Hari ini adalah hari pertama Andra masuk ke sekolah
tingkatan selanjutnya setelah SMP, yaitu SMA. Hari ini dia belum MOS atau
lengkapnya Masa Orientasi Siswa atau Bahasa Inggrisnya nih, Period of Student Orientation.
(Hahaha... Sok banget ya pake Bahasa Inggris). Soalnya nih, hari ini baru
pengarahan / pembekalan barang – barang yang wajib, kudu, mesti, harus mereka
bawa dan mereka kenakan saat MOS. Andra sangat senang sekali, karena dia sudah
bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi setelah SMP. Dan yang paling membuat dia
senang adalah ??? Karena dia telah dan bisa terbebas dari semua problema dan
permasalahan selama dia berada di SMP dan dia sangat berharap di SMA sekarang
ini, semua itu tidak terulang lagi dan yang paling penting hidupnya bisa nyaman
bin tentram. Hehehehe :D Kaki kecilnya segera memasuki jalan kecil menuju
lapangan belakang sekolahnya untuk segera mengikuti Upacara Pembukaan. Udara saat itu
sangat teriiiikkk sekaliii !!! Makanya, dengan sigap binti cepat, Andra segera
mengambil sapu tangan/slayer dari balik tas birunya itu dan langsung menutup
sebagian wajahnya dengan sapu tangannya itu. Agar terhindar dari cahaya
matahari yang terang ini. Soalnya, kalau dia terkena panas, nanti wajahnya
yang putih kaya Bule dari Jerman tapi juga kaya Bule dari Arab bisa berubah
jadi hitam deh. En takutnya, nanti di sangka Bule Arab yang gosong lagi.
Soalnya di kira abis di panggang di Oven, kan malu.
Bisa jatuh pamornya sebagai cewek cute binti cewek imut.
Saat Andra sudah berada di Lapangan belakang, Andra
yang supel langsung nimbrung or gabung sama anak–anak lain yang juga di terima.
Dengan wajah yang bersinar seperti rembulan di malam yang bercahaya. Andra langsung
menyapa cewek-cewek di sekitanya. Dengan wajah bingung, cewek–cewek itu
langsung mambalas senyuman Andra. Tapi tak jarang juga sih yang justru membuang
mukanya ke Tong Sampah, soalnya nih, mereka bingung cewek cantik darimana yang
tiba–tiba menyapa mereka..? Saat sedang asyik menyapa cewek–cewek di sekitarnya
itu, tiba–tiba Andra melihat salah satu temannya waktu masih ikut Bimbel di
salah satu tempat Bimbel terkemuka. En setelah Andra ingat–ingat, ternyata nama
temannya itu Duwi. Dengan segera Andra menghampiri Duwi dan menyungginggkan
senyum termanisnya untuk Duwi.
“ Duuuu . . . wiii !! “ , sapa Andra sambil terus
tersenyum.
“ Eh Andra. Apa kabar ? Di terima disini juga yua ? By
the way busway, loe kesini sama siapa ? Sama cowok loe ya ? Ci . . i . . i . .
eeee . . “ , ujar Duwi.
“ Aaah loe apaan sih ? Gw ga punya cowok kali. Ummm,
gw baik–baik aja kuk ! ” , balas Andra sambil menepuk pundak Duwi.
******* Lanjut di chapter selanjutnya ya ^_^ *********
0 comments:
Post a Comment