Malam ini tanggal 3 Juni 2013. Aku kembali tak sanggup memejamkan
mataku. Ibu, ibu dan ibu. Entah sampai kapan aku seperti ini. Di telan oleh
rasa sakit kehilangan yang luar biasa. Aku bukannya berlebihan. Bukan. Tapi aku
memang tidak sanggup menerima dan mengikhlaskan kepergian ibu. Aku sungguh
tidak sanggup ya Allah. Hampir tiap hari dan tiap malam, air mata ini terus
menetes mengingat ibu. Demi Allah aku sudah tidak sanggup ya Allah. Di tambah
lagi masalah ayah membuatku semakin gila. Andai ibu masih ada, pasti semua
tidak akan seperti ini. Tak banyak yang bisa aku tulis dan ungkapkan dalam
tulisan ini. Terlalu dalam hati ini sakit ya Allah. Terlalu banyak beban
fikiran dalam hidupku. Apalagi sejak Engkau memanggil ibu. Tuhan, sampai detik
inipun aku masih protes denganmu. KENAPA ENGKAU TEGA MENGAMBIL IBUKU ?? KENAPA
YA ALLAH ??? APA ENGKAU TAK PERNAH SEDIKITPUN MEMIKIRKAN PERASAAN HAMBAMU INI
?? Hatiku sunggu terluka ya Allah. Kunci hidupku, kunci semangatku, semua sudah
hilang. LENYAP, HILANG, TERKUBUR BERSAMA JASAD IBU ! Aku sunggu tak sanggup
lagi hidup tanpa dia ya Allah. Aku sungguh tidak sanggup. Selama ini aku diam,
terlihat tenang di hadapan orang banyak. Tapi dalam hati ini aku menangis ya
Allah. Hatiku sudah hancur. Bahkan diriku sendiri tak mampu
merapihkannya.
Mungkin Engkau berfikir aku adalah hambamu yang paling kafir.
Tidak pernah shalat, tidak pernah membaca kitab-Mu. Ya, aku sadar. Aku memang
kafir. Lebih tepatnya menjadi kafir sejak Engkau memanggil ibu. Aku tidak tahu
mengapa aku menjadi seperti ini. Bahkan bu'le ku juga mengatakan aku banyak
perubahan, banyak mengalami kemunduran sejak ibu pergi. Aku yang biasanya
menjadi Imam bagi anak-anaknya, aku yang biasa mengajak anak-anaknya shalat,
kini hanya menjadi aku yang tak pernah sekalipun bersujud di hadapan-Mu. Aku
tak tahu, apakah ini bentuk protesku terhadapmu atau apalah. Aku tak pernah tau
itu. Yang aku tau hanyalah, aku seperti orang yang tak tahu arah. Aku tak ada
semangat sedikitpun untuk hidup di dunia ini termasuk untuk melakukan semua
kewajibanku terhadap-Mu. Aku minta maaf ya Allah. Tapi demi Allah, sampai detik
ini aku masih merasa aku bermimpi. Aku masih merasa ibu hanya pergi sebentar.
Ya Allah, Engkau tahu bukan. Beberapa hari sebelum Engkau mengambil ibu, aku
masih menjanjikan naik Haji untuk dia ketika aku sudah kerja nanti. Aku ingin
bersamanya dan bersama ayah menuju rumah-Mu. Aku ingin melihat Ka'bah bersama
ibu dan ayah. Engkau tau itu ya Allah ?? Tapi kenapa Engkau mengambil dia
secara cepat dan tak terduga. Hanya satu malam dia di RS dan Engkau
mengambilnya ketika aku tak berada di sampingnya.
Ya Allah, aku cuma mau Engkau kembalikan ibu. Aku ga sanggup lagi
ya Allah. Entah harus berapa tahun aku seperti ini. Entah harus berapa kilo
liter air yang mengalir dari mataku ya Allah. Aku sunggup tidak sanggup
tanpanya ya Allah. Sudah hampir setahun dia pergi meninggalkanku dan ayah,
terhitung tanggal 17 Agustus 2012 atau H-2 Idul Fitri. Tapi tetap saja aku
masih merasa bermimpi. Tuhan, apapun yang kau lakukan nantinya terhadapku. Aku
hanya ingin ibu. Aku hanya Engkau tau bahwa aku benar-benar menginginkan ibu
kembali. Aku mohon dengan sangat ya Allah. Walaupun ini hanya imajinasiku saja.
Sudahlah aku sudah tak sanggup menulis malam ini. Tapi setidaknya, hanya
melalui tulisan aku mampu mengutarakan isi hatiku. Aku ingin sekali berteriak
sekeras mungkin. Tapi aku sadar, disini bukan tempat untuk aku berteriak. Ya
Allah, jaga ibu di pangkuan-Mu. Aku mohon :'(
.jpg)

sedih bgt sih kak:"( tapi jangan kaka malah terpuruk terus2an .. malah kasian ibu nya disana enggak tenang. aku ngerasain kok kak, ayahh aku udh meninggal setahun yg lalu ...........................
ReplyDeleteiya tapi ga bisa de. soalnya notabenenya saya juga anak tunggal. jadi deket banget sama ayah dan ibu, lagipula meninggalnya dadakan. cuma 1 malam di RS dan ak juga lagi dirumah, ga di RS.
ReplyDeletepapah aku juga dadakan kak, gak sakit sama sekali malah... pas papah meninggal, aku juga gak lagi sama papah.. papah nya lagi dirumah nenek aku jadi aku 2 hari gak ketemu. terus pas papah meninggal mamah lagi pergi haji :') sabar ya kak ehehe
ReplyDelete