Ads 468x60px

Friday, 15 June 2012

Chapter II

Hari ini adalah hari pertama Andra masuk ke sekolah tingkatan selanjutnya setelah SMP, yaitu SMA. Hari ini dia belum MOS atau lengkapnya Masa Orientasi Siswa atau Bahasa Inggrisnya nih, Period of Student Orientation. (Hahaha... Sok banget ya pake Bahasa Inggris). Soalnya nih, hari ini baru pengarahan / pembekalan barang – barang yang wajib, kudu, mesti, harus mereka bawa dan mereka kenakan saat MOS. Andra sangat senang sekali, karena dia sudah bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi setelah SMP. Dan yang paling membuat dia senang adalah ??? Karena dia telah dan bisa terbebas dari semua problema dan permasalahan selama dia berada di SMP dan dia sangat berharap di SMA sekarang ini, semua itu tidak terulang lagi dan yang paling penting hidupnya bisa nyaman bin tentram. Hehehehe :D Kaki kecilnya segera memasuki jalan kecil menuju lapangan belakang sekolahnya untuk segera mengikuti Upacara Pembukaan. Udara saat itu sangat teriiiikkk sekaliii !!! Makanya, dengan sigap binti cepat, Andra segera mengambil sapu tangan/slayer dari balik tas birunya itu dan langsung menutup sebagian wajahnya dengan sapu tangannya itu. Agar terhindar dari cahaya matahari yang terang ini. Soalnya, kalau dia terkena panas, nanti wajahnya yang putih kaya Bule dari Jerman tapi juga kaya Bule dari Arab bisa berubah jadi hitam deh. En takutnya, nanti di sangka Bule Arab yang gosong lagi. Soalnya di kira abis di panggang di Oven, kan malu. Bisa jatuh pamornya sebagai cewek cute binti cewek imut.

Saat Andra sudah berada di Lapangan belakang, Andra yang supel langsung nimbrung or gabung sama anak–anak lain yang juga di terima. Dengan wajah yang bersinar seperti rembulan di malam yang bercahaya. Andra langsung menyapa cewek-cewek di sekitanya. Dengan wajah bingung, cewek–cewek itu langsung mambalas senyuman Andra. Tapi tak jarang juga sih yang justru membuang mukanya ke Tong Sampah, soalnya nih, mereka bingung cewek cantik darimana yang tiba–tiba menyapa mereka..? Saat sedang asyik menyapa cewek–cewek di sekitarnya itu, tiba–tiba Andra melihat salah satu temannya waktu masih ikut Bimbel di salah satu tempat Bimbel terkemuka. En setelah Andra ingat–ingat, ternyata nama temannya itu Duwi. Dengan segera Andra menghampiri Duwi dan menyungginggkan senyum termanisnya untuk Duwi.

“ Duuuu . . . wiii !! “ , sapa Andra sambil terus tersenyum.


“ Eh Andra. Apa kabar ? Di terima disini juga yua ? By the way busway, loe kesini sama siapa ? Sama cowok loe ya ? Ci . . i . . i . . eeee . . “ , ujar Duwi.


“ Aaah loe apaan sih ? Gw ga punya cowok kali. Ummm, gw baik–baik aja kuk ! ” , balas Andra sambil menepuk pundak Duwi.


******* Lanjut di chapter selanjutnya ya ^_^ *********

0 comments:

Post a Comment

Share On: