena kita sudah putus, sedangkan ayah mau nya dia kerumahku.
Ya memang semua tetangga tahu kalau dia pacarku dan semua selalu bilang kalau
kita mirip. Tapi sekarang dia malah mau nikah sama perempuan lain :'( Padahal dulu pas pulang jalan sama aku dan pas aku meluk dia di motor dalam kondisi hampir tidur (aku sering tidur di motor soalnya :p) dia bilang, "Aku sayang banget sama kamu. Baru pertama kali aku jalan sama perempuan dan harus izin sama orang tuanya. Harus mulangin kamu kerumah tepat waktu. Itu tuh tanggung jawab yang besar, sayang. Dulu aku kalau mau ajak perempuan jalan, tinggal ketemuan diluar jadi. Nah sama kamu, harus izin, harus tepat waktu. Aku beneran sayang banget sama kamu" (sambil pegang tangan aku erat banget pas aku hampir tidur di motor itu). Pokoknya tiap jalan sama dia dan aku tidur, dia pasti bawa motornya cuma 1 tangan. Tangan satunya pegangin tangan aku biar ga jatuh. Padahal motor dia kopling (Scorpio Z, sekarang CBR). Jadi kadang dia bawa motornya pelan-pelan kalau memang dia ga bisa pegangin tanganku terus-terusan. Kalau di jalan juga dia emang sering megangin tangan aku, misalnya lampu merah nih, dia megangin tangan aku terus sambil ngusap-ngusap tangan dan kaki aku. Hufht masih sayang sama dia ? Bisa jadi. Wong dia yang pertama aku kenalin ke ortu dan keluarga. Dia segalanya sih (dulu).
Oh iya, waktu aku
telponan sama dia, dia memang bilang kalau dia target nikah tahun ini. Dengan
siapapun pasangannya nanti. Dan aku ga nyangka ternyata calon istrinya baru
kenal beberapa bulan dengan dia. Kalau ga salah baru kenal 3 bulan. Singkat
juga ya. Padahal kabarnya pasangannya itu baru putus sama mantannya setelah 5,5
tahun pacaran. Terus di saat galau, di deketin deh sama Mas Deldi hingga luluh
:p Pasangannya orang Pasaman juga. Tapi Pasaman Timur, sedangkan Mas Deldi dari
Pasaman Barat. Calon istrinya adalah seorang perawat. Waw perasaan setiap orang angkatan selalu sama perawat dan sejenisnya deh :'(
Jujur,
sampai detik ini aku masih simpan semua kenangan dari dia. Entah itu foto,
tiket nonton, tiket masuk Ancol dan semua pemberian dia. Tapi bros laba-laba
dan gelang yang terukir "Deluti 11411" hilang pas di Monas :'(
Ini dia kumpulan tiket nonton dan tiket masuk Ancol yang aku scan. Eh iya tiap ke Ancol, yang bayar cuma aku. Dia & motornya gratis. Soalnya dia nunjukkin KTA (Kartu Tanda Anggota). Coba perhatiin tiketnya, cuma aku kan yang bayar. Hahahaha :D Oh iya tanggal 15 Oktober bahkan aku masih jalan loh sama dia. Eh 25 Oktobernya malah :'(
Ini cover depan kartu ucapan yang dia kasih pas Ulang tahunku tanggal 11 Agustus 2011. Dia tau aku suka warna biru, makanya kartunya warna biru ^_^
Ini dia isi kartu ucapannya, cukup so sweet menurut ibuku :D
Ini boneka beruang Jumbo pertama yang aku punya dari dia ^_^
Nah, sebelum nulis suratnya dia nulis ini ^_^
Isi suratnya secara full :D
Isi suratnya yang di zoom setengah. Kata ibuku, ga nyangka ternyata Deldi romatis ya. Kelihatannya galak padahal ^_^
Isi suratnya yang di zoom setengah ^_^
Ini dia lampu tidur bentuk kapal yang dia kasih sambil nahan nangis ^_^
Ini
jam tangan sekaligus gelang pertama yang dia kasih pas baru jadian
Ini cincin yang ada ukiran nama "Deluti 11411" dari dia pas kita ke Ancol dan gelang yang pas aku beli di Monas sekaligus beli buat temen-temen di Semarang. Tapi sekarang gelangnya udah patah, kayu soalnya :D
Daridulu Mas Deldi bilang ga suka pake cincin, tapi ga tau kenapa pas di Ancol dia langsung nyuruh aku milih model cincinnya dan dia juga yg request ke penjualnya untuk di ukur tulisan "Deluti 11411" ^_^
Daridulu Mas Deldi bilang ga suka pake cincin, tapi ga tau kenapa pas di Ancol dia langsung nyuruh aku milih model cincinnya dan dia juga yg request ke penjualnya untuk di ukur tulisan "Deluti 11411" ^_^
Ini bingkai yang dia kasih. Bagian fotonya bisa di putar-putar ^_^
Nah, kalau di putar baliknya foto dia yang ini :)
Ini foto dia pakai Kemeja yang aku & ibu beliin waktu Ultah dia yang ke 24, tanggal 6 Juli 2011. Aku dan ibu malemnya ke toko baju & ibu yang milihin kemeja ini. Bahkan di bungkusnya pakai kotak kado yang dulu budeku kasih ke ibu pas ibu ulang tahun. Ibu ga pernah mau pakai kotak itu. Selalu dia simpan, ga tau kenapa pas ultah Mas Deldi, ibu malah masukin kemejanya ke kotak itu. Kata ibu, udah buat deldi aja kotaknya. Bahkan ibu juga yang potongin kartu ucapannya dari kertas kado dengan bentuk hati gitu :(
Ini foto dia dengan piyama mandiku. Waktu itu habis berenang di Snow Bay, TMII (pertama & terakhir juga sama dia kesana). Sempat ga di bolehin sama ayah pergi renang sama dia. Tapi akhirnya di izinin. Toh aku juga pake baju renang muslim ko :D
Ini pas di PRJ tahun 2011
Aku belum pernah ke PRJ sama sekali. Akhirnya aku maksa dia ke PRJ sore-sore. Jadi itu pertama dan terakhir aku ke PRJ sama dia. Hahaha dan foto kita berdua cuma itu yang aku punya. Soalnya selebihnya di Hp dia. Yang di cetak cuma itu aja. Hp aku kan ga ada kameranya. Kata ibuku, dia ga fotogenic. Gantengan aslinya daripada fotonya :D
Banyak banget yang pengen aku ceritain tentang dia disini. Soalnya memang banyak hal yang kita jalani dan alami selama jadian. Ya cuma dia yang berkesan. Dia ga bisa ketemu aku kecuali dia dapet IB (Izin Bebas) tapi dia selalu nyempetin ketemu walau bentar :D
Oke mas, selamat menempuh hidup baru ya. Sedih sih aku sms, "Mas kamu mau nikah ? Kapan ?" tapi ga kamu jawab. Tapi masih seneng juga soalnya di album Fb kamu masih ada fotoku dan nama twittermu masih pakai nama belakang aku ^_^
Oke mas, selamat menempuh hidup baru ya. Sedih sih aku sms, "Mas kamu mau nikah ? Kapan ?" tapi ga kamu jawab. Tapi masih seneng juga soalnya di album Fb kamu masih ada fotoku dan nama twittermu masih pakai nama belakang aku ^_^
Banyak temenku yang nyuruh aku buang semua kenangan tentang kamu. Tapi aku masih belum bisa. Bobo tanpa boneka dari kamu aja berasa aneh banget. Terima kasih untuk semuanya ya mas ^_^
Aku minta maaf karena selama hubungan setengah tahun lebih sama kamu, aku masih sering bahas SANG PENCERAH hati. Maafin, sampai kamu berkali-kali ngajak aku buat ketemu sama dia. Kamu bilang, aku hubungan sama kamu tapi hati aku masih ke dia. Maaf ya Mas, dia cinta pertamaku dan serba yang pertama untukku. Jadi jujur, sakit ini masih ada dan meskipun kita udah sama-sama. Mohon maaf di hatiku masih ada dia dan aku gatau sampai kapan, aku bisa membuka hati SEPENUHnya ke laki-laki lain.
Aku minta maaf karena selama hubungan setengah tahun lebih sama kamu, aku masih sering bahas SANG PENCERAH hati. Maafin, sampai kamu berkali-kali ngajak aku buat ketemu sama dia. Kamu bilang, aku hubungan sama kamu tapi hati aku masih ke dia. Maaf ya Mas, dia cinta pertamaku dan serba yang pertama untukku. Jadi jujur, sakit ini masih ada dan meskipun kita udah sama-sama. Mohon maaf di hatiku masih ada dia dan aku gatau sampai kapan, aku bisa membuka hati SEPENUHnya ke laki-laki lain.


















0 comments:
Post a Comment