Ads 468x60px

Wednesday, 30 January 2013

Kicauan Rasa Untuk Ayah


Untukmu hartaku satu-satunya di dunia ini :)

Ayah, apa kabar ayah sekarang dirumah ?? Semoga baik-baik saja ya yah :) Semoga kaki ayah cepat sembuh dan demamnya ga kambuh lagi ^_^

Ayah, maafin aku atas rasa tidak percaya ini ya. Maafin aku atas sifat su'udzon aku.. Maafin aku udah salah paham sama ayah... Ayah, tahukah ayah bahwa sejak ayah mulai jarang hubungin aku, aku jadi negative thinking sama ayah.. Aku merasa ayah sudah ga peduli sama aku.. Aku merasa ayah jahat karena suliiiiiiiiiiiiiit sekali di hubungi.. Tapi ternyata semua dugaan buruk aku SALAH besar !!

Ayah mulai sulit di hubungin dan jarang hubungin aku karena ayah sedang sakit !! Karena ayah sedang demam tinggi. Karena ayah sedang berusaha kuat menahan semua sakit ayah sendirian ! Tanpa Aku... Dan tanpa ibu tentunya !!

Ayah, tolong maafin atas rasa hati yang nista ini.. Aku menyesal sudah menjadi cuek sama ayah gara-gara ayah sulit sekali dihubungi ! Aku menyesal udah acuhin telepon & sms ayah yang aku kira bahwa ayah hanya kadang-kadang saja ingat sama akunya.. Ayah.. Ayah adalah sosok terhebat dalam hidup aku selain ibu.. Ayah harta aku satu-satunya yang masih ada di dunia ini..

Kalau saja aku ga membuat kesalahan saat dirumah yang menyakiti hati ayah, mungkin sampai detik ini aku masih su'udzon sama ayah.. Masih anggap ayah ga peduli sama aku.. Mungkin emosi ayah kali ini ada baiknya.. Karena dengan begitu ayah bisa mengungkapkan semua kejadian yang sebenarnya tanpa harus aku paksa bibir ayah untuk bercerita..

Ayah, tahukah bahwa ayah itu luar biasa ?? Alasan terkuat ayah untuk lebih memilih diam dan menjauhiku ketika sedang sakit hanyalah demi kepentinganku ! Semua itu ayah lakukan agar fikiranku tetap fokus dengan kuliah ini. Agar fikiranku tak terganggu oleh jutaan keluhan tentang sakit yang kau derita. Agar aku bisa tetap nyaman disini tanpa perlu menghawatirkan kondisi ayah.

Ayah, mulai saat ini insya Allah aku ga akan negative thinking lagi sama ayah.. Aku akan terus pantau ayah walau dari jauh.. Tetapi 1 hal yah, tolong jujur dengan keadaan ayah. Mudah-mudahan aku bisa lebih dewasa menyikapi semua keadaan buruk itu dan satu hal !! Aku tak ingin jika ayah terlalu dering diam atas sakit yang ayah derita walaupun hanya sekedar demam, ayah menjadi ikut pergi meninggalkanku ! Seperti yang kini terjadi pada ibu yah.. Sudah cukup Allah mengambil ibu, tolong jangan ayah.. Hanya ayah satu-satunya hartaku yang berharga.. Tetap kuat jalani hidup ini ya yah.. Tolong terus dampingi aku hingga dunia ini berakhir :)

Love you so much yah ^_^

0 comments:

Post a Comment

Share On: