Tuhan, hari ini tanggal 3 Desember 2012 adalah tepat 109hari ibu sudah pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan aku dan ayah sendirian di kala malam menyepi. Tuhan, Engkau tahu betapa sulitnya aku menerima ini semua ? Ini bukan suatu perkara mudah bagiku Tuhan. Di kala aku menangis, selalu ada ibu menghampiri dan menenangkan. Di saat aku gundah dan galau karena cinta, selalu ada ibu yang menguatkan. Yaa,, memang sosok ibu adalah sosok yang luar biasa bagi kehidupanku. Aku baru menemukan esensi dari seorang ibu setelah ia pergi meninggalkanku. Kali ini dia bukan pergi ke rumah Bu'leku yang kemudian kembali lagi ke rumah menemuiku dan ayah. Tapi kali ini kepergiannya berbeda. Dia pergi meninggalkan dunia ini untuk mengunjungi rumahmu. Rumah terakhir dan abadinya..
Tuhan, tahukah Engkau aku selalu merasa sendiri sejak kepergiannya. Aku terlalu sensitif untuk merasa bahwa sudah tidak ada lagi yang orang yang peduli denganku. Aku terlalu sensitif untuk berfikir bahwa mereka cuek terhadapku. Yaa, aku memaklumi Tuhan. Mungkin di mata mereka aku adalah gadis manja yang selalu update twitter atau facebook tentang semua kesedihanku. Tapi andaikan mereka tahu, bibirku seakan beku ketika aku ingin berbagi kisah hati dengan orang lain. Hatiku terasa kaku untuk bisa menceritakan semua yang ku rasa secara langsung dengan mereka.
Andai mereka tahu Tuhan, aku selalu merasa sendiri dan kesepian.
Tapi selama ini aku diam ! Aku hanya tidak ingin mencari masalah dengan mereka.. Bayangkan apabila aku di serang oleh puluhan orang dan aku hanya sendirian di temani olehmu. Mungkin aku tak akan bisa berkutik kala itu.
Daridulu aku sangat tertutup dengan
siapapun, termasuk almh ibu. Hingga ibu terus memaksa aku untuk bercerita. Ibu
selalu bilang, "Kalau ada apa-apa cerita aja ti, jangan di pendam, yang
ada malahan bikin kamu stress".. Yaaaa ya ya ya,, aku akhirnya mulai
memberanikan diri untuk bercerita apapun dengan ibu. Dari masalah kecil sampai
masalah besar..
Walaupun masalah besar, terkadang
aku masih saja diam. Mungkin karena aku terlalu "Introvert". Aku
memang tergolong anak yang suka bercerita. Tapi kalau sudah terlalu dalam
mengenai hati, aku selalu menyembunyikannya dan diam tanpa kata. Aku terlalu
takut untuk mengucapkan beragam kata.
Hal itu karena aku sering salah ngomong dan di marahin orang ketika aku mulai polos. Yaaaaaaa sejak saat itu aku semakin takut untuk buka mulut. Aku lebih mencari aman dengan banyak diam. Bahkan sejak disini aku merasa ini bukan diriku. Aku yang dulu kritis dan berani berargumen, kini cuma menjadi anak yang diam dan terkesan bodoh. Hal itu sebenarnya karena aku pernah di tegur oleh temanku ketika aku mulai kritis sekali sewaktu presentasi dan karenanya hampir setiap presentasi, aku tidak boleh menjawab pertanyaan *kecuali sudah kepepet.
*********** Masih ada lanjutannya :D *********
0 comments:
Post a Comment